VII.Ekosistem Tanggal 14 April 2026
Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia
Identitas
- Nama Guru : Anita Wulandari, S.Pd
- Mapel Diampu : Ilmu Pengetahuan Alam
- Hari/Tanggal : Selasa / 14 April 2026
- Kelas : VII
- Materi : Ekologi (Apa Perbedaan Keanekaragaman Hayati Indonesia dengan di Belahan Dunia Lainnya?)
Capaian Pembelajaran :
Pada akhir fase D, pelajar mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik dan sifat asam-basa yang diamati. Pelajar dapat mengidentiikasi sifat dan karakteristik zat, membedakan perubahan fisika dan kimia serta memisahkan campuran sederhana. Pelajar dapat mendeskripsikan atom dan senyawa sebagai unit terkecil penyusun materi serta sel sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup. Pelajar mengidentifikasi sistem organisasi kehidupan serta melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tersebut (sistem pencernaan,sistem peredaran darah, sistem pernafasan dan sistem reproduksi). Pelajar mengidentiikasi pewarisan sifat dan penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari. Pelajar memiliki keteguhan dalam mengambil keputusan yang benar untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan. Pelajar diharapkan mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), usaha dan energi, suhu dan kalor (termasuk isolator dan konduktor), gerak dan gaya, pesawat sederhana, tekanan, getaran dan gelombang, pemantulan dan pembiasan (alat-alat optik), rangkain listrik dan kemagnetan untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Pelajar mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif Bumi-Bulan-Matahari, sistem Tata Surya, struktur lapisan Bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi. Pelajar mengenal pH sebagai ukuran sifat keasaman suatu zat serta menggunakannya untuk mengelompokkan materi (asam-basa) berdasarkan pHnya. Dengan pemahaman ini pelajar mengenali sifat isika dan kimia tanah serta hubungannya dengan organisme serta pelestarian lingkungan.
Tujuan Pembelajaran :
- Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan keanekaragaman hayati Indonesia dengan di belahan dunia lainnya.
A. EKOSISTEM
1) Pengertian ekosistem
Ekosistem adalah kesatuan antara makhluk hidup (biotik) dan lingkungan tak hidup (abiotik) yang saling berinteraksi di suatu tempat.
2) Komponen ekosistem
a) Biotik
- Produsen: membuat makanan sendiri (fotosintesis). Contoh: tumbuhan hijau, fitoplankton.
-
Konsumen: memakan organisme lain.
- Konsumen I (herbivor): belalang, kambing
- Konsumen II/III (karnivor): katak, ular, elang
- Omnivor: ayam, manusia
- Pengurai (dekomposer): menguraikan sisa makhluk hidup. Contoh: jamur, bakteri.
- Detritivor (pemakan sisa): cacing tanah, kutu kayu.
b) Abiotik Cahaya matahari, air, tanah, suhu, pH, udara, mineral, salinitas (kadar garam), kelembapan.
3) Interaksi dalam ekosistem
- Predasi: pemangsa–mangsa (elang memangsa tikus).
- Kompetisi: persaingan (tanaman berebut cahaya).
-
Simbiosis
- Mutualisme: saling untung (lebah–bunga)
- Komensalisme: satu untung, satu netral (anggrek menempel di pohon)
- Parasitisme: satu untung, satu rugi (benalu–pohon)
4) Aliran energi & rantai makanan
- Energi mengalir dari matahari → produsen → konsumen → pengurai.
- Rantai makanan: urutan makan-dimakan.
- Jaring-jaring makanan: gabungan beberapa rantai makanan.
- Piramida energi: energi terbesar di produsen, makin ke atas makin kecil.
5) Daur materi (siklus biogeokimia) – ringkas
- Siklus air: penguapan → kondensasi → hujan → aliran/meresap.
- Siklus karbon: fotosintesis menyerap CO₂, respirasi & pembakaran melepas CO₂.
- Siklus nitrogen: bakteri membantu mengubah nitrogen agar bisa dimanfaatkan tumbuhan.
B. KEANEKARAGAMAN HAYATI
1) Pengertian
Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah variasi makhluk hidup yang mencakup:
-
Keanekaragaman gen (variasi dalam satu spesies)
Contoh: varietas padi, warna bunga mawar. -
Keanekaragaman jenis/spesies
Contoh: harimau, gajah, orangutan. -
Keanekaragaman ekosistem
Contoh: hutan hujan tropis, mangrove, savana, terumbu karang.
2) Mengapa Indonesia sangat beragam?
Faktor utama:
- Letak tropis (matahari sepanjang tahun → produktivitas tinggi).
- Negara kepulauan (banyak pulau → isolasi → spesies endemik).
- Berada di pertemuan dua benua & dua samudra → campuran flora-fauna.
- Variasi habitat: pegunungan, hutan hujan, rawa, mangrove, laut dangkal, terumbu karang.
3) Perbedaan keanekaragaman hayati Indonesia vs belahan dunia lain
a) Dibanding wilayah beriklim sedang (Eropa, Amerika Utara bagian utara)
- Indonesia (tropis): jumlah spesies umumnya lebih tinggi, banyak hutan hujan, banyak serangga, burung, tumbuhan berbunga.
- Iklim sedang: spesies lebih sedikit, ada musim dingin → produktivitas musiman, banyak hutan gugur/konifer.
b) Dibanding wilayah kutub (Arktik/Antarktika)
- Indonesia: sangat kaya spesies darat dan laut.
- Kutub: spesies sangat terbatas karena suhu ekstrem; rantai makanan lebih sederhana.
c) Dibanding gurun (Sahara, Arab, Australia tengah)
- Indonesia: air melimpah → ekosistem kompleks.
- Gurun: spesies lebih sedikit, adaptasi khusus (hemat air), vegetasi jarang.
d) Dibanding hutan hujan tropis lain (Amazon, Kongo)
-
Sama-sama tinggi biodiversitas, tetapi Indonesia unik karena:
- Kepulauan → endemisme tinggi (spesies khas pulau tertentu).
- Keanekaragaman laut sangat tinggi (wilayah “Coral Triangle”/segitiga terumbu karang).
4) Contoh kekhasan Indonesia (contoh endemik)
- Komodo (NTT)
- Orangutan (Sumatra & Kalimantan)
- Cenderawasih (Papua)
- Anoa (Sulawesi)
- Rafflesia arnoldii (Sumatra)
5) Ancaman terhadap biodiversitas
- Deforestasi & kebakaran hutan
- Perburuan/perdagangan satwa liar
- Pencemaran (plastik, limbah)
- Perubahan iklim
- Spesies invasif
6) Upaya pelestarian
- In-situ: melindungi di habitat asli (taman nasional, cagar alam).
- Ex-situ: di luar habitat (kebun binatang, kebun raya, bank benih).
- Edukasi, penegakan hukum, restorasi habitat, konsumsi berkelanjutan.
Simaklah video dibawah ini...
ASSESMEN
1) Asesmen Diagnostik (awal)
Tujuan: mengetahui pengetahuan awal. Pertanyaan cepat (jawaban singkat):
- Apa perbedaan biotik dan abiotik?
- Sebutkan 1 contoh produsen dan 1 contoh pengurai.
- Menurutmu, mengapa daerah tropis biasanya lebih banyak spesies?
2) Asesmen Formatif (selama pembelajaran)
A. Tugas individu (10–15 menit)
- Buat rantai makanan dari ekosistem sekitar rumah/sekolah (minimal 4 tingkat trofik).
- Tandai mana produsen, konsumen I/II/III, pengurai.
B. Diskusi kelompok
- Bandingkan Indonesia dengan salah satu wilayah: kutub/gurun/iklim sedang/Amazon.
-
Buat tabel 2 kolom: “Indonesia” vs “Wilayah pembanding” berisi:
- iklim
- jenis ekosistem dominan
- perkiraan jumlah spesies (tinggi/sedang/rendah)
- contoh adaptasi makhluk hidup
C. Exit ticket (akhir pertemuan)
- Tulis 2 kalimat: “Hal baru yang saya pelajari…” dan “Pertanyaan saya…”
3) Asesmen Sumatif (akhir)
A. Pilihan ganda (contoh)
-
Komponen abiotik adalah …
A. jamur B. bakteri C. cahaya matahari D. rumput
-
Simbiosis mutualisme terjadi pada …
A. benalu–pohon
B. lebah–bunga
C. singa–zebra
D. dua tanaman berebut cahaya
-
Keanekaragaman hayati Indonesia tinggi terutama karena …
A. selalu musim dingin
B. letak tropis dan banyak habitat
C. curah hujan sangat rendah
D. hanya memiliki satu jenis ekosistem
-
Pelestarian in-situ adalah …
A. kebun binatang
B. bank benih
C. taman nasional
D. akuarium
B. Uraian
- Jelaskan perbedaan keanekaragaman gen, jenis, dan ekosistem beserta contohnya.
- Mengapa biodiversitas di wilayah kutub lebih rendah dibanding Indonesia?
- Sebutkan 3 ancaman biodiversitas dan 3 upaya pelestariannya.
C. Proyek mini
-
Buat poster/infografis: “Mengapa Indonesia Kaya Biodiversitas?”
Wajib memuat: 3 faktor penyebab, 3 contoh endemik, 2 ancaman, 2 solusi.
Refleksi :
Komentar
Posting Komentar