VII. Ekologi Tanggal 10 April 2026
Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia
Identitas
- Nama Guru : Anita Wulandari, S.Pd
- Mapel Diampu : Ilmu Pengetahuan Alam
- Hari/Tanggal : Jum'at / 10 April 2026
- Kelas : VII
- Materi : Ekologi (Bagaimanakah Pengaruh Lingkungan terhadap Suatu Organisme?)
Capaian Pembelajaran :
Pada akhir fase D, pelajar mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik dan sifat asam-basa yang diamati. Pelajar dapat mengidentiikasi sifat dan karakteristik zat, membedakan perubahan fisika dan kimia serta memisahkan campuran sederhana. Pelajar dapat mendeskripsikan atom dan senyawa sebagai unit terkecil penyusun materi serta sel sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup. Pelajar mengidentifikasi sistem organisasi kehidupan serta melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tersebut (sistem pencernaan,sistem peredaran darah, sistem pernafasan dan sistem reproduksi). Pelajar mengidentiikasi pewarisan sifat dan penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari. Pelajar memiliki keteguhan dalam mengambil keputusan yang benar untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan. Pelajar diharapkan mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), usaha dan energi, suhu dan kalor (termasuk isolator dan konduktor), gerak dan gaya, pesawat sederhana, tekanan, getaran dan gelombang, pemantulan dan pembiasan (alat-alat optik), rangkain listrik dan kemagnetan untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Pelajar mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif Bumi-Bulan-Matahari, sistem Tata Surya, struktur lapisan Bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi. Pelajar mengenal pH sebagai ukuran sifat keasaman suatu zat serta menggunakannya untuk mengelompokkan materi (asam-basa) berdasarkan pHnya. Dengan pemahaman ini pelajar mengenali sifat isika dan kimia tanah serta hubungannya dengan organisme serta pelestarian lingkungan.
Tujuan Pembelajaran :
- Peserta didik dapat menganalisis pengaruh lingkungan terhadap makhluk hidup.
- Peserta didik dapat menganalisis interaksi antar komponen penyusun suatu ekosistem.
1) Pengertian Ekologi
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Istilah penting:
- Individu: satu makhluk hidup (seekor kucing).
- Populasi: kumpulan individu sejenis (kumpulan kucing di kampung).
- Komunitas: kumpulan berbagai populasi (kucing, tikus, ayam, manusia).
- Ekosistem: komunitas + lingkungan fisik (komunitas di sawah + air, tanah, cahaya).
- Biosfer: seluruh ekosistem di Bumi.
2) Komponen Penyusun Ekosistem
A. Komponen Biotik (makhluk hidup)
- Produsen: membuat makanan sendiri (tumbuhan hijau, alga).
-
Konsumen: memakan organisme lain
- Konsumen I (herbivor): belalang, kambing
- Konsumen II/III (karnivor/omnivor): katak, ular, elang, manusia
- Pengurai (dekomposer): menguraikan sisa makhluk hidup (jamur, bakteri).
- Detritivor (pemakan sisa): cacing tanah, kutu kayu (membantu proses penguraian).
B. Komponen Abiotik (benda tak hidup)
Contoh: cahaya matahari, air, tanah, udara, suhu, kelembapan, pH, mineral, angin.
3) Pengaruh Lingkungan terhadap Makhluk Hidup (Tujuan 1)
Lingkungan memengaruhi makhluk hidup melalui faktor abiotik dan ketersediaan biotik (makanan, predator, pesaing).
Contoh pengaruh faktor abiotik
- Cahaya: tanaman di tempat teduh tumbuh lebih lambat/daunnya lebih lebar untuk menangkap cahaya.
- Air: kaktus beradaptasi di daerah kering (daun menjadi duri, batang menyimpan air).
- Suhu: hewan tertentu aktif pada suhu tertentu (ikan lebih cocok di suhu air tertentu).
- Tanah & mineral: padi cocok di tanah berlumpur; tanaman tertentu butuh unsur hara tinggi.
- pH: beberapa tanaman tidak tahan tanah terlalu asam/basa.
- Kelembapan: jamur mudah tumbuh di tempat lembap.
Konsep penting: Adaptasi
Adaptasi = penyesuaian makhluk hidup agar bertahan hidup.
- Morfologi (bentuk): paruh burung sesuai makanan.
- Fisiologi (fungsi tubuh): berkeringat untuk menurunkan suhu.
- Tingkah laku: cicak memutuskan ekor saat terancam.
4) Interaksi Antar Komponen Ekosistem (Tujuan 2)
A. Interaksi antar makhluk hidup
- Predasi (pemangsaan): ular memangsa tikus.
- Kompetisi (persaingan): tanaman bersaing mendapatkan cahaya/air.
-
Simbiosis
- Mutualisme (saling untung): lebah dan bunga.
- Komensalisme (satu untung, satu netral): ikan remora dan hiu.
- Parasitisme (satu untung, satu rugi): benalu pada pohon, cacing pita pada manusia.
B. Interaksi makhluk hidup dengan lingkungan (abiotik)
- Tumbuhan butuh cahaya, air, CO₂, mineral untuk fotosintesis.
- Hewan butuh oksigen, air, suhu sesuai untuk hidup.
5) Aliran Energi: Rantai Makanan, Jaring-jaring, Piramida
-
Rantai makanan (contoh di sawah):
padi → belalang → katak → ular → elang - Jaring-jaring makanan: gabungan beberapa rantai makanan (lebih realistis).
- Piramida energi: energi berkurang di tingkat trofik lebih tinggi (produsen paling besar).
Peran pengurai:
- Mengembalikan unsur hara ke tanah → membantu produsen tumbuh lagi.
6) Keseimbangan Ekosistem & Dampak Perubahan Lingkungan
Ekosistem seimbang jika komponen biotik-abiotik berjalan baik.
Contoh gangguan:
- Pencemaran air → ikan mati → predator kekurangan makanan.
- Penebangan hutan → habitat hilang → populasi menurun.
- Penggunaan pestisida berlebihan → serangga mati → rantai makanan terganggu.
Assessment (Penilaian)
A. Asesmen Diagnostik (awal, 5 menit)
- Sebutkan contoh komponen biotik dan abiotik di lingkungan sekolah!
- Menurutmu, apa yang terjadi pada tanaman jika kekurangan cahaya?
B. Asesmen Formatif (selama pembelajaran)
Tugas cepat (kelompok kecil):
-
Amati area sekitar kelas/halaman sekolah. Tuliskan:
- 3 komponen biotik
- 3 komponen abiotik
-
2 contoh interaksi yang terlihat/kemungkinan terjadi
Lalu presentasikan 1 menit per kelompok.
C. Asesmen Sumatif
1) Pilihan Ganda
- Ilmu yang mempelajari hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya disebut …
- Komponen abiotik yang paling berperan sebagai sumber energi utama ekosistem adalah …
- Organisme yang berperan menguraikan sisa makhluk hidup adalah …
- Hubungan lebah dan bunga termasuk simbiosis …
- Ular memakan tikus merupakan contoh …
- Padi dalam rantai makanan berperan sebagai …
- Persaingan mendapatkan makanan antar dua hewan sejenis disebut …
- Jaring-jaring makanan adalah …
- Jika populasi katak menurun di sawah, kemungkinan yang terjadi adalah …
- Pestisida berlebihan dapat mengganggu ekosistem karena …
2) Uraian
- Jelaskan perbedaan produsen, konsumen, dan pengurai beserta contohnya!
- Berikan 2 contoh pengaruh faktor abiotik terhadap makhluk hidup!
- Jelaskan perbedaan mutualisme, komensalisme, parasitisme (sertakan contoh)!
- Buat satu contoh rantai makanan di lingkungan rumah/sekolahmu!
- Analisis: Jika sungai tercemar, jelaskan dampaknya terhadap komponen biotik dan rantai makanan!
3) Penilaian Proyek/Produk (opsional, 1 minggu)
Proyek: Poster Ekosistem Sekitar
-
Buat poster ekosistem (sawah/kebun/kolam/halaman sekolah) berisi:
- komponen biotik & abiotik
- minimal 1 rantai makanan
- minimal 2 interaksi (mis. predasi + simbiosis)
- kesimpulan “pengaruh lingkungan terhadap makhluk hidup”
Rubrik (skor 1–4):
- Ketepatan konsep (biotik/abiotik, interaksi)
- Kelengkapan (rantai makanan, contoh nyata)
- Analisis (menjelaskan sebab-akibat perubahan lingkungan)
- Kerapian & kreativitas
- Presentasi singkat (jika dipresentasikan)
Refleksi :
Kesimpulan Kegiatan Pembelajaran
Pada pembelajaran hari ini, peserta didik mempelajari bahwa ekosistem tersusun atas komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotik (benda tak hidup) yang saling berhubungan. Peserta didik memahami bahwa kondisi lingkungan seperti cahaya matahari, air, suhu, tanah, dan udara dapat memengaruhi pertumbuhan, kelangsungan hidup, serta persebaran makhluk hidup.
Selain itu, peserta didik juga mampu mengidentifikasi berbagai bentuk interaksi dalam ekosistem, seperti predasi (pemangsaan), kompetisi (persaingan), dan simbiosis (mutualisme, komensalisme, parasitisme). Melalui contoh rantai makanan dan jaring-jaring makanan, peserta didik menyimpulkan bahwa perubahan pada satu komponen (misalnya penurunan populasi suatu organisme atau pencemaran) dapat berdampak pada keseimbangan ekosistem secara keseluruhan.
Refleksi Pencapaian Tujuan Pembelajaran
- Pengaruh lingkungan terhadap makhluk hidup
Peserta didik dapat menjelaskan bahwa faktor abiotik menentukan apakah suatu makhluk hidup dapat bertahan di suatu tempat. Contohnya, ketersediaan air memengaruhi jenis tumbuhan yang dapat hidup, dan suhu memengaruhi aktivitas hewan. - Interaksi antar komponen ekosistem
Peserta didik dapat membedakan bentuk-bentuk interaksi (predasi, kompetisi, simbiosis) serta menghubungkannya dengan aliran energi melalui rantai makanan dan jaring-jaring makanan.
Pembahasan Assessment
1) Pembahasan Pilihan Ganda
- Ilmu yang mempelajari hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya disebut …
Jawaban: Ekologi - Komponen abiotik yang paling berperan sebagai sumber energi utama ekosistem adalah …
Jawaban: Cahaya matahari - Organisme yang berperan menguraikan sisa makhluk hidup adalah …
Jawaban: Pengurai (dekomposer), misalnya bakteri dan jamur - Hubungan lebah dan bunga termasuk simbiosis …
Jawaban: Mutualisme (lebah mendapat nektar, bunga terbantu penyerbukan) - Ular memakan tikus merupakan contoh …
Jawaban: Predasi (pemangsaan) - Padi dalam rantai makanan berperan sebagai …
Jawaban: Produsen - Persaingan mendapatkan makanan antar dua hewan sejenis disebut …
Jawaban: Kompetisi (intraspesifik) - Jaring-jaring makanan adalah …
Jawaban: Gabungan beberapa rantai makanan yang saling berhubungan dalam ekosistem - Jika populasi katak menurun di sawah, kemungkinan yang terjadi adalah …
Jawaban : Populasi mangsa katak (mis. serangga/belalang) meningkat dan pemangsa katak (mis. ular) dapat menurun karena kekurangan makanan. - Pestisida berlebihan dapat mengganggu ekosistem karena …
Jawaban : dapat membunuh organisme non-target, menurunkan populasi serangga tertentu, meracuni rantai makanan, dan mengganggu keseimbangan ekosistem.
2) Pembahasan Uraian (poin jawaban yang diharapkan)
- Perbedaan produsen, konsumen, dan pengurai beserta contohnya
- Produsen: membuat makanan sendiri (fotosintesis). Contoh: padi, rumput, alga.
- Konsumen: memperoleh energi dengan memakan organisme lain. Contoh: belalang (konsumen I), katak (konsumen II), ular/elang (konsumen tingkat tinggi).
- Pengurai: menguraikan sisa makhluk hidup menjadi unsur hara. Contoh: jamur, bakteri.
- Dua contoh pengaruh faktor abiotik terhadap makhluk hidup
- Cahaya: tanaman di tempat kurang cahaya tumbuh lebih lambat/daun lebih lebar.
- Air: kaktus beradaptasi di daerah kering; tanaman padi butuh banyak air.
(Boleh juga: suhu memengaruhi aktivitas hewan; pH tanah memengaruhi jenis tanaman.)
- Perbedaan mutualisme, komensalisme, parasitisme + contoh
- Mutualisme: kedua pihak untung. Contoh: lebah–bunga.
- Komensalisme: satu untung, satu tidak dirugikan. Contoh: anggrek menempel pada pohon.
- Parasitisme: satu untung, satu dirugikan. Contoh: benalu pada pohon; cacing pita pada manusia.
- Contoh rantai makanan di rumah/sekolah
- Contoh: rumput → belalang → katak → ular → elang
(Jawaban lain yang logis diterima, asal urutannya benar dari produsen ke konsumen.)
- Contoh: rumput → belalang → katak → ular → elang
- Dampak sungai tercemar terhadap komponen biotik dan rantai makanan
- Air tercemar menurunkan kualitas habitat → ikan/udang/plankton bisa mati atau berkurang.
- Jika organisme dasar (plankton/serangga air) menurun, maka konsumen di atasnya (ikan kecil, ikan besar, burung pemakan ikan) ikut terdampak.
- Akibatnya rantai makanan terganggu, keanekaragaman menurun, dan ekosistem menjadi tidak seimbang.
Secara keseluruhan, pembelajaran hari ini menegaskan bahwa ekosistem adalah sistem yang saling terhubung. Peserta didik diharapkan semakin sadar bahwa menjaga lingkungan (mengurangi pencemaran, penggunaan pestisida bijak, menjaga habitat) berarti menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlangsungan hidup makhluk hidup di dalamnya.
Komentar
Posting Komentar