Kelas IX. Reaksi-Reaksi Kimia dan Dinamikanya Tanggal 10 Maret 2026

 

 

 

REAKSI KIMIA  

Mengklasifikasikan Jenis-jenis Reaksi Kimia Sederhana

 

Nama Guru             : Anita Wulandari, S.Pd.

Mata Pelajaran        : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas                       : IX

Elemen                    : Pemahaman IPA

Pertemuan               : 3

Tanggal                     :10 Maret 2026

1. Kompetensi Awal

Sebelum mempelajari materi reaksi-reaksi kimia dan dinamikanya peserta didik perlu memahami materi tentang persamaan kimia dan jenis-jenis reaksi kimia, asam-basa, serta energi dan laju reaksi kimia.

2. Kata Kunci

 Eksoterm

 Endoterm

 Produk

 Reaksi kimia

 Reaktan

3. Profil Pelajar Pancasila

 Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan berakhlak mulia

 Mandiri

 Gotong Royong

 Bernalar Kritis

 Kreatif

4. Sarana dan Prasarana

Sarana : laptop, proyektor, LKPD, alat tulis,

Prasarana : botol plastik, sendok, corong, balon, soda kue, cuka, kertas lakmus merah atau biru, pipet tetes, pelat tetes, label, air perasan jeruk, cuka, air mineral, air sabun cuci piring, dan obat mag, lumpang dan alu, pisau, gelas berisi air, saringan, bunga sepatu, kunyit, bunga telang, dan bahan alami lain  yang dapat dijadikan indikator asam-basa

5. Target Peserta Didik: peserta didik reguler

6. Model dan Mode Pembelajaran

Model pembelajaran : direct instruction dan cooperative learning, dan praktikum

Mode pembelajaran : tatap muka

7. Asesmen

 Asesmen non-kognitif

Capaian Pembelajaran

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati, mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat, membedakan perubahan fisik dan kimia serta memisahkan campuran sederhana. Peserta didik dapat mendeskripsikan atom dan senyawa sebagai unit terkecil penyusun materi serta sel sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup, mengidentifikasi sistem organisasi kehidupan serta melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tertentu (sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem pernapasan dan sistem reproduksi). Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklimPeserta didik mengidentifikasi pewarisan sifat dan penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), memahami hubungan konsep usaha dan energi, mengukur besaran suhu yang diakibatkan oleh energi kalor yang diberikan, sekaligus dapat membedakan isolator dan konduktor kalor.Peserta didik memahami gerak, gaya dan tekanan, termasuk pesawat sederhana. Peserta didik memahami getaran dan gelombang, pemantulan dan pembiasan cahaya termasuk alat-alat optik sederhana yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik dapat membuat rangkaian listrik sederhana, memahami gejala kemagnetan dan kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan atau masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk  menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana. Peserta didik mengenal pH sebagai ukuran sifat keasaman suatu zat serta menggunakannya untuk mengelompokkan materi (asam-basa  berdasarkan pH nya). Dengan pemahaman ini peserta didik mengenali sifat fisika dan kimia tanah serta hubungannya dengan organisme serta pelestarian lingkungan. Peserta didik memiliki keteguhan dalam mengambil keputusan yang benar untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang  membahayakan dirinya dan lingkungan.

Tujuan Pembelajaran 

 Peserta didik melalui pengamatan fenomena atau video dapat mengidentifikasi berbagai jenis reaksi kimia berdasarkan pola umumnya (misalnya, penggabungan, penguraian, penggantian tunggal, penggantian ganda).

 Peserta didik secara kolaboratif dapat mengklasifikasikan contoh-contoh reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari ke dalam jenis-jenis reaksi yang sesuai.

Pemahaman Bermakna

Peserta didik mampu mendeskripsikan cara penulisan persamaan kimia dan menjelaskan berbagai jenis reaksi kimia beserta contohnya di kehidupan sehari-hari

 

Materi                         :  Mengklasifikasikan Jenis-jenis Reaksi Kimia Sederhana

Metode                       

Model pembelajaran cooperative learning, dan praktikum

Mode pembelajaran : tatap muka

Strategi                      : Diskusi & Tanya Jawab

Sarana                       : laptop, proyektor, LKPD

E. KERANGKA PEMBELAJARAN

Praktik Pedagogik:

 Metode Pembelajaran Berbasis Eksperimen/Inkuiri: Peserta didik akan aktif melakukan percobaan untuk menemukan konsep reaksi kimia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

 Diskusi Kelompok dan Kelas: Mendorong pertukaran data, analisis hasil percobaan, dan perumusan kesimpulan ilmiah.

 Penyelidikan Ilmiah: Peserta didik diajak untuk merumuskan hipotesis, merancang prosedur, mengumpulkan data, dan menarik kesimpulan.

 Presentasi Hasil: Peserta didik mempresentasikan laporan atau temuan eksperimen mereka.

Mitra Pembelajaran:

 Lingkungan Sekolah: Guru IPA lain (untuk diskusi materi atau alat), laboran (untuk ketersediaan alat dan bahan), pustakawan (untuk sumber literatur).

 Lingkungan Luar Sekolah: Tokoh masyarakat yang berprofesi di bidang terkait (misalnya, ahli kimia di industri makanan/minuman, farmasi, jika memungkinkan untuk wawancara singkat atau sesi tanya jawab online).

 Masyarakat: Orang tua sebagai sumber informasi contoh reaksi kimia di rumah (memasak, membersihkan).

Lingkungan Belajar:

 Ruang Fisik: Laboratorium IPA yang memadai atau kelas dengan fasilitas listrik dan air, perpustakaan sekolah untuk buku referensi.

 Ruang Virtual: Platform Google Classroom untuk berbagi materi (video, simulasi), lembar kerja digital, mengunggah laporan, forum diskusi daring untuk pertanyaan dan berbagi ide.

Pemanfaatan Digital:

 Perpustakaan Digital: Menggunakan situs web ilmiah, video edukasi (YouTube), simulasi virtual reaksi kimia (misalnya, PhET Simulations) untuk visualisasi.

 Forum Diskusi Daring: Diskusi asinkron melalui Google Classroom untuk bertanya jawab tentang konsep sulit atau berbagi hasil observasi awal.

 Penilaian Daring: Kuis awal (Kahoot/Quizizz), pengumpulan laporan digital melalui Google Classroom, kuesioner refleksi via Google Forms.

 Mentimeter: Untuk mengumpulkan ide-ide contoh reaksi kimia atau faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi secara cepat dan interaktif.

Asesmen         

 Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok/Eksperimen:

Partisipasi (1-4): Aktif berkontribusi dalam kelompok.

 

Langkah-langkah Pembelajaran :

Pertemuan 2:

Mengklasifikasikan Jenis-jenis Reaksi Kimia Sederhana 

Kegiatan Pendahuluan (Mindful Learning, Joyful Learning)

 Apersepsi: Guru menampilkan beberapa contoh persamaan reaksi kimia sederhana (tanpa detail stoikiometri) dan meminta peserta didik menebak pola yang terjadi.

 Refleksi: Guru bertanya, "Apakah semua reaksi kimia itu sama?" atau "Mengapa kita perlu mengelompokkan jenis-jenis reaksi?".

 Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

 

Kegiatan Inti (Meaningful Learning, Joyful Learning)

Memahami (Mindful Learning):

 Guru menjelaskan jenis-jenis reaksi kimia sederhana (penggabungan, penguraian, penggantian tunggal, penggantian ganda) dengan contoh-contoh visual (animasi/simulasi virtual jika ada).

 Peserta didik dapat mengakses materi ini melalui modul digital atau buku teks (diferensiasi konten).

Mengaplikasi (Meaningful Learning):

 Peserta didik dibagi menjadi kelompok. Setiap kelompok diberikan kartu-kartu berisi contoh-contoh reaksi kimia (dalam bentuk deskripsi singkat atau persamaan reaksi sederhana).

 Tugas kelompok adalah mengklasifikasikan reaksi-reaksi tersebut ke dalam jenis-jenis yang telah dipelajari.

 Diferensiasi Proses: Bagi kelompok yang kesulitan, guru dapat memberikan bantuan visual berupa diagram atau panduan pola. Bagi yang cepat, bisa membuat contoh reaksi sendiri.

Merefleksi (Mindful Learning):

 Setiap kelompok mempresentasikan hasil klasifikasi mereka.

 Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang mengapa klasifikasi reaksi itu penting dalam kimia.

 Peserta didik menuliskan 2-3 contoh reaksi kimia dari kehidupan sehari-hari dan mengklasifikasikannya.


Kegiatan Penutup

 Umpan Balik: Guru memberikan umpan balik terhadap kemampuan klasifikasi dan pemahaman konsep.

 Menyimpulkan: Guru bersama peserta didik menyimpulkan berbagai jenis reaksi kimia dan pentingnya mengenali polanya.

 Perencanaan Selanjutnya: Guru memberikan pengantar untuk pertemuan berikutnya, yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.


Uraian Materi

Reaksi kimia adalah proses perubahan zat (reaktan) menjadi zat baru (produk). Untuk memudahkannya, kita bisa membayangkan unsur-unsur kimia seperti pemain dalam sebuah tim atau pasangan penari.
1. Reaksi Penggabungan (Sintesis)
Dua zat atau lebih bergabung membentuk satu zat baru yang lebih kompleks.
  • Pola:
  • Analogi: Dua orang sahabat memutuskan untuk membentuk sebuah tim.
  • Contoh: Pembentukan air.
2. Reaksi Penguraian (Dekomposisi)
Kebalikan dari penggabungan. Satu zat pecah menjadi dua atau lebih zat yang lebih sederhana. Biasanya butuh energi (panas/listrik).
  • Pola:
  • Analogi: Sebuah tim yang bubar menjadi individu-individu.
  • Contoh: Penguraian air menjadi gas hidrogen dan oksigen melalui listrik.
3. Reaksi Penggantian Tunggal (Substitusi Tunggal)
Satu unsur yang lebih bebas/aktif mengusir dan menggantikan posisi unsur lain dalam suatu senyawa.
  • Pola:
  • Analogi: Seseorang "merebut" posisi pasangan dalam sebuah tarian.
  • Contoh: Reaksi seng (Zn) dengan larutan asam klorida.
4. Reaksi Penggantian Rangkap (Substitusi Ganda)
Dua senyawa saling bertukar pasangan ion untuk membentuk dua senyawa baru.
  • Pola:
  • Analogi: Dua pasangan penari yang saling bertukar pasangan.
  • Contoh: Reaksi pembentukan endapan.
5. Reaksi Pembakaran
Reaksi antara suatu zat dengan Oksigen (
)
yang menghasilkan energi (panas/cahaya).
  • Ciri Khas: Selalu melibatkan
    di sisi kiri. Jika yang dibakar adalah bahan bakar (karbon), hasilnya biasanya
    dan
    .
  • Contoh: Pembakaran gas metana (gas kompor).

Tabel Ringkasan untuk Hafalan Cepat
Jenis Reaksi Ciri Utama Rumus Cepat
Penggabungan Hasilnya cuma 1 zat
Penguraian Bahannya cuma 1 zat
Ganti Tunggal Jomblo + Pasangan
Ganti Rangkap Pasangan + Pasangan
Pembakaran Ada Oksigen (
)
oksida

Silahkan untuk menyimak video pembelajaran lebih lanjut penjelasan Mengklasifikasikan Jenis-jenis Reaksi Kimia Sederhana silahkan disimak video nyaa ya...  
 

 

Latihan Soal: Klasifikasi Reaksi Kimia
Bagian 1: Identifikasi Pola (Pilihan Ganda)
  1. Jika kamu melihat sebuah persamaan kimia di mana hanya ada satu zat di sisi kiri (reaktan) dan pecah menjadi dua zat di sisi kanan (produk), maka reaksi tersebut adalah...
    • A. Sintesis
    • B. Dekomposisi
    • C. Substitusi Tunggal
    • D. Pembakaran
  2. Perhatikan reaksi berikut:
    . Reaksi ini termasuk jenis...
    • A. Penggabungan
    • B. Penggantian Rangkap
    • C. Penggantian Tunggal
    • D. Penguraian
  3. Reaksi pembakaran selalu melibatkan gas tertentu di sisi reaktan. Gas yang dimaksud adalah...
    • A. Nitrogen (
      )
    • B. Karbondioksida (
      )
    • C. Hidrogen (
      )
    • D. Oksigen (
      )

Bagian 2: Menjodohkan (Klasifikasi)
Tentukan jenis reaksi untuk setiap persamaan kimia di bawah ini:
No Persamaan Reaksi Jenis Reaksi
1
............................
2
............................
3
............................
4
............................

Bagian 3: Analisis Kasus (HOTS)
  1. Kasus: Di sebuah laboratorium, seorang siswa memasukkan sebatang paku besi (
    ) ke dalam larutan asam klorida (
    ). Hasilnya, muncul gelembung gas hidrogen (
    ) dan terbentuk larutan besi klorida (
    ).
     
    • Pertanyaan: Tuliskan pola reaksinya (
      ) dan tentukan masuk ke jenis reaksi manakah kejadian tersebut? 
       
  2. Analisis: Mengapa reaksi 2H
    2 + O2 -----> 2H2O bisa disebut sebagai reaksi Penggabungan sekaligus reaksi Pembakaran?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas IPA Kelas 7 Tahun Pelajaran 2024/2025

Tugas IPA Kelas 8 Tahun Pelajaran 2024/2025

VIII. Sistem Ekskresi / Pembuangan Tanggal 1 September 2025