Kelas VIII. Senyawa Tanggal 27 Februari 2026
BAB 5 : UNSUR, SENYAWA, DAN CAMPURAN
SUB BAB 5.1 SENYAWA
Memahami Konsep Senyawa
Nama Guru : Anita Wulandari, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas : VIII
Elemen : Pemahaman IPA
Pertemuan : 2
Jam ke : 2, 3 dan 4
Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati, mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat, membedakan perubahan fisik dan kimia serta memisahkan campuran sederhana. Peserta didik dapat mendeskripsikan atom dan senyawa sebagai unit terkecil penyusun materi serta sel sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup, mengidentifikasi sistem organisasi kehidupan serta melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tertentu (sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem pernafasan dan sistem reproduksi). Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim. Peserta didikmengidentifikasi pewarisan sifat dan penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), memahami hubungan konsep usaha dan energi, mengukur besaran suhu yang diakibatkan oleh energi kalor yang diberikan, sekaligus dapat membedakan isolator dan konduktor kalor Peserta didik memahami gerak, gaya dan tekanan, termasuk pesawat sederhana. Peserta didik memahami getaran dan gelombang, pemantulan dan pembiasan cahaya termasuk alat- alat optik sederhana yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik dapat membuat rangkaian listrik sederhana, memahami gejala kemagnetan dan kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan atau masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari- hari. Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana. Peserta didik mengenal pH sebagai ukuran sifat keasaman suatu zat serta menggunakannya untuk mengelompokkan materi (asam-basa berdasarkan pH nya). Dengan pemahaman ini peserta didik mengenali sifat fisika dan kimia tanah serta hubungannya dengan organisme serta pelestarian lingkungan. Peserta didik memiliki keteguhan dalam mengambil keputusan yang benar untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan.
Tujuan Pembelajaran
● Peserta didik dapat menjelaskan pengertian senyawa dan perbedaannya dengan unsur setelah melakukan analisis studi kasus.
● Peserta didik dapat menyebutkan contoh senyawa yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, air, gula, garam dapur) setelah berdiskusi dan presentasi kelompok.
● Peserta didik dapat membedakan sifat unsur penyusun dengan sifat senyawa yang terbentuk setelah melakukan percobaan sederhana (demonstrasi guru atau video).
Pemahaman Bermakna
Menyadari bahwa materi senyawa dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Model :
Blended learning melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning (PBL) terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Social Emotional Learning (SEL).
Strategi : Diskusi/Tanya Jawab
Sarana & Prasarana :
§ Karton untuk Tabel T-I-S
§ Kertas berperekat (sticky notes) untuk kegiatan Apersepsi
§ Beragam unsur yang dapat ditemukan sehari-hari dan yang tersedia di laboratorium (upayakan terdapat setidaknya 5 jenis unsur logam dan 5 jenis unsur nonlogam atau senyawanya, agar pelajar dapat melakukan penyelidikan dengan bermacam zat).
Langkah-langkah Pembelajaran :
Pertemuan 2:
Memahami Konsep Senyawa (2 JP)
1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)
● Berkesadaran: Guru meminta peserta didik mengingat kembali definisi unsur. "Apa itu unsur? Berikan contohnya!"
● Bermakna: Guru menunjukkan segelas air, gula pasir, dan garam dapur. "Ini benda apa? Apakah mereka termasuk unsur? Mengapa?" (Menghubungkan dengan tugas sebelumnya dan memicu pemikiran).
● Menggembirakan: Guru dapat melakukan demonstrasi sederhana pembakaran gula (dengan pengawasan ketat dan keselamatan), menunjukkan bahwa gula (senyawa) dapat terurai menjadi unsur karbon dan air. "Lihat apa yang terjadi pada gula ini! Mengapa bisa begitu?"
● Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
2. Kegiatan Inti (60 menit)
Memahami (Berkesadaran, Bermakna):
● Guru menayangkan video singkat atau infografis tentang pembentukan senyawa (misalnya, pembentukan air dari hidrogen dan oksigen).
● Peserta didik kembali dalam kelompok yang sama. Setiap kelompok diberikan studi kasus atau artikel pendek tentang pembentukan senyawa tertentu (misalnya, pembentukan garam dapur dari natrium dan klorin).
● Diferensiasi Konten: Artikel atau studi kasus dapat bervariasi tingkat kesulitannya. Kelompok yang membutuhkan tantangan lebih dapat menganalisis beberapa reaksi pembentukan senyawa.
● Peserta didik berdiskusi untuk merumuskan pengertian senyawa, perbedaan dengan unsur, dan mengapa sifat senyawa berbeda dengan unsur penyusunnya.
● Guru memfasilitasi diskusi dengan pertanyaan: "Apa perbedaan paling mendasar antara unsur dan senyawa? Mengapa air memiliki sifat yang berbeda dengan gas hidrogen dan gas oksigen?"
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):
● Setiap kelompok diminta untuk membuat "Mind Map" atau "Diagram Venn" yang membandingkan unsur dan senyawa, lengkap dengan contoh.
● "Show and Tell": Peserta didik membawa satu contoh senyawa dari rumah dan menjelaskan mengapa itu adalah senyawa. (Diferensiasi produk: bebas memilih contoh dan cara menjelaskan).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):
● Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil Mind Map/Diagram Venn.
● Guru memberikan klarifikasi dan penguatan konsep.
● Peserta didik diminta menuliskan 3 contoh senyawa yang baru mereka ketahui.
3. Kegiatan Penutup (15 menit)
● Umpan Balik Konstruktif (Berkesadaran, Bermakna): Guru memberikan apresiasi terhadap partisipasi dan pemahaman peserta didik. "Bagian mana dari konsep senyawa yang paling menarik bagi kalian? Apa yang masih perlu kalian perdalam?"
● Menyimpulkan Pembelajaran: Mereview pengertian senyawa dan perbedaannya dengan unsur.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan membahas tentang campuran. Tugas: mencari tahu perbedaan antara kopi yang sudah diaduk dan kopi yang belum diaduk.
Materi :
Pertanyaan Pemantik :
§ Sifat-sifat fisik apa yang dapat kalian amati dari benda-benda ini?
§ Kalian telah mengenal nama-namanya. Di manakah benda-benda ini kalian temukan? Bagaimana manusia memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari?
§ Kelompokkanlah benda-benda yang menurutmu memiliki sifat-sifat fisik yang sama!
§ Jika belum pernah melihat semua benda yang ditunjukkan, buatlah dugaan mengenai kegunaan setiap benda tersebut!
BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
UNSUR
Siapa di antara kalian yang suka olahraga? Kegiatan olahraga adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Selain dapat menyehatkan badan, berolahraga bersama teman-teman dan keluarga juga dapat membuat persahabatan dan persaudaraan kita lebih kuat. Beberapa orang menekuni bidang olahraga tertentu karena hobi, tetapi ada juga yang serius menggelutinya dan menjadikannya sebagai profesi.
Atlet menguji kemampuannya melalui berbagai pertandingan, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) untuk tingkat nasional, dan banyak lagi kegiatan olahraga tingkat internasional. Jika berhasil mengungguli atlet lain, mereka akan meraih medali.
Apakah kalian pernah melihat medali? Gambar 5.1 memperlihatkan contoh medali yang biasanya diperoleh atlet dalam pertandingan olahraga. Juara pertama mendapatkan medali emas, juara kedua mendapatkan medali perak, dan juara ketiga mendapatkan medali perunggu. Pernahkah kalian berpikir, mengapa ketiga logam ini yang digunakan untuk mengapresiasi atlet setelah berhasil mengungguli lawan-lawannya? Sebagai aktivitas awal bab ini, ayo lakukan Aktivitas 5.1 bersama teman sebangkumu!
Kelima unsur logam yang telah kalian amati pada Aktivitas 5.1 merupakan logam yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Besi adalah logam yang umum digunakan dalam berbagai perkakas. Emas, perak, dan tembaga termasuk dalam golongan logam mulia, karena sifatnya yang tidak mudah bereaksi dengan zat kimia lain, sehingga terhindar dari peristiwa korosi ataupun oksidasi.
Itu juga yang menjadi alasan mengapa medali untuk pemenang dalam lomba olahraga umumnya menggunakan ketiga logam mulia ini. Adapun timah, adalah logam yang dijadikan campuran untuk membuat perunggu. Perunggu umumnya merupakan campuran logam timah dengan tembaga.
Hidup kita tidak dapat terlepas dari berbagai unsur yang melimpah ruah di sekitar kita. Manusia dan semua makhluk hidup lain bergantung pada keberadaan unsur-unsur ini. Logam yang kalian lihat dalam Aktivitas 5.1 adalah contoh unsur murni yang dapat kita amati dengan mudah. Unsur juga ada di dalam tubuh kita, dalam bentuk berbeda karena telah bersenyawa dengan unsur-unsur lainnya.
Dalam subbab ini, kalian akan mengenal lebih lanjut tentang unsur, hubungan unsur dengan atom, serta sistem periodik unsur. Kalian diharapkan dapat menemukan manfaat unsur dalam kehidupan serta dapat mengidentifikasi unsur berdasarkan sifat-sifat fisika dan kimianya.
1. Berkenalan dengan Unsur
Unsur adalah bagian terkecil dari suatu zat. Semua zat, terlihat ataupun tidak terlihat, terdiri atas unsur. Zat dapat terdiri atas satu unsur, seperti beberapa contoh logam pada Aktivitas 5.1. Dalam bentuk ini, disebut sebagai unsur murni. Zat juga dapat terdiri atas beberapa unsur, bentuknya dapat berupa senyawa atau campuran.
Bandingkan pengertian unsur ini dengan hasildiskusi kelompokmu. Apakah ada persamaan yang kalian temukan?
Penyelidikan tentang unsur sudah dilakukan bahkan sejak ilmuwan belum menemukan teknologi. Dapat kalian bayangkan, ilmuwan dari berbagai penjuru dunia melakukan pengamatan pada zat yang sama, karena unsur memang berada di mana-mana. Ilmuwan perlu memiliki kesepakatan terhadap penyebutan unsur tersebut, agar mudah dimengerti di manapun unsur itu berada. Dibutuhkan bahasa universal agar pengenalan terhadap unsur ini mudah dilakukan. IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) adalah organisasi yang bertugas memastikan bahasa universal ini diwujudkan dalam mengenal unsur-unsur di seluruh dunia.
Sebelum diatur oleh IUPAC, kita menyebut unsur-unsur tersebut dengan bahasa daerah masingmasing. Mari kita ilustrasikan dengan Gambar 5.3 berikut.
Gambar 5.3 Berbagai Logam dan Penyebutannya di Dunia.
Untuk satu unsur saja, sudah ada begitu banyak penyebutan. Bayangkan, di dunia ini ada 118 unsur yang sudah diidentifikasi. Betapa membingungkannya jika kita tidak memiliki kesepakatan pada penyebutan unsur-unsur ini. Oleh IUPAC, setiap unsur diberi nama dan simbol untuk membedakan antara satu unsur dengan unsur lainnya. Nama unsur secara universal menggunakan bahasa Latin.
Peng gunaan satu bahasa universal untuk menyebut unsur memudahkan ilmuwan dari berbagai dunia berkomunikasi mengenai penemuan-penemuannya. Meski demikian, untuk kebutuhan sehari-hari, kita tetap menggunakan nama dari bahasa daerah masingmasing. Selain nama, unsur juga memerlukan simbol untuk mempermudah pengenalannya. Simbol menjadi penting, karena tidak semua unsur dapat dilihat dengan mata telanjang. Simbol unsur diambil dari huruf depan nama universalnya. Jika ada unsur dengan huruf depan sama, maka akan ditambahkan dengan huruf kedua. Jadi, simbol unsur terdiri atas paling banyak 2 huruf. Berikut beberapa contoh nama dan simbol unsur.
Tabel 5.1 Nama dan Simbol Unsur
|
Nama Unsur dalam Bahasa Indonesia |
Nama Unsur dalam Bahasa Universal (Bahasa Latin) |
Simbol Unsur |
|
Karbon |
Carbon |
C |
|
Kalsium |
Calcium |
Ca |
|
Klorin |
Chlorine |
Cl |
|
Oksigen |
Oxygen |
O |
|
Hidrogen |
Hydrogen |
H |
|
Emas |
Aurum |
Au |
|
Merkuri/Raksa |
Hydrargyrum |
Hg |
Ilmuwan telah mengidentifikasi 118 unsur, 94 unsur alami dan 24 unsur sintetis (buatan). Setelah diidentifikasi, unsur-unsur ini kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori tertentu, yang disebut sifat unsur. Sifat unsur ini terbagi dua, yaitu sifat kimia dan sifat fisika. Sifat kimia suatu unsur adalah reaksi yang ditunjukkan unsur tersebut jika bertemu dengan zat kimia lainnya. Sifat fisika suatu unsur berkaitan dengan kondisi fisik unsur tersebut, seperti warna, bentuk zat dalam suhu ruang, kerapatan, titik leleh, titik didih, serta daya hantar listrik atau panas. Selain sifat fisika dan kimia, ada juga sifat atomik unsur, yang berkaitan dengan bentuk konkrit suatu unsur dalam model atom, seperti energi ionisasi, afinitas elektron, konfigurasi elektron, jari-jari atom, dan keelektronegatifan unsur.
Setelah mempelajari setiap sifat ini, ilmuwan kemudian mengelompokkan unsur-unsur yang memiliki kesamaan-kesamaan tertentu. Unsur-unsur yang telah dikelompokkan ini lalu dimasukkan ke dalam daftar yang disebut sebagai Sistem Periodik Unsur.
Perhatikan bagan dalam Gambar 5.4 berikut.
Berdasarkan sifat fisika dan kimia suatu unsur, ada 3 kelompok besar yang utama, yaitu logam, nonlogam, dan metaloid. Metaloid adalah unsurunsur yang memiliki sifat antara logam dan nonlogam. Secara umum, metaloid sulit dibedakan dengan unsur logam. Oleh karena itu, beberapa ilmuwan terkadang memasukkan unsur metaloid ini ke dalam unsur logam saja.
Di alam semesta, jenis unsur logam jauh lebih banyak dari unsur nonlogam. Meski demikian, bagi kita, keberadaan unsur nonlogam menjadi sangatlah penting, karena unsur nonlogam adalah unsur pembentuk tubuh kita. Dari 11 unsur yang jumlahnya cukup signifikan dalam tubuh manusia, 4 unsur dengan jumlah tertinggi adalah golongan unsur nonlogam. Gambar 5.5 menunjukkan ke-11 unsur penting dalam tubuh manusia tersebut.
Gambar 5.5 Unsur-unsur pembentuk tubuh manusia
Unsur-unsur pada Gambar 5.5 berada di tubuh kita tidak dalam bentuk murninya, melainkan dalam bentuk senyawa. Sebagai contoh, unsur Oksigen dan Hidrogen tidak berdiri sendiri. Lebih dari 50% tubuh manusia terdiri atas air. Molekul air disebut sebagai H20, yang terdiri atas 2 atom Hidrogen dan 1 atom Oksigen.
a. Sifat-Sifat Unsur Logam
Sifat fisik unsur logam sangatlah unik. Di satu sisi ia dikenal sebagai zat yang sangat kuat dan keras, namun logam juga mudah ditempa dan dibentuk sesuai dengan kebutuhan. Ini yang menyebabkan unsur logam banyak digunakan oleh manusia. Mulai dari alat rumah tangga hingga pesawat, semua memanfaatkan berbagai logam. Tahukah kalian, apa yang menyebabkan logam memiliki kekuatan seperti itu?
Dalam unsur logam, terdapat atom-atom penyusunnya. Atom-atom ini tersusun dengan rapat. Jika kalian masih ingat tentang wujud zat padat, ini pula yang terjadi pada unsur-unsur logam. Dikarenakan hampir semua unsur logam berwujud padat, maka sifat unsur logam juga sama dengan zat berwujud padat.
Hampir semua? Apakah itu berarti ada unsur logam yang tidak berwujud padat? Ya, ada unsur yang digolongkan logam, tetapi bentuknya tidak padat, melainkan cair. Amati kembali Gambar 5.3 dan kalian akan temukan jawabannya.
Unsur-unsur logam dapat berubah bentuk jika diberi perlakuan, seperti yang terjadi pada wujud zat saat mengalami perubahan fisika (Ayo, ingat kembali materi wujud zat di kelas 7 lalu). Unsur logam dapat kembali padat dan tetap pada bentuk setelah perlakuan dihentikan, karena ikatan antaratom penyusunnya yang kuat.
Sifat lain yang dimiliki unsur logam adalah memiliki kemampuan menghantarkan listrik yang baik. Oleh karena sifat penghantar listrik inilah, unsur logam sering dimanfaatkan untuk alat-alat industri yang berhubungan dengan listrik. Emas, perak, dan tembaga adalah 3 unsur logam yang memiliki daya hantar listrik terbaik. Meski demikian, untuk keperluan industri, tembaga, aluminium, atau besi lebih banyak digunakan dibanding emas atau perak. Ayo coba duga, kira-kira mengapa industri lebih memilih menggunakan bahan dari unsur logam yang daya hantar listriknya tidak sebaik emas atau perak?
Zat yang dapat menghantarkan listrik disebut sebagai konduktor. Kebalikan dari konduktor adalah isolator. Dapatkah kalian menyebutkan benda-benda di sekitar yang merupakan konduktor? Unsur logam secara umum dapat dibedakan dari unsur nonlogam karena terlihat mengilap. Kilapan permukaan logam berasal dari pantulan cahaya yang diserap oleh partikel dalam atom yang disebut elektron.
Gambar 5.7 Beberapa Unsur Logam
b. Sifat-sifat Unsur Nonlogam
Sifat-sifat unsur nonlogam merupakan kebalikan dari sifat-sifat unsur logam. Jumlah unsur nonlogam yang ditemukan dan dikenali di alam semesta ini hanya 17 unsur, yang terdiri atas 11 unsur nonlogam reaktif dan 6 unsur dari golongan gas mulia. Dari 17 unsur tersebut, 5 unsur berwujud padat, 1 unsur berwujud cair, dan sisanya berwujud gas pada suhu ruang.
Tabel 5.2 menunjukkan wujud unsur nonlogam pada suhu ruang.
Tabel 5.2 Unsur non-logam beserta simbol dan wujudnya
|
Nama Unsur |
Simbol |
Wujud |
|
Karbon |
C |
padat |
|
Fosfor |
P |
padat |
|
Selenium |
Se |
padat |
|
Iodin |
I |
padat |
|
Nitrogen |
N |
gas |
|
Oksigen |
O |
gas |
|
Fluor |
F |
gas |
|
Klorin |
Cl |
gas |
|
Bromin |
Br |
cair |
|
Hidrogen |
H |
gas |
|
Helium |
He |
gas |
|
Neon |
Ne |
gas |
|
Argon |
Ar |
gas |
|
Kripton |
Kr |
gas |
|
Xenon |
Xe |
gas |
|
Radon |
Rn |
gas |
Unsur nonlogam yang berwujud padat tidak sekuat unsur logam, ia mudah rapuh dan tidak dapat ditempa atau dibentuk. Titik didih dan titik leleh unsur nonlogam juga rendah, tidak seperti unsur logam yang memiliki titik didih dan titik leleh tinggi.
Sebagaimana unsur-unsur logam, manusia juga memanfaatkan unsur nonlogam dalam kehidupan sehari-hari. Dikarenakan sifatnya yang khas dengan wujud yang cenderung lebih beragam dibanding unsur logam, penggunaan unsur nonlogam juga sangat beragam. Unsur nonlogam ada yang dapat dimanfaatkan dalam bentuk unsur murninya, ada juga yang dimanfaatkan dalam bentuk senyawanya dengan unsur-unsur lain.
Simaklah Gambar 5.8 dan Gambar 5.9 berikut.
Gambar 5.8 Berbagai pemanfaatan unsur nonlogam murni dalam kehidupan.
Gambar 5.9 Berbagai pemanfaatan unsur nonlogam berbentuk senyawa dalam kehidupan.
Setelah membaca tentang sifat-sifat unsur, lakukanlah Aktivitas 5.3 untuk membuat kesimpulan mengenai perbedaan unsur logam dan nonlogam. Mengetahui sifat-sifat unsur menjadi hal yang sangat penting untuk dikuasai sebelum mengenal lebih jauh tentang unsur itu. Pengetahuan terhadap sifat unsur menjadi dasar bagi kalian sebelum dapat memanfaatkan unsur-unsur tersebut sesuai kebutuhan. Mengenal sifat-sifat unsur ini juga yang dilakukan para ilmuwan sejak dahulu, sebelum me mulai berbagai aktivitas penyelidikan di laboratorium.
2. Ada Unsur, Ada Atom
Barangkali kalian bertanya-tanya, ketika mempelajari tentang unsur logam dan nonlogam, ada beberapa istilah yang asing tetapi terus menerus diulang. Ada atom, elektron, dan ikatan. Pada bagian ini, kalian akan mengenal istilah-istilah tersebut lebih jelas. Atom berhubungan erat dengan unsur. Seperti apa hubungannya?
Aktivitas 5.4 mengajak kalian memahami konsep unsur dan atom melalui pendekatan analogi. Kertas A4 yang dipotong-potong mewakili sebuah unsur. Secara kasat mata, unsur dapat diamati. Unsur sebetulnya mengandung partikel yang bentuk dan ukurannya sama. Partikel ini adalah bagian yang paling kecil dalam suatu unsur. Inilah yang disebut sebagai atom.
Dari masa ke masa, teori yang menjelaskan tentang atom terus berkembang. Hadirnya satu pemahaman melengkapi atau bahkan mengoreksi teori sebelumnya. Perkembangan teori atom akan kalian perdalam di SMA nanti. Sebagai contoh model atom yang menggunakan
Teori Atom Bohr, perhatikan Gambar 5.11 berikut.
Gambar 5.11 Atom Helium dalam bentuk Model Atom Bohr.
Gambar yang kalian amati ini adalah atom Helium. Pada atom terdapat 3 subpartikel, yaitu proton, neutron, dan elektron. Proton dan neutron membentuk inti atom, sedangkan elektron bergerak dalam lintasan membentuk awan elektron. Jika pada tata surya benda langit mengitari Matahari dan bertahan di orbitnya karena ada gaya gravitasi Matahari, elektron berada di lintasannya mengelilingi inti atom karena ada gaya elektromagnetik.
Proton bermuatan positif, neutron bermuatan netral, sedangkan elektron bermuatan negatif. Setiap atom memiliki jumlah proton dan elektron yang sama, sehingga muatannya selalu netral.
Elektron yang berada dalam atom terus bergerak. Gerakan yang terus menerus dalam kecepatan dan lintasan yang konstan menimbulkan awan elektron yang mengelilingi inti atom. Jumlah elektron dalam atom suatu unsur berbeda-beda. Jarak letaknya terhadap inti atom pun berbeda, semakin jauh jarak elektron terluar mengakibatkan jari-jari atom semakin besar.
Pada atom terdapat elektron yang disebut elektron valensi. Letak elektron valensi umumnya ada di kulit terluar atom, kecuali untuk unsur-unsur dalam golongan transisi. Elektron valensi inilah yang dapat membentuk ikatan dengan elektron dari atom lain sehingga membuat sebuah atom dapat membentuk molekul. Ikatan ini diperlukan agar atom-atom dalam unsur lebih stabil.
Unsur-unsur yang memiliki jumlah elektron valensi sama umumnya memiliki sifat-sifat yang mirip. Persamaan sifat ini yang kemudian digunakan sebagai salah satu cara untuk mengelompokkan unsur dalam sebuah sistem yang disebut Tabel Periodik Unsur.
3. Mengintip Tabel Periodik Unsur
Gambar 5.13 Tabel Periodik Unsur
Tabel periodik unsur adalah tabel yang memuat seluruh unsur yang telah ditemukan di alam semesta, baik unsur alami maupun unsur buatan. Tabel periodik yang digunakan saat ini diinisiasi oleh Dmitri Mendeleev, seorang ilmuwan medio abad ke-19. Mendeleev menyusun tabel tersebut, mengelompokkan unsur-unsur yang memiliki kemiripan sifat, dan membaginya ke dalam golongangolongan.
Tidak hanya itu. Ia juga mampu memperkirakan sifat-sifat unsur yang saat itu belum ditemukan dan menempatkan “calon” unsur tersebut dalam kolom yang masih kosong. Bertahun kemudian, begitu banyak perkiraan yang dibuatnya menjadi kenyataan.
Tabel periodik kemudian menjadi tanggung jawab IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) dan diperbaharui sepanjang waktu. Penambahan terakhir terjadi pada November 2016, dengan hadirnya 4 unsur sintetis, yaitu nihonium, moscovium, tennessine, dan oganesson.
Seberapa banyak kalian mengenal unsur-unsur yang ada dalam Tabel Periodik Unsur tersebut? Dari Aktivitas 5.5 yang sudah kalian lakukan, sulitkah mengidentifikasi unsurunsur di sekitarmu?
Unsur tidak semuanya dapat kita temui dalam bentuk aslinya, umumnya ia bersama unsur lainnya akan membentuk zat yang disebut senyawa.. Pembentukan senyawa ini perlu melalui proses penyelidikan, berkaitan dengan sifat kimia yang ada pada unsur tersebut.
Sekarang, mari amati kembali Tabel Periodik Unsur pada Gambar 5.13. Menurutmu, mengapa bentuk Tabel Periodik Unsur seperti itu? Bagaimana para ilmuwan menentukan urutan-urutan dan letak suatu unsur dalam Tabel Periodik?
Sebelum menjawabnya, mari kenali terlebih dahulu Tabel Periodik itu sendiri. Untuk pengalaman belajar yang lebih menantang, kalian dapat mengakses https://ptable.com/ pada mesin pencari di internet. Di sana kalian akan mengetahui berbagai informasi mengenai unsur, termasuk senyawa yang dapat dibentuk dengan unsur lainnya. Gambar 5.10 berikut merupakan tangkapan layar dari situs tersebut.
Gambar 5.14 Unsur dalam Tabel Periodik dikelompokkan berdasarkan sifat fisika dan kimia suatu unsur.
Jika kalian perhatikan, unsur diurutkan ke bawah dan ke samping. Kelompok unsur dari atas ke bawah (kolom) disebut golongan, sedangkan unsur berurut ke samping (baris) disebut periode. Nomor periode sama dengan jumlah kulit elektron pada unsur tersebut, sedangkan nomor golongan sama dengan jumlah elektron valensi (kecuali unsur Helium yang berada pada golongan VIIIA dan unsurunsur golongan transisi).
Dalam Tabel Periodik, unsur-unsur logam menempati golongan 1 hingga 12, ditambah beberapa unsur dari golongan 13 sampai 17. Unsur-unsur nonlogam berada di bagian kanan Tabel Periodik. Topik Tabel Periodik Unsur ini akan kalian pelajari lebih lanjut di jenjang selanjutnya. Saat ini, gunakan informasi dalam Tabel Periodik untuk semakin mengenal unsur dan sifat-sifatnya. Pada Percobaan 5.6 berikut, kalian akan menyelidiki zat-zat dan mengelompokkannya berdasarkan sifatsifat yang teramati. Untuk keamanan kalian, lakukan percobaan ini di laboratorium, dengan mengikuti aturan yang berlaku di laboratorium.
Tugas Harian
Pertemuan 2: Penilaian Mind Map/Diagram Venn tentang Unsur dan Senyawa, serta hasil "Show and Tell"
Agar lebih mendalami materi hari ini silahkan simak video pembelajaran tentang senyawa dibawah ini :
ASESMEN
LATIHAN SOAL
● Tes Tertulis (5 soal):
1. Jelaskan perbedaan mendasar antara unsur, senyawa, dan campuran, serta berikan masing-masing dua contoh dalam kehidupan sehari-hari!
2. Perhatikan pernyataan berikut: "Garam dapur (NaCl) adalah senyawa, sedangkan air laut adalah campuran." Setujukah Anda? Jelaskan alasan Anda berdasarkan konsep unsur, senyawa, dan campuran!
3. Mengapa air (H$_2$O) memiliki sifat yang sangat berbeda dengan gas hidrogen (H$_2$) dan gas oksigen (O$_2$), meskipun air tersusun dari kedua unsur tersebut?
4. Anda memiliki segelas air gula dan segelas air lumpur. Jelaskan mengapa air gula termasuk campuran homogen dan air lumpur termasuk campuran heterogen!
5. Sebagai seorang siswa, mengapa penting bagi Anda untuk memahami konsep unsur, senyawa, dan campuran dalam kehidupan sehari-hari? Berikan minimal dua alasannya!

Komentar
Posting Komentar