Kelas IX. Asam dan Basa Tanggal 27 Januari 2026

 


REAKSI KIMIA  

 asam dan basa

 

Nama Guru             : Anita Wulandari, S.Pd.

Mata Pelajaran        : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas                       : IX

Elemen                    : Pemahaman IPA

Pertemuan               : 5

Jam ke                     : 3, 4, dan 5

1. Kompetensi Awal

Sebelum mempelajari materi reaksi-reaksi kimia dan dinamikanya peserta didik perlu memahami materi tentang persamaan kimia dan jenis-jenis reaksi kimia, asam-basa, serta energi dan laju reaksi kimia.

2. Kata Kunci

 Eksoterm

 Endoterm

 Produk

 Reaksi kimia

 Reaktan

3. Profil Pelajar Pancasila

 Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan berakhlak mulia

 Mandiri

 Gotong Royong

 Bernalar Kritis

 Kreatif

4. Sarana dan Prasarana

Sarana : laptop, proyektor, LKPD, alat tulis,

Prasarana : botol plastik, sendok, corong, balon, soda kue, cuka, kertas lakmus merah atau biru, pipet tetes, pelat tetes, label, air perasan jeruk, cuka, air mineral, air sabun cuci piring, dan obat mag, lumpang dan alu, pisau, gelas berisi air, saringan, bunga sepatu, kunyit, bunga telang, dan bahan alami lain  yang dapat dijadikan indikator asam-basa

5. Target Peserta Didik: peserta didik reguler

6. Model dan Mode Pembelajaran

Model pembelajaran : direct instruction dan cooperative learning, dan praktikum

Mode pembelajaran : tatap muka

7. Asesmen

 Asesmen non-kognitif

Capaian Pembelajaran

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati, mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat, membedakan perubahan fisik dan kimia serta memisahkan campuran sederhana. Peserta didik dapat mendeskripsikan atom dan senyawa sebagai unit terkecil penyusun materi serta sel sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup, mengidentifikasi sistem organisasi kehidupan serta melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tertentu (sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem pernapasan dan sistem reproduksi). Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklimPeserta didik mengidentifikasi pewarisan sifat dan penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), memahami hubungan konsep usaha dan energi, mengukur besaran suhu yang diakibatkan oleh energi kalor yang diberikan, sekaligus dapat membedakan isolator dan konduktor kalor.Peserta didik memahami gerak, gaya dan tekanan, termasuk pesawat sederhana. Peserta didik memahami getaran dan gelombang, pemantulan dan pembiasan cahaya termasuk alat-alat optik sederhana yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik dapat membuat rangkaian listrik sederhana, memahami gejala kemagnetan dan kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan atau masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk  menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana. Peserta didik mengenal pH sebagai ukuran sifat keasaman suatu zat serta menggunakannya untuk mengelompokkan materi (asam-basa  berdasarkan pH nya). Dengan pemahaman ini peserta didik mengenali sifat fisika dan kimia tanah serta hubungannya dengan organisme serta pelestarian lingkungan. Peserta didik memiliki keteguhan dalam mengambil keputusan yang benar untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang  membahayakan dirinya dan lingkungan.

Tujuan Pembelajaran 

 Peserta didik dapat lisasi larutan asam dan basa menjadi garam

 Peserta didik dapat menganalisis energi dan laju reaksi kimia beserta faktor-faktor yang memengaruhinya

Pemahaman Bermakna

Peserta didik mampu mendeskripsikan cara penulisan persamaan kimia dan menjelaskan berbagai jenis reaksi kimia beserta contohnya di kehidupan sehari-hari

 

Materi                         :  Asam dan Basa

Metode                       

Model pembelajaran cooperative learning, dan praktikum

Mode pembelajaran : tatap muka

Strategi                      : Diskusi & Tanya Jawab

Sarana                       : laptop, proyektor, LKPD

Asesmen         

     Asesmen non-kognitif

     Asesmen kognitif (sumatif)

Langkah-langkah Pembelajaran :

Pendahuluan

 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran, serta memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin.

 Memulai kelas dengan apersepsi guna menstimulus peserta didik. Apersepsi dilakukan dengan mengajukan pertanyaan “Ketika kamu membakar kertas, akan terlihat api yang lama kelamaan membuat kertas tersebut hilang, bukan? dan “Mengapa hal tersebut dapat terjadi?”.

Kegiatan Inti

 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan memotivasi peserta didik untuk belajar.

 Guru meminta peserta didik untuk mengamati proses pembakaran kertas pada Gambar 5.1.

 Guru menjelaskan proses pembakaran kertas yang menunjukkan terjadinya reaksi kimia dan ciri-cirinya, yaitu adanya perubahan warna, perubahan suhu, terbentuknya gas, ataupun terbentuknya endapan.

 Guru menjelaskan pengertian reaktan dan produk pada reaksi kimia serta contohnya. Misalnya saat kamu membakar kertas, reaktan pada peristiwa tersebut adalah selulosa dan oksigen. Adapun produk dari reaksi pembakaran tersebut adalah api, gas karbon dioksida, uap air, dan abu.

 Guru menerangkan pengertian persamaan kimia dan contohnya pada buku IPA 3 untuk SMP/MTs kelas IX terbitan Grafindo halaman 161-162 .

 Guru bertanya “Apa yang terjadi ketika kamu membiarkan apel yang telah dipotong di udara terbuka?”.

 Guru menjelaskan jenis-jenis reaksi kimia di dalam kehidupan sehari-hari, yaitu reaksi oksidasi dan contohnya. Misalnya reaksi perkaratan besi dan perubahan warna buah apel ketika dibiarkan di udara terbuka. Hal tersebut disebabkan oleh reaksi oksidasi yang melibatkan oksigen.

 Guru menjelaskan jenis-jenis rekasi kimia lainnya, yaitu reaksi penggabungan (sintesis), reaksi pengurai (dekomposisi), reaksi pertukaran tunggal dan ganda terdapat pada buku IPA 3 untuk SMP/MTs kelas IX terbitan Grafindo halaman 162-164.

 Guru mengorganisir peserta didik dalam kegiatan praktikum beranggotakan 3–4 orang.

 Guru menginstruksikan setiap kelompok untuk mengikuti langkah-langkah kegiatan di Kegiatan 5.1 buku IPA 3 untuk SMP/MTs kelas IX terbitan Grafindo halaman 164-165.

 Guru membimbing setiap kelompok untuk melakukan kegiatan dengan benar dan tertib.

 Guru menginstruksikan setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil percobaannya di depan kelas.

 Guru mengapresiasi setiap kelompok dengan memberikan pujian atas presentasinya.

Kegiatan Penutup

 Guru dan peserta didik meninjau kembali apa yang telah dilakukan dan dipelajari pada kegiatan pembelajaran kali ini dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya sebelum menutup kegiatan pembelajaran.

 Guru menginformasikan kepada peserta didik bahwa pertemuan selanjutnya akan membahas tentang asam, basa, indikator asam basa, dan praktikum asam atau basa.

 Guru menginstruksikan peserta didik untuk membentuk kelompok tugas di rumah menugaskan Tugas buku IPA 3 untuk SMP/MTs kelas IX terbitan Grafindo halaman 162 dan memberi tahu seluruh peserta didik untuk mengumpulkan hasilnya pada pertemuan selanjutnya.

 Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan salam.

Uraian Materi

2. Asam dan Basa

a. Asam

Asam adalah zat yang jika dilarutkan dalam air akan terurai menghasilkan ion H+. Misalnya hidrogen klorida (HCL) jika dilarutkan dalam air akan menjadi ion H+ dan ion Cl-. Dalam ilmu kimia, asam diartikan sebagai senyawa yang jika dilarutkan dalam air maka pH nya < 7 atau lebih kecil dari 7. Ada berbagai jenis asam yang bisa dijumpai dan dimanfaatkan setiap hari.

Contoh benda bersifat asam yang kerap dimanfaatkan oleh manusia yaitu sebagai berikut.

1) Asam askorbat (vitamin C) yang ada pada buah-buahan.

2) Asam sitrat ada pada buah lemon dan jeruk nipis

3) Asam malat ada pada buah apel dan buah pir

4) Asam asetat atau cuka, digunakan untuk bahan memasak

5) Asam folat ada pada pisang, alpukat, bayam, dan lainnya

6) Asam karbonat untuk bahan minuman bersoda

7) Asam sulfat untuk bahan aki mobil

Ada beberapa ciri dari zat asam, antara lain sebagai berikut.

1) Beberapa jenis asam yang aman dikonsumsi, jika dirasakan oleh lidah akan terasa masam. Asam jenis kuat juga terasa masam namun tidak dianjurkan untuk dicicipi karena bersifat merusak jaringan kulit.

2) Jika diukur dengan alat khusus, maka pH nya akan lebih kecil dari 7 atau ditulis pH < 7.

3) Jika terkena kulit akan terasa perih, untuk asam yang bersifat kuat. Juga bisa merusak kayu.

4) Bersifat korosif (memicu karat) jika terkena besi atau logam.

5) Bersifat dapat menghantar listrik karena mengandung elektrolit

6) Valensi asam adalah: jumlah ion H+ yang dapat dihasilkan oleh satu molekul asam

7) Ion sisa asam adalah: ion negatif yang terbentuk dari asam setelah melepas ion H+

b. Basa

Basa adalah semua zat yang jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion OH- misalnya pada senyawa natrium hidroksida NaOH akan terurai menjadi Na+ dan OH-. Jika basa bereaksi dengan asam, maka dihasilkan senyawa ‘garam’. Sifat yang umum pada senyawa basa dapat dilihat pada rasanya yaitu pahit serta jika diraba dengan jari akan terasa licin. Valensi basa adalah: jumlah ion OH- yang dilepaskan oleh 1 molekul basa.

Ciri-ciri zat yang bersifat basa, yaitu sebagai berikut.

1) Basa memiliki ciri yang dapat diketahui melalui indera manusia seperti berikut:

2) Rasanya pahit

3) Basa murni berbentuk kristal padat

4) Basa memiliki pH yang lebih besar dari pada 7 atau ditulis >7

5) Licin jika dipegang dengan jari

6) Sifatnya kaustik (merusak jaringan kulit) jika kadarnya tinggi

7) Dapat digunakan untuk mengemulsi minyak

8) Dapat menghantarkan listrik sebab mengandung elektrolit

Contoh basa dan kegunaannya yaitu sebagai berikut.

1) Natrium hidroksida (NaOH) digunakan sebagai pembersih, dan juga dalam pemurnian

air limbah

2) Kalsium hidroksida (Ca(OH)2 digunakan dalam konstruksi bangunan sebagai bahan

campuran adukan semen

3) Natrium bikarbonat (NaHCO3) digunakan sebagai antasid dalam mengatasi masalah

pencernaan

4) Magnesium hidroksida (Mg(OH)2 digunakan sebagai antasida dan pengatur kadar air

dalam usus

c. Indikator Asam Basa

Indikator asam basa merupakan zat warna yang bergantung pada pH larutan. Indikator asam basa bisa diartikan sebagai zat yang dapat menunjukkan sifat asam, basa, dan netral pada suatu larutan. Indikator warna asam basa bisa menunjukkan warna berbeda pada larutan asam dan basa. Perbedaan warna yang berbeda tersebut yang menunjukkan sifat asam atau basa.

Jenis-Jenis Indikator Asam Basa

Ada beberapa jenis indikator asam basa yang bisa digunakan untuk menentukan sifat suatu zat. Ada indikator alami asam basa dan ada indikator buatan asam basa. Di bawah ini jenis-jenis indikator asam basa:

1) Kertas Lakmus

Indikator buatan asam basa yang pertama adalah kertas lakmus. Indikator ini yang paling banyak digunakan di laboratorium karena praktis dan harganya cukup murah. Ada dua jenis kertas lakmus yang bisa kamu jumpai, yaitu lakmus merah dan lakmus biru.

Senyawa yang ingin diidentifikasi sifatnya akan diteteskan ke dalam kertas lakmus atau kertas lakmus dicelupkan ke dalam senyawa. Nantinya kertas lakmus akan berubah warna, menjadi biru atau merah sesuai dengan sifat larutan.

2) Indikator Alami

Selain menggunakan kertas lakmus, untuk melihat sifat zat asam, basa, atau netral juga bisa menggunakan berbagai jenis tanaman. Indikator asam basa dari tanaman ini disebut indikator alami. Seperti indikator alami asam basa dari kunyit atau indikator alami asam basa wortel.

Tidak semua tanaman bisa dijadikan indikator alami asam basa. Salah satu syarat tanaman bisa dijadikan indikator alami asam basa adalah adanya perubahan warna apabila ekstraknya diteteskan larutan asam atau basa.

Untuk mengetahui hal tersebut, banyak penelitian yang menggunakan beberapa tanaman ditulis dalam indikator alami asam basa jurnal, seperti contohnya jurnal berjudul Indikator Asam Basa dari Bunga Dadap Merah (Erythrina crista-galli L.) terbitan University of Tadulako, Palu.

3) Indikator Larutan Asam Basa

Indikator larutan asam basa adalah indikator asam basa lainnya yang dipakai untuk mengetahui sifat asam basa sebuah senyawa. Indikator larutan asam basa yang paling banyak digunakan adalah larutan indikator fenolftalein (PP), metil merah (mm), metil jingga (mau), dan bromtimol blue (BTB).

4) pH Meter

pH meter juga dapat dijadikan sebagai alat pengukur pH untuk menunjukkan sifat asam basa sebuah larutan dengan cepat. Indikator pH asam basa ini biasa dipakai untuk indikator titrasi asam basa.

Di dalam pH meter terdapat elektroda yang apabila dicelupkan dalam sebuah larutan asam basa akan muncul nilainya pH-nya. Menentukan nilai pH dari pH meter cukup mudah, bisa dilihat secara langsung karena adanya angka yang muncul di layar digital pH meter tersebut.

5) Indikator Universal Asam Basa

Selanjutnya adalah indikator universal asam basa yang terdiri dari berbagai warna untuk tiap-tiap pH, mulai dari pH 1 sampai 14. Indikator universal tersebut berupa larutan dan sebuah kertas. Dalam paket indikator universal asam basa selalu dilengkapi dengan warna standar untuk pH 1 sampai 14.

Cara menggunakan indikator universal adalah dengan mencelupkan kertas indikator universal ke larutan yang ingin diteliti atau diketahui nilai pH-nya. Kemudian tinggal menunggu perubahan warna yang terjadi pada kertas dan membandingkan dengan warna standar pada indikator universal asam basa untuk menentukan pH-nya.

d. Reaksi Netralisasi

Jenis senyawa garam yang paling dikenal adalah garam dapur atau namasenyawa kimianya natrium klorida (NaCl). Garam ini banyak digunakan dalam pengolahan makanan. Bagaimana senyawa garam dapat terbentuk?

Salah satu reaksi yang dapat membentuk garam adalah reaksi asam dan basa atau reaksi netralisasi. Pada reaksi netralisasi tersebut akan dihasilkan garam dan air.

Asam + Basa → Garam + Air

Garam secara luas digunakan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain untuk industri pupuk, obat-obatan, pengolahan makanan, dan bahan pengawet. Contoh reaksi asam dan basa yang membentuk berbagai jenis garam adalah:

HCl + NaOH → NaCl + H2O

Asam klorida + Natrium hidroksida →  Garam NaCl + air

3. Energi dan Laju Reaksi

a. Reaksi Eksoterm dan Endoterm

1) Reaksi Eksoterm

Eksoterm dapat dikatakan sebagai suatu bentuk reaksi kimia yang bisa menciptakan kalor. Reaksi ini muncul karena terjadi perpindahan panas atau kalor yang berasal dari sistem menuju ke lingkungan, sehingga suhu lingkungan menjadi lebih tinggi atau panas. Reaksi eksoterm sendiri bisa terjadi secara alami atau maupun disengaja.

Contoh reaksi eksoterm yang terjadi secara alami adalah air yang mengalir, besi yang berkarat, atau proses pembakaran kayu. Sementara itu, reaksi eksoterm yang terjadi karena disengaja misalnya proses percobaan di laboratorium, seperti mencampur air dengan asam pekat, air dengan natrium peroksida, dan lainnya.

Meski demikian, biasanya reaksi ini terjadi secara spontan. Contohnya, proses pembuatan etanol dan fermentasi glukosa, atau reaksi dari pembuatan NaCl. Pada reaksi ini, NaOH dan HCl menjadi reaktan, sedangkan H2O dan NaCl adalah produknya. Dalam urutan reaksi tersebut, yang menjadi reaktan nya adalah larutan HCl serta NaOH. Sementara yang menjadi produknya adalah larutan NaCl dan H2O.

2) Reaksi Endoterm

reaksi endoterm bisa diartikan sebagai reaksi ketika kalor dari lingkungan masuk pada sistem atau lebih mudahnya adalah bentuk reaksi penyerapan kalor. Pada reaksi ini, terjadi perpindahan panas dari lingkungan ke sistem yang berakibat penurunan suhu dari lingkungan menjadi lebih rendah.

Oleh karena menyerap energi, reaksi ini bisa menyebabkan meningkatnya energi pada sistem. Jadi, besar entalpi juga tentu meningkat dan terjadi perubahan ke arah positif. Contoh dari reaksi ini dalam keseharian adalah proses fotosintesis pada tanaman. Ketika proses ini terjadi, pohon menyerap panas yang berasal dari matahari, lalu menambah entalpi dari reaksi yang terjadi.

Suatu reaksi yang masuk dalam kelompok reaksi eksoterm dengan beberapa ciri berikut.

a) Lingkungan akan menyerap kalor dari sistem.

b) Baik sistem maupun lingkungan memiliki besar kalor yang sama.

c) Saat kalor pada sistem dan lingkungan dijumlahkan, hasilnya adalah nol.

d) Ketika akhir reaksi, kalor pada lingkungan angkanya selalu lebih rendah daripada kalor pada sistem.

d) Jumlah entalpi pada produk umumnya lebih rendah daripada entalpi reaksi.

e) Perubahan entalpi akan menunjukkan nilai negatif.

f) Ketika sistem melepas energi, peningkatan suhu bisa dilihat dari api. Apabila kalor berhenti, reaksi akan terus berjalan.

Adapun ciri-ciri dari reaksi endoterm yang bisa diperhatikan, antara lain sebagai berikut.

a) Produk mempunyai jumlah energi yang lebih besar dibandingkan dengan reaktan.

b) Ikatan kimia yang terbentuk bisa melepas energi.

c) Dibandingkan dengan reaktan, energi ikatan pada produk memiliki jumlah yang lebih besar.

d) Perubahan entalpi akan menunjukkan nilai positif.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Reaksi Eksoterm dan Endoterm

Reaksi eksoterm dan endoterm masuk dalam reaksi kesetimbangan kimia. Pada reaksi tersebut, ada 4 faktor yang memengaruhi pergeseran kesetimbangan, antara lain:

a) Volume

b) Tekanan

c) Suhu

d) Konsentrasi

Dari keempat faktor tersebut, suhu menjadi faktor yang paling memengaruhi reaksi eksoterm dan endoterm. Mudahnya, apabila terjadi kenaikan suhu, maka kesetimbangan akan bergeser menuju ke arah senyawa yang menyerap suhu atau berlangsung reaksi endoterm.

Sebaliknya, apabila suhu mengalami penurunan, maka terjadi pergeseran kesetimbangan menuju ke arah terbentuknya senyawa yang melepas panas atau berlangsung reaksi eksoterm. Pada reaksi ini, nilai entalpinya adalah negatif.

b. Laju Reaksi Kimia

Laju reaksi kimia didefinisikan sebagai perubahan konsentrasi suatu reaktan atau produk dalam satuan waktu. Dalam reaksi kimia, reaktan-reaktan berinteraksi satu sama lain, membentuk ikatan dan menghasilkan produk-produk baru. Laju reaksi ditentukan oleh beberapa faktor yaitu sebagai berikut.

1. Konsentrasi Reaktan

Berkenaan dengan reaktan, konsentrasi mempengaruhi laju reaksi. Semakin tinggi konsentrasi reaktan, semakin sering tumbukan antara molekul-molekul reaktan terjadi, maka laju reaksi pun meningkat. Sebaliknya, jika konsentrasi reaktan rendah, tumbukan antara molekul-molekul jarang terjadi, maka laju reaksi menjadi lambat. Dalam teori tumbukan laju reaksi ini, konsentrasi reaktan memainkan peran yang penting.

2. Suhu

Suhu juga memengaruhi laju reaksi kimia. Ketika suhu meningkat, energi kinetik molekul-molekul reaktan juga meningkat. Hal ini menyebabkan meningkatnya kecepatan tumbukan antara molekul-molekul tersebut, sehingga laju reaksi menjadi lebih cepat. Sebaliknya, pada suhu rendah, molekul-molekul bergerak lebih lambat, sehingga laju reaksi menjadi lebih lambat.

3. Katalis

Katalis adalah zat yang mempercepat laju reaksi kimia tanpa ikut berubah secara permanen. Katalis bekerja dengan menurunkan energi aktivasi yang diperlukan untuk memulai reaksi. Dengan demikian, katalis memungkinkan reaksi terjadi pada suhu lebih rendah, tetapi dengan kecepatan yang lebih tinggi. Contoh katalis laju reaksi yang umum dijumpai adalah enzim dalam sistem biologis dan logam dalam industri kimia.

4. Luas Permukaan

Faktor berikutnya adalah luas permukaan laju reaksi. Jika reaktan berbentuk padat atau berada dalam fase terdispersi, luas permukaan reaktan mempengaruhi laju reaksi. Semakin besar luas permukaan reaktan, semakin banyak area yang tersedia untuk tumbukan dengan reaktan lainnya. Ini mengarah pada peningkatan kemungkinan tumbukan yang efektif dan, akibatnya, meningkatkan laju reaksi. Sebagai contoh, jika sebuah logam dipotong menjadi serpihan atau serbuk, luas permukaan logam tersebut akan meningkat dan reaksi dengan zat lain dapat terjadi dengan lebih cepat.

Laju reaksi tidak hanya terjadi dalam laboratorium atau lingkungan industri, tetapi juga ada dalam kehidupan sehari-hari kita. Berikut adalah contoh-contoh laju reaksi kimia yang kita temui sehari-hari.

1. Pencernaan Makanan

Proses pencernaan makanan dalam tubuh manusia melibatkan sejumlah reaksi kimia yang kompleks, termasuk katalis laju reaksi. Enzim-enzim dalam sistem pencernaan bertindak sebagai katalis untuk mempercepat laju reaksi pemecahan molekul-molekul makanan menjadi nutrisi yang dapat diserap oleh tubuh.

2. Pemutih Pakaian

Contoh laju reaksi kimia berikutnya adalah pada penggunaan zat pemutih pakaian. Ketika mencuci pakaian yang terkena noda membandel, kita sering menggunakan zat pemutih untuk mempercepat proses pembersihan. Pemutih pakaian bekerja dengan cara mempercepat laju reaksi oksidasi yang menghilangkan noda tersebut.

3. Fermentasi dalam Pembuatan Roti dan Bir

Dalam pembuatan roti, proses fermentasi melibatkan ragi sebagai katalis laju reaksi.  Ragi mempercepat laju reaksi perubahan gula menjadi gas karbondioksida, sehingga adonan roti mengembang. Demikian pula dalam pembuatan bir, ragi digunakan untuk mengubah gula dalam malt menjadi alkohol dan gas karbondioksida.

4. Pengarangan Buah

Ketika buah terkena udara dan oksigen, terjadi reaksi kimia yang dikenal sebagai pengarangan. Proses ini melibatkan oksidasi asam askorbat (vitamin C) dalam buah. Laju reaksi kimia dalam proses pengarangan ini dipengaruhi oleh suhu dan kehadiran enzim peroksidase. Itulah mengapa buah dapat berubah warna atau teroksidasi setelah dipotong dan dibiarkan terbuka.

5. Kehadiran Logam Karat

Logam seperti besi dan baja akan mengalami reaksi oksidasi dengan kelembapan udara, sehingga terbentuklah karat. Laju reaksi kimia yang berupa karat ini dipengaruhi oleh kelembapan, suhu, dan kehadiran oksigen dalam udara.

6. Penyembuhan Luka

Proses penyembuhan luka pada tubuh manusia melibatkan serangkaian reaksi kimia yang terdiri atas pertumbuhan sel-sel baru, sintesis kolagen, dan penyembuhan jaringan. Laju reaksi kimia dalam proses penyembuhan luka dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti sirkulasi darah, nutrisi, dan kesehatan seseorang secara umum.

Dalam kehidupan sehari-hari, laju reaksi kimia memiliki peran yang signifikan dalam berbagai aspek, mulai dari proses biologis dalam tubuh manusia hingga proses kimia yang terjadi di sekitar kita. Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dapat membantu kita mengoptimalkan proses kimia yang diinginkan dan menghindari reaksi yang tidak diinginkan

Silahkan untuk menyimak video pembelajaran lebih lanjut penjelasan Asam dan Basa silahkan disimak video nyaa ya... 

 
Penugasan
A. Pilihan Ganda
  1. Sifat umum dari larutan asam adalah...
    a. Terasa licin di kulit
    b. Memiliki pH di atas 7
    c. Mengubah warna kertas lakmus biru menjadi merah
    d. Rasanya pahit
  2. Jika suatu larutan memiliki pH 9, maka larutan tersebut bersifat...
    a. Asam kuat
    b. Basa
    c. Netral
    d. Asam lemah
  3. Contoh bahan rumah tangga yang bersifat basa adalah...
    a. Air jeruk
    b. Cuka dapur
    c. Air sabun
    d. Minuman berkarbonasi
B. Isian Singkat
  1. Alat atau bahan yang digunakan untuk mendeteksi sifat asam atau basa suatu zat disebut dengan [Indikator].
  2. Larutan yang memiliki nilai pH tepat 7 disebut larutan [Netral].

Langkah Kerja Praktikum Asam Basa
Praktikum ini bertujuan untuk menguji sifat air sabun menggunakan indikator kertas lakmus.
Alat dan Bahan:
  • Kertas lakmus merah
  • Kertas lakmus biru
  • Air sabun (sabun mandi atau sabun cuci piring yang dilarutkan)
  • Wadah kecil (gelas plastik atau cawan)
  • Pipet tetes atau sendok kecil
Langkah-langkah Kerja:
  1. Persiapan Sampel: Masukkan sedikit air sabun ke dalam wadah kecil yang bersih.
  2. Persiapan Indikator: Siapkan satu potong kecil kertas lakmus merah dan satu potong kecil kertas lakmus biru di atas permukaan yang kering (bisa menggunakan plat tetes atau piring kecil).
  3. Pengujian: Teteskan sedikit air sabun ke atas kedua jenis kertas lakmus tersebut menggunakan pipet atau sendok.
  4. Pengamatan: Amati perubahan warna yang terjadi pada kedua kertas lakmus tersebut.
  5. Pencatatan: Catat hasilnya dalam tabel pengamatan.
Tabel Hasil Pengamatan (Contoh):
BahanLakmus MerahLakmus BiruSifat Larutan
Air SabunBerubah jadi BiruTetap BiruBasa
Kesimpulan:
Air sabun bersifat basa karena mampu mengubah warna kertas lakmus merah menjadi biru, sementara lakmus biru tetap berwarna biru.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas IPA Kelas 7 Tahun Pelajaran 2024/2025

Tugas IPA Kelas 8 Tahun Pelajaran 2024/2025

VIII. Sistem Ekskresi / Pembuangan Tanggal 1 September 2025