Kelas VII. Gerak Lurus Dan Gaya Tanggal 14 November 2025

 

GERAK LURUS DAN GAYA 

Nama Guru             : Anita Wulandari, S.Pd.

Mata Pelajaran        : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas                        : VII

Elemen                     : Pemahaman IPA 

Pertemuan                : 29

Jam ke                      : 3,4, dan 5

CP

Pelajar diharapkan mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), usaha dan energi, suhu dan kalor (termasuk isolator dan konduktor), gerak dan gaya, pesawat sederhana, tekanan, getaran dan gelombang, pemantulan dan  pembiasan (alat-alat optik), rangkain listrik dan kemagnetan untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran

Melalui percobaan sederhana dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep gaya (jenis dan pengaruhnya) serta memahami Hukum Newton I (hukum kelembaman) dengan benar, serta menunjukkan sikap teliti.

Alur Tujuan Pembelajaran:

§ Pelajar dapat mendeskripsikan konsep kelembaman dan resultan gaya.

§ Pelajar dapat menyebutkan macam-macam gaya.

§ Pelajar dapat menunjukkan pembuktian Hukum Newton melalui percobaan sederhana yang manarik.

Indikator CapaianPembelajaran :

§ Menjelaskan alasan benda dapat bergerak.

§ Menjelaskan perbedaan pengertian posisi, jarak, dan perpindahan.

  Pemahaman Bermakna

Bagaimana gaya dapat memunculkan gerak pada benda?

 

Materi : Gerak Lurus dan Gaya 
 
Sub Bab : Gaya

Metode : Model pembelajaran tatap muka, dan blended learning.

Strategi : Diskusi/Tanya Jawab

Pemanfaatan Digital : 

     Perencanaan: Menggunakan Learning Management System (LMS) seperti Google Classroom, Moodle, atau Schoology untuk mengunggah rencana pembelajaran, materi ajar, dan tugas.

     Pelaksanaan: Memanfaatkan forum diskusi daring di LMS untuk melanjutkan diskusi di luar jam pelajaran, berbagi sumber belajar digital (video, simulasi interaktif), dan menggunakan perpustakaan digital untuk referensi tambahan.

     Asesmen: Melakukan asesmen daring melalui kuis interaktif (misalnya Quizizz, Kahoot), formulir Google untuk survei pemahaman, dan pengumpulan tugas proyek dalam format digital. 

 

Langkah-langkah Pembelajaran :

KegiatanPendahuluan

Orientasi

a)  Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa  untuk  memulai pembelajaran

b)  Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin

c)  Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik  dalam mengawali kegiatan pembelajaran.

Apersepsi

Guru mengawali topik dengan mengingat kembali bahasan pada pertemuan

sebelumnya. Guru dapat mengajukan beberapa pertanyaan seperti berikut.

a) Apa yang menyebabkan suatu benda dapat bergerak?

b) Kenapa ada benda yang dapat menyeimbangkan diri?

KegiatanInti

Aktivitas Pemantik

a) Guru selanjutnya dapat membuat suatu percobaan sederhana yangdituangkan di dalam Aktivitas 4.3.

b) Guru dapat memberikan pertanyaan-pertanyaan menarik mengenai hasilpercobaan yang mengajak pelajar untuk berikir cermat seperti: Kokbisa ya benda tersebut tidak bergerak sama sekali/ bergeser?”

Aktivitas Utama

a) Guru mengajak pelajar mengamati kegiatan mendorong meja yangdidemonstrasikan di depan kelas.

b) Guru mengajak pelajar untuk mencoba secara mandiri kegiatan Aktivitas 4.4dan mengarahkan mereka untuk menemukan fenomena yang menarik.

 

KegiatanPenutup

a)  Siswa dapat menyimpulkan isi materi pada pembelajaran hari ini.

b)Siswa mengkomunikasikan kendala yang dihadapi dalam mengikuti pembelajaran hari ini.

c)Guru mempersilahkan peserta didik untuk berdoa dan mensyukuri segala nilmat yang diberikan Tuhan YME.

Guru dapat mengajak pelajar untuk mengamati gaya aksi reaksi yang dapatdiamati di sekolah, seperti peristiwa menarik bendera. Mengamati gerakbenda lainnya yang diakibatkan oleh pemberian gaya, seperti gerobak sampahsekolah yang didorong petugas kebersihan.

 Proyek

Proyek ini merupakan puncak pengalaman belajar bermakna pada babini. Pelajar diajak untuk membuat roket dari alat yang mudah diperoleh dilingkungan sekitar. Alat yang dibuat dalam proyek ini menerapkan prinsipdari Hukum Newton yang telah dipelajari.

Releksi

a) Pelajar mengunjungi kembali Tabel T-I-S, mengecek secara mandiripertanyaan-pertanyaan yang mungkin sudah terjawab selama aktivitasutama dilaksanakan.

b) Guru memberikan pertanyaan relektif di akhir pertemuan seperti, Apayang kalian pahami tentang gaya itu?”

c) Guru mengajak pelajar untuk mengevaluasi peran masing-masingdalam kerja kelompok yang dilakukan. Apa saja yang menghambat danmendorong sehingga proyek akhir bab berhasil.

Pertemuan 24

Uraian Materi

PERTANYAAN PEMANTIK

Kokbisa ya benda tersebut tidak bergerak sama sekali/ bergeser?”

Gaya dalam teknologi merujuk pada tarikan atau dorongan yang menyebabkan perubahan gerak atau bentuk benda, yang dapat diukur dengan alat seperti neraca pegas. Dalam konteks teknologi, gaya dipelajari untuk memahami dan menciptakan teknologi yang melibatkan gerak, seperti kendaraan, mesin, dan aplikasi teknologi sehari-hari yang semuanya bergantung pada prinsip-prinsip gaya seperti gravitasi, gesekan, dan gaya otot. 
Konsep dasar gaya 
  • Definisi: Gaya adalah interaksi yang dapat mengubah gerak, posisi, atau bentuk suatu benda. Gaya memiliki nilai (besaran) dan arah, sehingga termasuk besaran vektor.
  • Satuan: Satuan gaya dalam Sistem Internasional (SI) adalah Newton (N), seperti yang ditemukan oleh Sir Isaac Newton.
  • Pengaruh: Gaya dapat mengubah bentuk benda, mengubah arah benda, mengubah benda diam menjadi bergerak, mengubah benda bergerak menjadi diam, atau mengubah kecepatan gerak. 
Jenis-jenis gaya dalam teknologi 
  • Gaya Otot: Gaya yang dilakukan oleh otot, seperti pada saat mengendarai sepeda atau mengangkat benda.
  • Gaya Mesin: Gaya yang dihasilkan oleh kerja mesin, seperti pada mesin kendaraan, mesin pabrik, atau robot.
  • Gaya Gravitasi: Gaya tarik bumi yang menyebabkan benda jatuh ke bawah dan merupakan prinsip penting dalam teknologi dirgantara dan navigasi.
  • Gaya Gesek: Gaya yang timbul dari dua permukaan benda yang saling bersentuhan, seperti pada ban kendaraan dengan jalan atau pada komponen mesin, dan dapat dimanfaatkan atau dikurangi untuk meningkatkan efisiensi teknologi.
  • Gaya Pegas: Gaya yang dihasilkan oleh pegas, digunakan pada sistem suspensi kendaraan atau pada teknologi lainnya yang memerlukan energi tersimpan.
  • Gaya Magnet: Gaya yang dihasilkan oleh magnet, digunakan dalam teknologi seperti motor listrik, generator, dan kereta maglev. 
Teknologi yang berkaitan dengan gaya 
  • Gaya Gesek: Digunakan dalam desain sistem rem kendaraan dan juga pada sistem pelumasan mesin.
  • Gaya Magnet: Digunakan dalam perangkat elektronik seperti speaker dan motor listrik.
  • Gaya Gravitasi: Dipelajari dalam desain struktur bangunan, kendaraan, dan teknologi luar angkasa.
  • Gaya Otot dan Gaya Pegas: Digunakan dalam pembuatan peralatan olahraga, alat bantu ergonomis, dan mesin yang bekerja dengan bantuan manusia.
  • Teknologi pengukuran gaya:
Pelajar dapat menunjukkan pembuktian Hukum Newton melalui berbagai percobaan sederhana yang menarik menggunakan bahan-bahan sehari-hari
. 
Berikut adalah beberapa ide percobaan yang dapat dilakukan: 
1. Hukum Newton I (Hukum Kelembaman) 
Hukum ini menyatakan bahwa benda akan tetap diam atau bergerak lurus beraturan kecuali ada gaya luar yang bekerja padanya. 
  • Percobaan Koin dan Kertas:
    • Alat & Bahan: Gelas, kertas karton (atau kartu ATM bekas), dan koin.
    • Cara Kerja: Letakkan kertas karton di atas mulut gelas, lalu letakkan koin di tengah karton. Sentil karton dengan cepat dan kuat secara horizontal.
    • Pengamatan: Koin akan jatuh lurus ke dalam gelas, bukan ikut bergerak bersama karton. Ini menunjukkan sifat kelembaman koin yang cenderung mempertahankan posisi diamnya saat gaya (sentilan) hanya bekerja pada karton.
  • Percobaan Rem Mendadak:
    • Alat & Bahan: Mobil mainan, boneka kecil/figur, dan lintasan datar.
    • Cara Kerja: Letakkan boneka di atas mobil mainan yang sedang bergerak dengan kecepatan konstan, lalu hentikan mobil mainan secara mendadak.
    • Pengamatan: Boneka akan terdorong ke depan. Ini menunjukkan kecenderungan benda untuk tetap bergerak saat mobil dihentikan secara tiba-tiba. 
2. Hukum Newton II (Hubungan Gaya dan Percepatan) 
Hukum ini menyatakan bahwa percepatan suatu benda sebanding dengan gaya yang diberikan dan berbanding terbalik dengan massanya (
F=macap F equals m a
). 
  • Percobaan Mendorong Benda dengan Massa Berbeda:
    • Alat & Bahan: Dua benda dengan massa yang berbeda (misalnya, satu kursi kecil dan satu lemari atau dua kotak dengan berat berbeda), permukaan lantai yang rata.
    • Cara Kerja: Dorong kedua benda tersebut dengan besar gaya yang kira-kira sama.
    • Pengamatan: Benda yang massanya lebih ringan akan bergerak dengan percepatan (perubahan kecepatan) yang lebih besar dibandingkan benda yang massanya lebih berat. Semakin besar gaya dorong, semakin cepat benda bergerak.
  • Percobaan Kelereng dan Mangkuk:
    • Alat & Bahan: Mangkuk besar dan kelereng.
    • Cara Kerja: Gelindingkan kelereng di sisi mangkuk dengan gaya dorong yang berbeda-beda.
    • Pengamatan: Semakin besar gaya dorong awal yang diberikan, semakin tinggi kelereng bergerak di sisi mangkuk atau semakin lama ia bergerak sebelum berhenti akibat gesekan. 
3. Hukum Newton III (Aksi dan Reaksi) 
Hukum ini menyatakan bahwa untuk setiap aksi, selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah. 
  • Percobaan Roket Balon:
    • Alat & Bahan: Balon, benang kasur/tali pancing, sedotan, selotip, dan ruang terbuka.
    • Cara Kerja: Tiup balon dan jepit ujungnya. Masukkan benang ke dalam sedotan, lalu rentangkan benang di ruangan. Rekatkan sedotan pada balon menggunakan selotip. Lepaskan jepitan ujung balon.
    • Pengamatan: Udara keluar dari balon ke satu arah (aksi), dan sebagai reaksi, balon bergerak ke arah yang berlawanan di sepanjang benang.
  • Percobaan Perahu Dayung Sederhana:
    • Alat & Bahan: Baskom berisi air, perahu mainan kecil (bisa dibuat dari styrofoam atau botol plastik), dan dayung kecil.
    • Cara Kerja: Letakkan perahu di air. Gunakan dayung untuk mendorong air ke belakang.
    • Pengamatan: Perahu akan bergerak maju. Gaya aksi dayung mendorong air ke belakang, dan gaya reaksi air mendorong perahu ke depan. 

 

Agar lebih mendalami materi hari ini silahkan simak video pembelajaran tentang Gaya dibawah ini :

  

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Ke-2

 

Nama :

Kelas :

Petunjuk!

 

Penugasan

Penilaian

Pelajar mengerjakan bagian “Mari uji Uji Kemampuan Kalian” Subbab B

Penilaian tertulis

Mari Uji Kemampuan Kalian

1. Tuliskanlah contoh lain dari gaya aksi-reaksi lainnya dan berikan penjelasan singkat.

2. Jelaskanlah mengapa kotak atau kaleng susu pada Aktivitas 4.4 bergerak-gerak seperti menari-nari.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas IPA Kelas 7 Tahun Pelajaran 2024/2025

Tugas IPA Kelas 8 Tahun Pelajaran 2024/2025

VIII. Sistem Ekskresi / Pembuangan Tanggal 1 September 2025