Kelas VII. GERAK DAN GAYA DALAM TEKNOLOGi Tanggal 31 Oktober 2025

BAB IV: GERAK DAN GAYA DALAM TEKNOLOGi
Nama Guru : Anita Wulandari, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas : VII
Elemen : Pemahaman IPA
Pertemuan : 25
Jam ke : 3, 4 dan 5
CP
Pelajar diharapkan mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), usaha dan energi, suhu dan kalor (termasuk isolator dan konduktor), gerak dan gaya, pesawat sederhana, tekanan, getaran dan gelombang, pemantulan dan pembiasan (alat-alat optik), rangkain listrik dan kemagnetan untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase D, peserta didik mampu:
● Menganalisis konsep gerak dan gaya serta hubungannya dengan prinsip-prinsip dasar fisika dalam konteks kehidupan sehari-hari dan teknologi.
● Merancang dan melakukan percobaan sederhana untuk menyelidiki pengaruh gaya terhadap gerak benda.
● Mengidentifikasi dan menjelaskan penerapan gerak dan gaya dalam berbagai produk teknologi.
● Menyajikan hasil analisis dan eksplorasi tentang gerak dan gaya secara mandiri maupun berkelompok dengan berbagai media.
Tujuan Pembelajaran
Melalui percobaan sederhana dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep gaya (jenis dan pengaruhnya) serta memahami Hukum Newton I (hukum kelembaman) dengan benar, serta menunjukkan sikap teliti.
Alur Tujuan Pembelajaran:
§ Pelajar dapat mendeskripsikan konsep kelembaman dan resultan gaya.
§ Pelajar dapat menyebutkan macam-macam gaya.
§ Pelajar dapat menunjukkan pembuktian Hukum Newton melalui percobaan sederhana yang manarik.
Indikator Capaian Pembelajaran :
§ Menjelaskan alasan benda dapat bergerak.
§ Menjelaskan perbedaan pengertian posisi, jarak, dan perpindahan.
Pemahaman Bermakna
Bagaimana gaya dapat memunculkan gerak pada benda?
Metode : Model pembelajaran tatap muka, dan blended learning.
Strategi : Diskusi/Tanya Jawab
Pemanfaatan Digital :
● Perencanaan: Menggunakan Learning Management System (LMS) seperti Google Classroom, Moodle, atau Schoology untuk mengunggah rencana pembelajaran, materi ajar, dan tugas.
● Pelaksanaan: Memanfaatkan forum diskusi daring di LMS untuk melanjutkan diskusi di luar jam pelajaran, berbagi sumber belajar digital (video, simulasi interaktif), dan menggunakan perpustakaan digital untuk referensi tambahan.
● Asesmen: Melakukan asesmen daring melalui kuis interaktif (misalnya Quizizz, Kahoot), formulir Google untuk survei pemahaman, dan pengumpulan tugas proyek dalam format digital.
Langkah-langkah Pembelajaran :
Pertemuan 23:
Gerak Lurus dan gaya
|
Kegiatan Pendahuluan Orientasi a) Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa untuk memulai pembelajaran b) Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin c) Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Apersepsi Guru mengawali topik dengan mengingat kembali bahasan pada pertemuan sebelumnya. Guru dapat mengajukan beberapa pertanyaan seperti berikut. a) Apa yang menyebabkan suatu benda dapat bergerak? b) Kenapa ada benda yang dapat menyeimbangkan diri?
Kegiatan Inti Aktivitas Pemantik a) Guru selanjutnya dapat membuat suatu percobaan sederhana yang dituangkan di dalam Aktivitas 4.3. b) Guru dapat memberikan pertanyaan-pertanyaan menarik mengenai hasil percobaan yang mengajak pelajar untuk berikir cermat seperti: “Kok bisa ya benda tersebut tidak bergerak sama sekali/ bergeser?”
Aktivitas Utama a) Guru mengajak pelajar mengamati kegiatan mendorong meja yang didemonstrasikan di depan kelas. b) Guru mengajak pelajar untuk mencoba secara mandiri kegiatan Aktivitas 4.4 dan mengarahkan mereka untuk menemukan fenomena yang menarik.
Kegiatan Penutup a) Siswa dapat menyimpulkan isi materi pada pembelajaran hari ini. b) Siswa mengkomunikasikan kendala yang dihadapi dalam mengikuti pembelajaran hari ini. c) Guru mempersilahkan peserta didik untuk berdoa dan mensyukuri segala nilmat yang diberikan Tuhan YME.
Alternatif Kegiatan Guru dapat mengajak pelajar untuk mengamati gaya aksi reaksi yang dapat diamati di sekolah, seperti peristiwa menarik bendera. Mengamati gerak benda lainnya yang diakibatkan oleh pemberian gaya, seperti gerobak sampah sekolah yang didorong petugas kebersihan.
Proyek Proyek ini merupakan puncak pengalaman belajar bermakna pada bab ini. Pelajar diajak untuk membuat roket dari alat yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Alat yang dibuat dalam proyek ini menerapkan prinsip dari Hukum Newton yang telah dipelajari.
Interaksi Guru dengan Orang Tua/ Wali Guru menyampaikan bahwa pelajar telah melakukan percobaan sederhana mengenai kelembaman dan Hukum Newton, kemudian meminta mereka untuk menunjukkan serta menjelaskan fenomena tersebut kepada kedua orang tua mereka di rumah. Hal tersebut dimaksudkan untuk melatih mereka dalam mengomunikasikan pemahaman yang telah mereka dapatkan di sekolah sekaligus proses mengulang materi.
|
Uraian Materi
A. Gerak Benda
Bagaimana cara kalian datang ke sekolah? Apakah naik mobil? Motor? Atau berjalan kaki? Tahukah kalian berapa jarak yang ditempuh dari rumah kalian? Berapa lama waktu yang diperlukan?
1. Perpindahan dan Jarak Tempuh Benda
Ketika kalian berangkat dari rumah menuju ke sekolah atau berpindah posisi dari tempat duduk depan ke tempat duduk pada bagian belakang, kalian dikatakan telah bergerak. Jadi, apa sesungguhnya gerak itu menurut kalian? Makhluk hidup bergerak dengan kemauan dirinya sendiri untuk mencari makanan. Lemari bergerak karena didorong oleh ayah.
Gerak semua benda tersebut memerlukan informasi besarnya perpindahan yang diperlukan dari satu posisi keposisi lainnya atau informasi tentang nilai lintasan yang dilalui gerak benda yang dikenal dengan jarak tempuh. Kita dapat menggambarkan gerak sebuah benda secara mendetail setelah kita mampu mendefinisikan besaran-besaran gerak untuk benda tersebut. Dengan mengetahui besaran gerak tersebut, kita akan mengetahui pada saat tertentu benda berada di mana dan bergerak ke arah mana. Besaran - besaran gerak yang pertama kali perlu diketahui adalah posisi, perpindahan dan jarak tempuh.
Agar dapat menjelaskan gerak benda secara lengkap, kita memerlukan bantuan sumbu koordinat. Tentu kalian sudah kenal dengan sumbu koordinat kartesian dengan lambang sumbu x dan y bukan?
Jumlah sumbu koordinat yang digunakan bergantung pada arah gerak yang akan kita bahas. Jika benda hanya bergerak pada lintasan berupa garis lurus maka kita cukup menggunakan satu sumbu koordinat (misalkan pada sumbu-x). Gerak semacam ini sering disebut gerak satu dimensi (satu arah pandang). Dapakah kalian menuliskan contoh benda yang bergerak dalam satu dimensi di dalam kehidupan sehari-hari?
Pada bab ini kita akan membatasi pada gerak satu dimensi dengan posisi dilambangkan simbol x. Misalkan rumah kalian sebagai posisi awal (x0 ) karena tempat mulai kalian bergerak dan sekolah sebagai posisi akhir (xt ). Jadi kalian tahu apa pergertian posisi itu?
Besar total perpindahan yang kalian lakukan adalah pengurangan nilai dari posisi akhir terhadap posisi awal. Jika rumah kalian sebagai posisi awal dan sebagai titik acuan maka rumah kalian dapat diberikan angka 0 meter. Adapun posisi sekolah terhadap rumah kalian misalkan memiliki nilai 100 meter seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.2. Dapat dengan mudah kalian hitung total perpindahan kalian dari rumah ke sekolah adalah sebesar 100 m (100 m – 0 m). Ungkapan tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut
Keterangan:
∆x = Perubahan posisi, satuannya meter (m)
x0 = Posisi awal, satuannya meter (m)
xt = Posisi akhir, satuannya meter (m)
Saat kalian tiba di sekolah, tiba-tiba kalian merasakan sakit perut. Ibu guru memerintahkan kalian untuk segera pulang ke rumah. Sehingga dalam pengertian Sains, jika kalian kembali ke posisi semula saat kalian mulai bergerak tadi kalian tidak melakukan perpindahan. Dapatkah kalian menjelaskannya? Gambar 4.3 mungkin dapat membantu kalian menjawab pertanyaan.
Berbeda dengan perpindahan yang kalian lakukan, nilai jarak tempuh tidaklah nol, tapi bernilai 200 m. Mengapa menjadi bernilai 200 meter? Kini kalian dapat membedakan perpindahan dan jarak tempuhkan?
Sebelum kalian kembali pulang ke rumah karena sakit perut, terlihat seorang kawan sudah duduk di kelas sambil membaca buku pelajaran. Ibu guru mengatakan, kawan kalian tersebut sudah tiba lebih awal di sekolah. Padahal rumah kawan kalian tersebut masih berada di dalam satu komplek perumahan dan tidak jauh dari rumah kalian. Mengapa kawan kalian bisa sampai lebih dahulu dari kalian padahal kalian berdua berangkat pada waktu yang bersamaan?
Setelah diselidiki ternyata kawan kalian tersebut menempuh jalan yang berbeda dari kalian. Ia menggunakan sepeda dan melalui jalan-jalan pintas menuju sekolah. Dari sini dapat dikatakan bahwa kalian dan kawan kalian tersebut memiliki jarak tempuh yang berbeda. Bisa jadi, saat kalian menggunakan mobil, kalian menempuh jarak yang lebih panjang untuk menuju sekolah karena mobil harus melalui jalan raya. Berdasarkan cerita di atas kalian sudah dapat memahami pengertian jarak tempuh bukan?
Selama kalian berada di dalam mobil menuju ke sekolah, kalian melintasi seseorang yang sedang diam di tepi jalan raya. Orang tersebut melihat bahwa kalian sedang bergerak bersama mobil terhadap sebuah kota yang kalian tinggali. Kalian yang sedang berada di dalam mobil akan melihat bahwa pengamat bergerak juga dengan arah yang berlawanan dengan arah gerak mobil. Jadi, sebuah benda dikatakan bergerak tergantung dari pengamat dan titik acuan yang dipergunakan. Hal tersebut menunjukkan bahwa gerak benda bersifat relatif atau tidak mutlak.
2. Apakah Kita Semua Bergerak Relatif?
Menurut kalian apakah orang yang dipinggir jalan benar-benar bergerak? Kalian telah mengetahui bahwa gerak adalah perubahan jarak dan/atau posisi benda terhadap titik acuan yang pilih. Saat kalian melihat orang di pinggir jalan, apakah ia bergerak? Apakah termasuk gerak nyata atau gerak semu?
Gerak semu adalah benda yang sebenarnya diam namun oleh pengamat teramati bahwa benda tersebut seolah-olah bergerak. Gerak semu biasanya diakibatkan oleh karena keadaan pengamat yang sedang berada dalam suatu sistem yang bergerak. Contoh gerak semu yaitu pada saat kita naik bus, pohon-pohonan di tepi jalan seperti bergerak berlari meninggalkan kita. Padahal sebenarnya, yang bergerak adalah bus saat kita sedang berada di dalamnya. Jadi kita semua bergerak relatif. Saat kalian hendak kembali pulang ke rumah lagi karena sakit perut, mobil yang akan menjemput sudah tiba di tempat parkir.
Saat kalian melihat jam dinding di pintu masuk sekolah, jarum jam baru menunjukkan pukul 07.30 WIB. Padahal tadi kalian menelpon orang tua di rumah pada pukul 07.15 WIB. Itu artinya mobil hanya memerlukan waktu 15 menit dari rumah ke sekolah. Biasanya waktu yang diperlukan mobil untuk ke sekolah adalah 30 menit. Mengapa bisa terjadi demikian? Apa yang terjadi dengan mobil yang akan menjemput kalian tersebut?
3. Kenapa Waktu Tiba Bisa Berbeda?
Jarak yang ditempuh suatu benda diukur dari seberapa jauh benda itu telah bergerak dari titik acuan sebagai posisi awal. Kalian juga telah mengetahui bahwa perpindahan adalah seberapa jauh suatu benda berpindah dihitung dari titik awal acuan, tanpa memperhatikan bentuk lintasan, apakah berkelok-kelok atau lurus. Semuanya diukur dengan menarik garis lurus dari posisi awal hingga posisi akhir benda seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.2.
Jika jarak tempuh dari mobil yang tiba untuk menjemput kalian dibandingkan parameter waktu, maka akan didapatkan sebuah infomasi penting lainnya dalam konsep gerak yaitu yang dikenal sebagai kelajuan.
Dengan membandingkan jarak tempuh terhadap waktu, maka kalian akan mendapatkan nilai kelajuan sebuah benda ketika bergerak. Kelajuan dapat ditulis dalam persamaan berikut.
Keterangan:
v = Kelajuan, satuannya m/s
s = Jarak tempuh, satuannya meter (m)
t = waktu, satuannya adalah sekon atau detik (s)
Kelajuan rata-rata ialah kelajuan gerak benda yang menempuh jarak perpindahan tertentu di mana tidak setiap bagian dari jarak itu ditempuh dalam waktu yang realatif sama. Untuk kelajuan rata-rata berlaku persamaan berikut.
Keterangan:
v = Kelajuan rata-rata, satuan dalam
m/s = Jumlah jarak yang ditempuh, satuan dalam meter (m)\
= Jumlah waktu, satuannya adalah sekon atau detik (s)
Agar lebih mendalami materi hari ini silahkan simak video pembelajaran tentang Gerak Lurus dan Gaya dibawah ini :
Simaklah video dibawah ini...
Penugasan
1. Tuliskanlah contoh lain dari gaya aksi-reaksi lainnya dan berikan penjelasan singkat.
2. Jelaskanlah mengapa kotak atau kaleng susu pada Aktivitas 4.4 bergerak-gerak seperti menari-nari.
|
LAMPIRAN |
|
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK |
|
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Ke-1
Nama : Kelas : Petunjuk!
|
Komentar
Posting Komentar