Kelas VII. Kalor Tanggal 23 September 2025

 

 

KALOR

Suhu, Kalor dan Pemuaian

Perpindahan kalor di sekitar

 

Nama Guru             : Anita Wulandari, S.Pd.

Mata Pelajaran        : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas                        : VII

Elemen                     : Pemahaman IPA 

Pertemuan                : 16

Jam ke                      : 3 dan 4


Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu menganalisis pengaruh kalor dan perpindahannya terhadap perubahan suhu

Tujuan Pembelajaran

1. Peserta didik dapat menganalisis kalor jenis zat.

2. Peserta didik dapat menggunakan perumusan untuk menghitung besar kalor jika terjadi perubahan suhu.

Alur Tujuan Pembelajaran

§ Pelajar dapat mendeskripsikan perbedaan suhu dan kalor.

§ Pelajar dapat menyebutkan benda-benda yang memiliki kalor jenis yang tinggi.

§ Pelajar dapat mengunakan perumusan untuk menghitung besar kalor yang diperlukan suatu benda untuk menaikkan suhunya.

Pemahaman Bermakna

Bagaimana kalor memengaruhi sifat-sifat suatu benda seperti pemuaian?

Kompetensi Awal

Menganalisis fenomena pemanfaatan kalor


Materi : KALOR (Perpindahan kalor di sekitar)

Metode : Model pembelajaran tatap muka, dan blended learning.

Strategi : Diskusi/Tanya Jawab

Sarana & Prasarana :

Komputer, LCD, Sumber Belajar : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021, Buku Panduan Siswa Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP Kelas VII, Penulis: Victoriani Inabuy, dkk & Internet), Lembar kerja peserta didik.


Langkah-langkah Pembelajaran :

KegiatanPendahuluan

Orientasi

a)  Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa  untuk  memulai pembelajaran

b)  Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin

c)  Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik  dalam mengawali kegiatan pembelajaran.

 

Apersepsi

Guru mengawali topik dengan mengingat kembali bahasan pada pertemuansebelumnya, guru dapat mengajukan beberapa pertanyaan seperti berikut.

a) Apa yang menyebabkan suatu benda memiliki suhu yang tinggi?

b) Mengapa penggorengan terbuat dari alumunium?

 

KegiatanInti

Aktivitas Pemantik

a) Guru selanjutnya dapat membuat suatu percobaan sederhana yangdituangkan di dalam Aktivitas 3.3.

b) Guru dapat memberikan pertanyaan-pertanyaan menarik mengenai hasilpercobaan yang mengajak pelajar untuk berikir cermat seperti, Nah, apayang akan terjadi ketika korek api di dekatkan pada bagian bawah api lilin?”

 

Aktivitas Utama

a) Guru mengajak pelajar mengamati gambar kalor jenis beberapa bahan.Pelajar dipancing untuk dapat menyebutkan bahan-bahan lainnya yangpernah mereka temukan di sekitar.

b) Guru mengajak pelajar untuk mencoba secara mandiri kegiatan Aktivitas3.3 dan mengarahkan mereka untuk menemukan fenomena yangmenarik.

 

 

KegiatanPenutup

a)  Siswa dapat menyimpulkan isi materi pada pembelajaran hari ini.

b)Siswa mengkomunikasikan kendala yang dihadapi dalam mengikuti pembelajaran hari ini.

c)Guru mempersilahkan peserta didik untuk berdoa dan mensyukuri segala nilmat yang diberikan Tuhan YME.


Uraian Materi

Pertanyaan 

Apayang akan terjadi ketika korek api di dekatkan pada bagian bawah api lilin?

KALOR

 

1. Kalor dan Perubahan Suhu Benda 

Kalor adalah energi panas yang berpindah dari benda bersuhu lebih tinggi ke benda bersuhu lebih rendah. Satuan kalor dalam SI adalah Joule (J), namun yang sering digunakan dalam bidang gizi yaitu kalori atau kilo kalori. Satu kalori adalah jumlah energi panas yang digunakan untuk menaikkan suhu 1°C pada 1 gram air. 

Zat gizi makanan mengandung energi kimia yang dapat diubah menjadi energi panas atau energi lain. Energi panas yang disediakan oleh makanan diukur dalam kilo kalori (kkal). Satu kkal = 1000 kalori, 1 kalori = 4,2 J. 

Suhu benda akan naik jika benda tersebut diberi kalor, sebaliknya suhu benda akan turun jika melepaskan kalor ke lingkungan. Contohnya, air panas didalam gelas lama – kelamaan akan mendingin. Hal ini karena kalor dilepaskan ke lingkungan oleh air. 

Kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu benda tergantung dari jenis benda tersebut. Semakin besar kenaikan suhu benda, semakin besar pula kalor yang diperlukan. Semakin besar massa jenis benda, semakin besar pula kalor yang diperlukan. 

Sehingga, dapat dirumuskan bahwa : kalor yang diperlukan menaikkan suhu = massa benda x kalor jenis x suhu benda. Atau bisa dituliskan :

 Q = m x c x ΔT 

 Setiap benda memiliki kalor jenis yang berbeda. Berikut kalor jenis benda 

 

2. Kalor pada Perubahan Wujud Benda 

Untuk mendidihkan air diperlukan kalor, jadi untuk mengubah zat cair (air) menjadi gas (uap) diperlukan kalor. Berikut ini perubahan wujud zat yang memerlukan kalor. 

 

Pada perubahan wujud zat, tidak terjadi perubahan suhu. Kalor untuk mengubah wujud zat disebut kalor laten. Berikut rumus kalor laten :  

 

Keterangan : 
Q = kalor yang dibutuhkan/dilepaskan untuk berubah wujud (J)
m = massa zat yang berubah wujud (kg)
L = kalor lebur/kalor beku (J/kg)
U = kalor penguapan/kalor pengembunan (J/kg) 


Contoh penerapan kalor yaitu : ketika kita beraktivitas, maka tubuh kita akan menjadi panas dan kemudian berkeringat. Ketika keringat menguap, maka memerlukan kalor. Kalor ini diambil dari tubuh, sehingga tubuh menjadi dingin dan kembali ke suhu optimal. 

Contoh lainnya: pembuatan kolam atau air mancur pada bagian depan bangunan yang besar. Kolam dapat membuat lingkungan sekitar menjadi sejuk. Hal ini karena apabila siang hari, air di kolam menguap, sehingga membutuhkan kalor. Kalor tersebut diambil dari udara sekitar kolam yang panas, sehingga dengan adanya kolam udara lebih dingin dan sejuk. 

 

3. Perpindahan Kalor 

Kalor dapat berpindah melalui 3 cara yaitu konduksi, konveksi dan radiasi. 

Konduksi adalah perpindahan kalor melalui bahan tanpa disertai partikel – partikel bahan tersebut. Contohnya ketika menyetrika baju, maka baju akan menjadi panas tetapi licin dan rapi. Hal ini karena kalor berpindah dari setrika ke baju. 

Bahan yang dapat menghantarkan listrik dengan baik disebut konduktor, contohnya : logam. Bahan yang dapat menghantarkan listrik dengan buruk disebut isolator, contohnya Plastik dan kayu. 

Setiap bahan memiliki kemampuan menghantarkan panas secara konduksi (konduktivitas) yang berbeda. Berikut ini sifat – sifat konduktivitas bahan :

 

Konveksi adalah perpindahan kalor melalui suatu bahan disertai partikel – partikel bahan tersebut. Contohnya terjadinya angin darat dan angin laut di pantai. 

Angin laut terjadi ketika daratan lebih cepat panas dari lautan (kalor jenisnya kecil), udara diatas daratan ikut panas dan bergerak naik, sehingga digantikan udara dari lautan. Angin laut terjadi pada siang hari. 

Angin darat terjadi ketika daratan lebih cepat mendingin dari lautan, udara diatas lautan lebih cepat bergerak naik, sehingga digantikan oleh udara dari daratan. 

Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa memerlukan medium. Contohnya ketika kita berada di dekat api ungun, maka tangan akan ikutan panas. Hal ini karena kalor dari api unggun berpindah ke tangan kita. Setiap benda dapat memancarkan dan menyerap radiasi kalor, yang besarnya bergantung pada suhu dan warna benda. 

Semakin panas benda daripada lingkungan, maka semakin besar pula kalor yang diradiasikan ke lingkungannya. Semakin luas permukaan panas benda, maka semakin besar pula kalor yang diradiasikan ke lingkungannya. 

Apabila suhu benda lebih dingin dari lingkungan, maka benda akan menyerap radiasi kalor dari lingkungan. Semakin rendah suhu benda, makin besar pula kalor yang diterima dari lingkungan. 

Ketika kita menjemur pakaian, maka pakaian yang berwarna gelap akan lebih cepat kering daripada pakaian yang berwarna. Semakin gelap benda yang terasa panas, semakin besar pula kalor yang diradiasikan ke lingkungannya. Semakin gelap benda yang terasa dingin, semakin besar pula kalor yang diterima dari lingkungannya. 

Azaz Black berbunyi banyaknya kalor pada benda yang bersuhu lebih tinggi sama dengan banyaknya kalor yang diterima benda bersuhu lebih rendah. 

Demikian ringkasan materi bab Kalor dan Perpindahannya semoga bermanfaat dan bisa menambah referensi kamu…

Agar lebih mendalami materi hari ini silahkan simak video pembelajaran tentang KALOR dibawah ini :



Penugasan

Penilaian

Pelajar mengerjakan bagian “Mari uji Uji Kemampuan Kalian” Subbab B


Penilaian tertulis

Mari Uji Kemampuan Kalian

1. Air akan lebih cepat mendidih jika panci yang digunakan untuk memasak air tersebut dalam keadaan tertutup. Jelaskanlah menurut pemahaman kalian, mengapa air akan lebih cepat mendidih jika panci yang digunakan untuk memasak air tersebut dalam keadaan tertutup.

 

2. Mengapa air yang dilarutkan garam mendidih lebih lama jika dibandingkan dengan air biasa? Berikan penjelasannya berdasarkan konsep kalor yang telah kalian pelajari.

 

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Nama :

Kelas :

Petunjuk!

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas IPA Kelas 7 Tahun Pelajaran 2024/2025

Tugas IPA Kelas 8 Tahun Pelajaran 2024/2025

VIII. Sistem Ekskresi / Pembuangan Tanggal 1 September 2025