VIII. MAKANAN DAN SISTEM PENCERNAAN Tanggal 4 Agustus 2025


    

Nama Guru             : Anita Wulandari, S.Pd.

Mata Pelajaran        : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas                        : VIII

Elemen                     : Pemahaman IPA 

Pertemuan                : 6

Jam ke                      :  10,11,12


Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu menganalisis sistem organisasi kehidupan, fungsi, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ

Tujuan Pembelajaran

● Menjelaskan nutrisi yang terkandung di dalam makanan.

● Menyebutkan zat-zat aditif yang sering digunakan pada makanan.

● Menganalisis proses pencernaan pada sistem pencernaan serta gangguannya yang mungkin terjadi di kehidupan sehari-hari.

Pemahaman Bermakna

Menyadari bahwa materi MAKANAN DAN SISTEM PENCERNAAN dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.


Materi : Sistem Pencernaan

Metode : Blended learning melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning (PBL) terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Social Emotional Learning (SEL).

Strategi : Diskusi/Tanya Jawab

Sarana & Prasarana :

1. Buku Teks 4. Handout materi

2. Laptop/Komputer PC 5. Papan tulis/White Board 7. Infokus/Proyektor/Pointer

3. Akses Internet 6. Lembar kerja 8. Referensi lain yang mendukung


Langkah-langkah Pembelajaran :

 • Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al-Azhar dan Lagu Indonesia Raya pada jam ke 1)

• Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi

• Guru menyempaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan

• Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya

• Guru membagi peserta menjadi 2 kelompok ganjil dan genap

• Guru memberikan pembahasan peraturan pertemuan dikelas


Uraian Materi

Macam-Macam Organ Sistem Pencernaan Manusia & Fungsinya
1. Mulut
2. Tenggorokan dan Kerongkongan
3. Lambung
4. Pankreas, Hati, dan Empedu
5. Usus Halus
6. Usus Besar
7. Rektum dan Anus

 

Kita semua tahu ya, untuk mendapatkan sumber energi, kita perlu mengonsumsi makanan. Nah, tapi pernah nggak kepikiran, gimana ya semua makanan yang kamu konsumsi itu, bisa dicerna sama tubuh?

Padahal, kalo kita masukin makanan ke mulut nih, itu bentuknya masih berupa makanan utuh. Makan donat ya bentuknya kayak huruf ‘O’, tapi ketika udah dicerna, bentuk fesesnya beda?

Nah, ternyata, itu terjadi karena adanya sistem pencernaan di dalam tubuh kita, atau bisa juga disebut sistem gastrointestinal. Sistem pencernaan sendiri adalah serangkaian organ yang memiliki fungsi untuk mencerna makanan. Jadi, ada beberapa organ tubuh yang melakukan proses pengolahan makanan menjadi zat-zat makanan yang dapat diserap oleh tubuh.

Ada 10 macam organ sistem pencernaan manusia, yaitu mulut, tenggorokan (faring), kerongkongan (esofagus), lambung, pankreas, hati, empedu, usus halus, usus besar, dan anus. Lalu, bagaimana ya tepatnya proses pencernaan makanan itu terjadi, serta apa peran masing-masing organ pencernaan tersebut? Kita coba cari tau lewat artikel ini, yuk!

  


Oke, kita mulai dari proses pencernaan manusia dulu, ya. Gimana sih yang tadinya makanan utuh, bisa dicerna menjadi energi yang berguna bagi tubuh kita?

Secara umum, proses pencernaan manusia terdiri dari 2 jenis, yaitu proses pencernaan mekanis dan proses pencernaan kimiawi. Berikut perbedaannya:

1. Proses Pencernaan Mekanik

Proses pencernaan mekanik adalah proses pencernaan makanan yang dilakukan dengan gerakan-gerakan, seperti mengunyah, menelan, memompa, menghancurkan, dan meremas makanan. Pencernaan mekanik bertujuan untuk mengubah ukuran makanan menjadi lebih kecil, agar lebih mudah diproses di dalam tubuh.

Proses pencernaan mekanik terjadi di dalam mulut dan lambung, tepatnya ketika makanan dihaluskan oleh gerakan otot-otot lambung.

2. Proses Pencernaan Kimiawi

Sementara itu, proses pencernaan kimiawi adalah proses pencernaan makanan yang melibatkan enzim. Pencernaan kimiawi ini bertujuan untuk mengubah partikel makanan yang kecil-kecil menjadi bentuk yang siap diserap oleh tubuh.

Proses pencernaan kimiawi terjadi di mulut, kerongkongan, lambung, hati, pankreas, empedu, dan usus.


 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sistem pencernaan melibatkan serangkaian organ pencernaan. Sistem pencernaan manusia dimulai dari mulut dan berakhir di anus. Berikut adalah ilustrasi gambar sistem pencernaan di dalam tubuh manusia 

 


Yuk, bahas satu per satu masing-masing organ pencernaan dan fungsinya!

 

Mulut berfungsi sebagai tempat masuknya makanan dan dimulainya proses pencernaan. Ini karena di dalam mulut, terjadi pencernaan secara mekanik oleh gigi dan pencernaan kimiawi oleh enzim amilase.

Gigi berfungsi untuk menghancurkan makanan menjadi ukuran yang lebih kecil, sehingga memudahkan enzim amilase bekerja. Enzim amilase lalu akan menguraikan kandungan pati atau amilum dalam makanan, menjadi gula sederhana yang dapat diserap tubuh.

Nah, enzim amilase diproduksi oleh kelenjar ludah. Selain itu, di mulut juga ada lidah yang akan mengaduk makanan, sehingga bisa bercampur dengan enzim amilase. Berikut gambar anatomi atau bagian-bagian mulut pada sistem pencernaan manusia:

 


Tenggorokan (faring) merupakan saluran pencernaan yang menghubungkan rongga mulut ke kerongkongan (esofagus). Makanan yang ditelan dari mulut, kemudian masuk melalui tenggorokan, dan diteruskan ke kerongkongan. Pada dinding kerongkongan, terjadi gerakan peristaltik, yaitu gerakan meremas-remas yang mendorong makanan menuju lambung.

Agar kamu lebih mudah mengetahui letak tenggorokan (faring) dan kerongkongan (esofagus), kamu bisa melihat gambar di bawah ini ya!


Sistem pencernaan pada manusia selanjutnya adalah lambung. Di lambung, terjadi pencernaan mekanik dan pencernaan kimiawi. Pencernaan mekanik di lambung terjadi saat makanan dihaluskan kembali oleh otot-otot lambung.

Sementara itu, makanan akan mengalami pencernaan kimiawi karena dicerna oleh enzim dalam getah lambung. Getah lambung ini dihasilkan dari sel kelenjar dinding lambung. Nah, getah lambung terdiri dari:

· Pepsin: enzim yang fungsinya memecah protein menjadi asam amino.

· Renin: enzim yang fungsinya mengubah protein menjadi kasein.

· Asam Klorida (HCl): asam yang berfungsi untuk membunuh kuman dan bakteri pada makananan dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.

Lambung terdiri dari beberapa bagian, yaitu fundus, badan lambung, kardiak, pilorus, dan otot sfingter. Masing-masing bagian lambung ini punya fungsi khusus. Berikut rinciannya:

Jadi, secara keseluruhan, fungsi lambung di antaranya untuk:

1. Mencerna protein,

2. Menyimpan makanan (selama 2-5 jam), dan

3. Mematikan mikroorgansime berbahaya yang ada di lambung karena ada asam lambung.

Setelah melalui pencernaan di lambung, makanan akan perlahan-perlahan didorong

Hati adalah organ pelengkap dalam sistem pencernaan karena akan membentuk cairan empedu yang diperlukan dalam proses pencernaan lemak. Cairan empedu ini berwarna kuning kehijauan yang mengandung garam, kolesterol, dan lesitin. Cairan empedu tersebut, lalu akan ditampung di kantung empedu, sebelum digunakan di usus halus.

Jadi, kantung empedu fungsinya menyalurkan empedu ke usus halus, ya. Kalau hati berfungsi untuk menghasilkan empedu.

Nah, kalau pankreas berfungsi untuk memproduksi enzim pencernaan untuk mencerna karbohidrat, protein, dan lemak di usus halus. Selain itu, pankreas juga akan menghasilkan senyawa bikarbonat, yang akan menetralkan makanan dari lambung yang sifatnya asam, sehingga tidak melukai dinding usus halus.

Di bawah ini ada gambar letak pankreas, hati, dan kantung empedu dalam tubuh manusia.

Selanjutnya, usus halus merupakan organ pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar. Bentuknya berupa saluran dengan panjang sekitar 670 cm sampai 760 cm. Nah, usus halus bisa dibedakan lagi menjadi 3 bagian, yaitu duodenum, jejunum, dan ileum.

Duodenum atau usus dua belas jari berfungsi sebagai tempat pencernaan makanan secara kimiawi. Caranya, makanan dari lambung yang masuk ke duodenum akan dinetralkan dulu oleh senyawa bikarbonat dari pankreas. Lalu, lanjut dicerna menggunakan enzim amilase, lipase, dan tripsin dari pankreas, serta enzim maltase yang dihasilkan usus halus itu sendiri.

 

Amilase akan memecah amilum jadi maltosa. Maltosanya lalu lanjut dipecah jadi glukosa oleh enzim maltase. Kalau lipase memecah lemak jadi asam lemak dan gliserol. Ini dilakukan dengan bantuan empedu ya, yang akan mengemulsikan lemak sehingga enzim lipase bisa bekerja. Sementara itu, tripsin akan memecah pepton jadi asam amino.

Nah, glukosa, asam lemak, gliserol, dan asam amino tadi merupakan bentuk zat gizi sederhana yang siap diserap tubuh. Penyerapannya terjadi di bagian usus halus berikutnya yaitu jejunum dan ileum.

Berarti, jejunum (usus kosong) dan ileum (usus penyerapan) sama-sama berfungsi sebagai tempat penyerapan sari makanan atau zat gizi sederhana. Makanya, strukturnya dipenuhi vili atau jonjot usus yang berfungsi memperluas area penyerapan sari makanan.

Berikut adalah gambar bagian-bagian usus halus, meliputi duodenum, jejunum, dan ileum:

Usus besar adalah organ pencernaan yang terhubung dengan usus halus. Sisa makanan yang tidak bisa dicerna dan diserap tubuh, lalu akan diteruskan ke usus besar. Ini karena usus besar berfungsi untuk membusukkan sisa makanan tadi dan mengubahnya menjadi feses, dengan dibantu oleh bakteri Escherichia coli.

Nah, di usus besar terdapat beberapa bagian, yaitu:

1. Kolon, sebagai tempat pemadatan feses atau penyerapan kembali air dari zat sisa makanan.

2. Rektum, sebagai tempat menyimpan feses sementara waktu.

 

Selain itu, ada pula umbai cacing, yaitu bagian yang berbentuk memanjang seperti cacing. Bagian ini bisa membengkak jika ada sisa makanan yang tersumbat di dalamnya, lalu menimbulkan penyakit usus buntu. Berikut gambar bagian-bagian usus besar yang bisa kamu perhatikan!

 

Sebelum feses dikeluarkan dari tubuh melalui anus, feses akan disimpan terlebih dulu di dalam rektum. Di rektum ini, sensor akan mengirimkan sinyal ke otak untuk memutuskan apakah feses peru dikeluarkan atau tidak.

Jika, feses perlu dikeluarkan, anus akan berfungsi sebagai tempat untuk membuang feses atau zat sisa makanan tersebut. Kemudian, otot anus berfungsi menahan dan menjaga feses agar tidak keluar dari rektum sebelum saatnya.


Oke, setelah mengetahui macam-macam organ dan sistem pencernaan manusia, kita bisa tahu nih, kalau organ-organ tersebut punya peran yang sangat penting. Oleh karena itu, kita harus menjaga kesehatan organ pencernaan, supaya tidak menjadi penyakit yang mengganggu aktivitas kita.

Nah, berikut ini, ada beberapa penyakit atau gangguan sistem pencernaan yang bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti bakteri pada makanan, stress, atau infeksi. Contoh gangguan sistem pencernaan pada manusia, di antaranya:

· Sariawan: disebabkan oleh luka tergigit, kekurangan vitamin C, dll.

· Konstipasi (sembelit): kesukaran dalam proses defekasi (buang air Abesar).

· Diare: feses yang sangat cair akibat peristaltik terlalu cepat.

· Apendisitis: radang usus buntu.

· Peritonitis: infeksi pada rongga perut.

· Sirosis hati: radang pada hati.

Selain penyakit-penyakit di atas, masih banyak gangguan pencernaan lainnya. Kalau kamu ingin tahu lebih banyak, kamu bisa coba baca di artikel di bawah ini, ya!

Nah, itulah penjelasan ringkas mengenai materi sistem pencernaan manusia di dalam tubuh. Adanya pengetahuan tentang organ sistem pencernaan, dapat menjadikan diri kita untuk selalu berhati-hati. Makanan yang sehat, bersih, dan bergizi adalah parameter yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh. So, jaga selalu organ pencernaan kalian ya guysss!!!!!

 Agar lebih mendalami materi hari ini silahkan simak video pembelajaran tentang makanan dan sistem pencernaan dibawah ini :


Bahan Bacaan Lainnya



Penugasan





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas IPA Kelas 7 Tahun Pelajaran 2024/2025

Tugas IPA Kelas 8 Tahun Pelajaran 2024/2025

VIII. Sistem Ekskresi / Pembuangan Tanggal 1 September 2025