IX. Sistem Reproduksi ( Penyakit pada Sistem Reproduksi) Tanggal 25 Agustus 2025
Sistem Reproduksi

Nama Guru : Anita Wulandari, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas : IX
Elemen : Pemahaman IPA
Pertemuan : 11
Jam ke : 4, 5, dan 6
Capaian Pembelajaran
Peserta didik mampu Menganalisis sistem organisasi kehidupan, fungsi, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ
Tujuan Pembelajaran
- Menjelaskan organ reproduksi pada laki-laki dan perempuan.
- Menjelaskan siklus menstruasi.
Pemahaman Bermakna
Peserta didik mampu menjelaskan organ reproduksi pada laki-laki dan perempuan dan siklus menstruasi.
Materi : Sistem Reproduksi (Penyakit pada Sistem Reproduksi)
Metode : Model pembelajaran
: direct instruction, cooperative learning, dan praktikum
Mode pembelajaran : tatap muka
Strategi : Diskusi/Tanya Jawab
Sarana dan Prasarana
Sarana
: laptop, proyektor, LKPD, alat tulis, penggaris, meja
Prasarana
: ruang kelas dan laboratorium
Langkah-langkah Pembelajaran :
• Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al-Azhar dan Lagu Indonesia Raya pada jam ke 1)
• Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi
• Guru menyempaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan
• Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya
• Guru membagi peserta menjadi 2 kelompok ganjil dan genap
Uraian Materi
C. Sistem Repoduksi
1. Sistem Reproduksi Laki-Laki
Sistem reproduksi pada laki – laki terdiri atas:
a. Organ reproduksi luar yang berupa penis dan skrotum,
b. Organ reproduksi dalam yang berupa testis, epididimis, vas defferens, uretra, kelenjar vesikula seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar cowper.
● Penis adalah bagian terluar organ reproduksi laki – laki, berfungsi sebagai saluran urin dan sperma. Skrotum adalah organ yang bentuknya seperti kantung, berfungsi untuk melindungi dan menjaga suhu testis.
● Testis adalah bentuknya seperti bulat telur, jumlahnya 2 buah (sepasang) yang tersimpan dalam skrotum, berfungsi untuk memproduksi sperma dan hormon testosteron.
● Sperma adalah sel tunggal yang terdiri atas kepala dan ekor yang merupakan sel kelamin laki – laki. Hormon testosteron adalah senyawa yang dapat merangsang perubahan fisik laki – laki pada masa pubertas seperti tumbuhnya jakun, membesarnya suara, tumbuhnya kumis, dan sebagainya.
● Masa pubertas adalah masa seseorang ketika mengalami pematangan fungsi seksual yang disertai perubahan fisik dan psikis.
● Sperma yang diproduksi dalam testis, selanjutnya keluar melalui epididimis. Epididimis adalah saluran yang keluar dari testis, berukuran ± 4 cm, berfungsi untuk penyimpanan sperma sementara.
● Selanjutnya, sperma yang sudah matang keluar melalui Vas Defferent. Vas defferens adalah lanjutan dari epididimis, berupa saluran panjang yang mengarah keatas, berfungsi untuk menghubungkan epididimis dan uretra.
● Uretra adalah saluran yang terdapat didalam penis, merupakan saluran akhir reproduksi, berfungsi untuk keluarnya urin dan sperma.
● Kelenjar reproduksi adalah kelenjar yang berfungsi memproduksi getah atau cairan yang nantinya akan bercampur dengan air mani (semen). Kelenjar reproduksi laki – laki ada 3 yaitu : kelenjar vesikula seminalis, prostat dan cowper (bulbouretra).
● Kelenjar vesikula seminalis adalah bagian yang bentuknya seperti kantung kecil, berukuran ± 5 cm, terletak dibelakang kantung kemih, berfungsi untuk menghasilkan zat yang bersifat basa (alkali), fruktosa (gula monosakarida), hormon prostaglandin, fosfor dan potassium serta protein pembekuan.
● Alkali untuk menetralkan pH asam di uretra dan vagina. Fruktosa sebagai energi (ATP) sperma. Prostaglandin untuk menurunkan respon imun tubuh perempuan terhadap air mani. Fosfor dan potassium membantu sperma berenang. Protein pembekuan untuk membentuk lapisan pelindung sperma.
● Kelenjar prostat adalah bagian yang bentuknya seperti kue donat, terletak dibawah kantung kemih, berfungsi menghasilkan cairan bersifat asam. Kelenjar prostat mengandung beberapa zat yaitu:
- Asam sitrat untuk energi (ATP) sperma
- Enzim pepsinogen, lisozim dan lipase
- Seminal plasmin sebagai antibiotik (membunuh kuman)
● Pada lansia sekitar umur lebih dari 50 tahun, seringkali terjadi pembesaran kelenjar prostat yang dinamakan Benign prostatic hyperlasia (BPH). BPH ini menyebabkan saluran uretra menjadi kecil dan sulit untuk mengeluarkan urin. Sehingga, sulit untuk kencing dan kebanyakan dibantu menggunakan selang.
● BPH berbeda dengan kanker prostat. Kalau kanker prostat berkembang diluar kelenjar prostat, sedangkan BPH berkembang didalam kelenjar prostat. Kelenjar cowper adalah bagian yang bentuknya seperi kacang, terletak dibawah kelenjar prostat, berfungsi menghasilkan lendir dan cairan bersifat basa.
● Sperma dikeluarkan melalui uretra bercampur dengan air mani (semen). Semen yang dikeluarkan biasanya 2,5–5 mL. Setiap 1 mL semen mengandung 100–150 juta sel sperma. Namun, hanya 1 sel sperma yang berhasil membuahi sel telur.
2. Sistem Reproduksi Perempuan
Sistem reproduksi pada perempuan tersusun atas:
a. Sistem reproduksi luar yaitu vulva dan labium
b. Sistem reproduksi dalam yaitu vagina, indung telur (ovarium), saluran telur (tuba fallopi/oviduct), infundibulum, rahim (uterus), endometrium dan leher rahim (serviks).
Berikut ini bagian–bagian organ reproduksi perempuan.
● Vulva adalah celah paling luar dari organ reproduksi perempuan yang dibatasi oleh sepasang bibir (kanan dan kiri). Sepasang bibir ini yang dinamakan labium. Pada vulva bagian dalam, terdapat 2 saluran yaitu saluran urin dan saluran vagina.
● Ovarium adalah organ yang bentuknya seperti telur, ada 2 buah, terletak di kanan kiri rahim atau di perut bagian bawah, berfungsi menghasilkan sel telur (ovum). Didalam ovarium, terdapat kumpulan sel folikel yang merupakan tempat berkembangnya ovum.
Berikut ini struktur dari ovarium.
Sel folikel juga menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Ovum yang matang akan dilepaskan dari ovarium pada setiap bulannya, proses ini dinamakan ovulasi. Kemudian ovum ditangkap oleh fimbriae (infundibulum) menuju ke tuba fallopi.
Meskipun ovarium ada 2, namun setiap bulan hanya 1 ovum hanya dihasilkan. Jadi, bergantian antara ovarium kanan dengan kiri. Hormon estrogen dan progesteron berfungsi untuk mengatur siklus menstruasi dan mengatur perkembangan ciri–ciri sekunder pada perempuan.
Ciri–ciri sekunder pada perempuan yaitu membesarnya pinggul, berkembangnya payudara, tumbuhnya rambut pada bagian tertentu, aktifnya kelenjar minyak dan keringat yang menyebabkan jerawat.
● Infundibulum adalah organ yang bentuknya berjumbai dan merupakan pangkal dari tuba fallopi. Infundibulum berfungsi untuk menangkap ovum yang dilepaskan oleh ovarium. Kemudian, ovum dibawa ke tuba fallopi.
● Tuba fallopi adalah saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim. Didalam tuba fallopi inilah terjadi pembuahan ovum oleh sperma atau fertilisasi yang menghasilkan zigot. Kemudian zigot dibawa kedalam uterus.
Namun, apabila tidak terjadi pembuahan, maka ovum tetap dibawa ke uterus dan akan ikut meluruh ketika proses menstruasi.
● Uterus adalah organ yang bentuknya seperti buah pir terbalik, memiliki dinding tebal, berfungsi sebagai tempat berkembangnya janin selama kehamilan. Saat tidak hamil, rahim berukuran 5 cm. Ketika hamil, rahim akan berkembang hingga 30 cm atau menyesuaikan perkembangan janin.
● Endometrium adalah lapisan yang membatasi rahim dan akan meluruh ketika proses menstruasi. Endometrium ini berfungsi menghasilkan plasenta ketika terjadi kehamilan.
● Vagina adalah saluran yang menghubungkan dunia luar dengan rahim, saluran darah menstruasi dan saluran tempat keluarnya bayi. Vagina tersusun atas otot – otot yang elastis dan dilapisi selaput membran atau selaput dara (hymen).
● Selaput dara adalah selaput tipis yang tersusun atas pembuluh darah. Selaput dara ini akan robek apabila melakukan aktivitas yang membahayakan seperti olahraga berat.
● Serviks adalah rahim bagian bawah yang membuka dan mengarah ke vagina. Serviks berfungsi menghubungkan rahim dengan vagina.
3. Siklus Menstruasi
Menstruasi adalah proses meluruhnya endometrium dan ovum yang ditandai dengan keluarnya darah, cairan jaringan, lendir, dan sel epitel dinding rahim melalui vagina. Menstruasi terjadi apabila sel telur tidak dibuahi oleh sel sperma.
Siklus menstruasi berlangsung selama 28 hari. Namun, ada perempuan yang mengalami siklus menstruasi pendek yang berlangsung sekitar ± 18 hari atau siklus menstruasi panjang yang berlangsung sekitar ±40 hari. Berikut ini gambar fase menstruasi.
Proses menstruasi ada 3 yaitu: fase menstruasi, proliferasi, dan sekretori. Pada fase menstruasi, hormon FSH memicu berkembangnya folikel dalam ovarium. Sehingga, endometrium luruh dan perempuan mengalami menstruasi. Hormon FSH atau follicle stimulating hormone adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari atau hipofisis. Kelenjar ini terletak di otak bagian depan.
Pada fase proliferasi, folikel berkembang yang menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Kemudian hormon estrogen dan progesteron memicu endometrium untuk menebal. Endometrium yang menebal ini bertujuan untuk mempersiapkan tempat melekatnya embrio apabila terjadi fertilisasi.
Selanjutnya, hormon estrogen memicu kelenjar hipofisis untuk menghasilkan hormon FSH dan LH atau luteinizing hormone. Hormon LH diproduksi terus menerus hingga meningkat. Peningkatan hormon LH ini memicu pelepasan ovum oleh folikel ovarium (ovulasi).
Pada fase sekretori ini, folikel yang telah melepaskan ovum berubah menjadi korpus luteum. Kemudian ovum ditangkap oleh fimbriae menuju ke tuba fallopi. Apabila ovum tidak dibuahi oleh sperma, maka korpus luteum tidak akan memproduksi estrogen dan progesteron. Sehingga, estrogen dan progesteron rendah. Rendahnya estrogen dan progesteron endometrium rusak dan pembuluh darahnya pecah, akibatnya terjadilah menstruasi.
4. Fertilisasi dan Kehamilan
Fertilisasi adalah proses pembuahan sel telur (ovum) oleh sel sperma (spermatozoa). Fertilisasi terjadi didalam tuba fallopi. Sperma masuk kedalam organ repr0duksi perempuan kemudian mencari sel telur. Apabila sudah bertemu sel telur, maka kepala sperma akan masuk kedalam sedangkan ekor sperma akan menempel diluar sel telur.
Selanjutnya, terjadi peleburan inti ovum dengan inti sperma hingga membentuk zigot. Sperma dapat bergerak menuju ovum dengan menggunakan flagela. Flagela ini gerakannya memutar seperti baling–baling untuk mendorong tubuhnya. Berikut gambar pergerakan sperma.
Sperma dapat menemukan ovum karena ovum menghasilkan senyawa kimia berupa progesteron dan juga adanya sensor panas yaitu suhu tuba fallopi lebih tinggi daripada suhu penyimpanan sperma.
Zigot yang telah terbentuk dari hasil fertilisasi akan berkembang menjadi embrio. Kemudian, embrio ini bergerak menuju ke rahim da tertanam dalam endometrium (implantasi). Dalam kondisi ini, seorang perempuan mengalami kehamilan. Berikut gambar proses fertilisasi dan implantasi.
Perkembangan embrio didalam rahim dibagi menjadi beberapa periode trisemester (setiap 3 bulan). Berikut perkembangan embrio dalam setiap trisemester.
Penyakit pada Sistem Reproduksi
a. Gonorhoe adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Nesseria gonorrhoeae. Gejala penyakit ini yaitu rasa sakit dan keluar nanah pada saat kencing, serta keputihan berwarna kuning kehijauan pada perempuan. Penyakit ini dapat mengalami kebutaan pada bayi yang baru lahir dan bisa membuat kerusakan pada mata.
b. Sifilis atau raja singa adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidium. Gejala penyakit ini adalah luka pada daerah kelamin. Penyakit ini dapat menyebar dan menyerang organ tubuh lainnya serta menyebabkan kerusakan pada organ tubuh tesebut.
c. Herpes simplex geniltalis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Herpes simplex tipe II yang menyerang kulit di daerah genitalia luar, anus dan vagina. Gejalanya yaitu gatal – gatal, perih dan kemerahan pada kulit di daerah kelamin. Kemudian, muncul lepuh – lepuh berwarna putih dan bisa pecah menyebabkan luka.
d. Acquired Immuno defisiency sindrom (AIDS) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Human immunodeficiency virus (HIV). Virus ini sangat berbahaya karena menyerang sistem kekebalan (imun) tubuh. Sampai saat ini belum ditemukan obat dan vaksin untuk penyakit AIDS.
e. Penderita AIDS, pada fase pertama sekitar 5-7 tahun masih terlihat sehat. Pada fase selanjutnya baru bisa di diagnosa karena ditandai dengan adanya penyakit Pneumonia, TBC, Herpes, saraf terganggu, dan sebaginya. Fase ini berlangsung 3-6 bulan.
Penderita AIDS diperiksa sel limfosit T nya atau sel darah putih yang berperan mengendalikan imun tubuh. Apabila jumlah sel limfosit T menurun, maka diduga positif AIDS. Selain itu, ada pemeriksaan lain yang bisa memastikan positif AIDS, karena penyakit lain juga ada yang mengalami penuruan sel darah putih.
Penderita AIDS bisa terinfeksi HIV karena perilaku seks bebas. Perilaku seks bebas tidak akan mengetahui bahwa lawan seks nya menderita AIDS. Sehingga, terlular lewat hubungan kelamin.
f. Keputihan adalah penyakit kelamin perempuan yang disebabkan oleh jamur Candida albicans, bakteri, atau parasit. Ciri–cirinya yaitu terdapat cairan berwarna putih kekuningan atau putih keabu–abuan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat terjadi apabila kurang menjaga kebersihan pada daerah vagina.
g. Epididimitis adalah peradangan pada saluran epididimis yang disebabkan oleh infeksi atau karena terkena penyakit menular seksual (PMS). Epididimitis hanya terjadi pada laki – laki, ditandai dengan rasa nyeri dan pembengkakan pada testis. Penyebab epididimitis adalah perilaku seks bebas.
Upaya Pencegahan Penyakit pada Sistem Reproduksi
Faktor yang mempengaruhi terinfeksi penyakit sistem reproduksi yaitu kurang menjaga kebersihan dan perilaku seks bebas. Maka dari itu, lakukan hal berikut agar terhindar dari penyakit.
a. Gunakan celana dalam berbahan katun dan lembut. Hindari yang berbahan panas, tidak menyerap keringat dan terlalu ketat.
b. Bilas dengan bersih organ reproduksi setelah BAB ataupun BAK. Kemudian, keringkan dengan tissue atau handuk bersih untuk mengurangi terjadinya infeksi jamur.
c. Mengganti celana dalam minimal 2–3 kali sehari.
d. Potong rambut di daerah organ reproduksi, karena jika terlalu panjang akan menjadikan sarang kuman.
e. Bagi perempuan yang sedang menstruasi, gantilah pembalut sesering mungkin. Apabila darahnya mengalir deras, gantilah minimal 5–6 jam sekali dalam sehari. Darah yang tertampung bisa menjadi media tumbuhnya kuman.
f. Bagi perempuan, hindari penggunaan sabun pembersih kewanit4an dan pantyliner secara terus menerus. Karena dapat mengubah pH vagina dan akan membunuh bakteri baik dalam vagina, yang selanjutnya akan memicu tumbuhnya jamur.
g. Rajin olahraga, perbanyak konsumsi buah dan sayur. Karena bermanfaat untuk kesehatan dan dapat mencegah terjadinya infeksi jamur.
h. Hindari pergaulan bebas. Karena pergaulan bebas dapat menjerumuskan kamu kedalam perilaku seks bebas dan penggunaan narkoba. Jika sudah kecanduan narkoba, saraf–saraf akan terganggu dan membuat hidup menjadi tidak sehat.
Silahkan untuk menyimak video pembelajaran lebih lanjut tentang sistem reproduksi (Penyakit pada Sistem Reproduksi) dibawah ini....
Simaklah video animasi te tentang siklus menstruasi dibawah ini...
A. Uraian
Perhatikan gambar berikut untuk menjawab soal nomor 1−2.
1. Sebutkan bagian neuron pada huruf a dan g. Kemudian, jelaskan fungsinya.
2. Huruf apa yang menunjukkan nukleus? Jelaskan fungsi bagian tersebut.
3. Telinga merupakan salah indra pada manusia. Di bagian manakah sistem saraf pada telinga terjadi? Jelaskan.
4. Pada sistem hormon terdapat banyak kelenjar yang membantu dalam koordinasi tubuh. Sebutkan jenis-jenis kelenjar dan hormon yang dihasilkannya serta fungsi hormon bagi tubuh.
5. Organ reproduksi manusia harus dijaga dengan baik untuk kesehatan. Bagaimana cara menjaga organ reproduksi manusia?
Komentar
Posting Komentar