IX. Sistem Koordinasi Manusia Tanggal 5 Agustus 2025
Nama Guru : Anita Wulandari, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas : IX
Elemen : Pemahaman IPA
Pertemuan : 7
Jam ke : 1,2
Capaian Pembelajaran
Peserta didik mampu Menganalisis sistem organisasi kehidupan, fungsi, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ
Tujuan Pembelajaran
1. Menguraikan struktur dan fungsi sistem saraf (saraf pusat dan saraf tepi) dalam
mengatur respons tubuh terhadap rangsangan.
Pemahaman Bermakna
Peserta didik mampu menjelaskan sistem saraf dan organ penyusunnya, serta
mekanisme sistem saraf pada tubuh manusia dalam mengelola informasi pada
tubuh manusia.
Materi : Sistem Koordinasi Manusia
Metode :
Model pembelajaran
: direct instruction, cooperative learning, dan praktikum
Mode pembelajaran : tatap muka
Strategi : Diskusi/Tanya Jawab
Sarana dan Prasarana
Sarana
: laptop, proyektor, LKPD, alat tulis, penggaris, meja
Prasarana
: ruang kelas dan laboratorium
Langkah-langkah Pembelajaran :
• Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al-Azhar dan Lagu Indonesia Raya pada jam ke 1)
• Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi
• Guru menyempaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan
• Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya
• Guru membagi peserta menjadi 2 kelompok ganjil dan genap
Uraian Materi
Sebelum mulai silahkan jawab pertanyaan ini
● Apakah tubuh kita memiliki sistem yang mengatur jalannya fungsi anggota
tubuh untuk kehidupan?
● Mengapa tubuh kita memiliki sistem tersebut?
● Apa saja peran sistem tersebut bagi tubuh manusia?
Sistem koordinasi pada manusia, yang dipelajari di kelas 9, terdiri dari tiga komponen utama: sistem saraf, sistem hormon, dan sistem indera. Sistem ini bekerja sama untuk mengatur dan mengendalikan berbagai fungsi tubuh, memastikan respons yang tepat terhadap rangsangan, dan menjaga keseimbangan internal (homeostasis).
1. Sistem Saraf:
Fungsi:
Menerima, memproses, dan mengirimkan informasi melalui impuls saraf untuk mengendalikan berbagai fungsi tubuh, seperti gerakan, pernapasan, dan detak jantung.
Struktur:
Terdiri dari otak, sumsum tulang belakang, dan saraf.
Neuron:
Sel saraf yang merupakan unit dasar sistem saraf, membawa informasi dalam bentuk impuls listrik.
Saraf:
Terbagi menjadi saraf sensorik (menerima rangsangan), saraf motorik (mengirimkan perintah gerakan), dan saraf otonom (mengatur fungsi organ dalam).
2. Sistem Hormon (Endokrin):
Fungsi: Mengatur berbagai proses fisiologis seperti pertumbuhan, metabolisme, reproduksi, dan suasana hati melalui hormon yang dilepaskan oleh kelenjar endokrin.
Contoh Kelenjar: Kelenjar tiroid, adrenal, pankreas, dan gonad.
Contoh Hormon: Insulin, hormon pertumbuhan, hormon seks.
3. Sistem Indra:
Fungsi:
Menerima rangsangan dari lingkungan eksternal melalui organ-organ indera, seperti mata (penglihatan), telinga (pendengaran), hidung (penciuman), lidah (pengecap), dan kulit (peraba).
Reseptor:
Sel-sel khusus dalam organ indera yang mendeteksi rangsangan dan mengubahnya menjadi sinyal saraf.
Koordinasi:
Sistem saraf dan hormon bekerja sama untuk mengkoordinasikan berbagai fungsi tubuh.
Sistem saraf memberikan respons cepat terhadap perubahan lingkungan, sementara sistem hormon memberikan respons yang lebih lambat dan berkelanjutan.
Koordinasi yang baik memastikan tubuh berfungsi secara harmonis dan efisien.
Gangguan Sistem Koordinasi:
Berbagai gangguan dapat terjadi pada sistem saraf, hormon, dan indera, yang dapat memengaruhi fungsi tubuh.
Contohnya adalah gangguan penglihatan, pendengaran, diabetes, dan gangguan neurologis.
Dengan mempelajari sistem koordinasi, siswa kelas 9 dapat memahami bagaimana tubuh mereka berfungsi secara terpadu dan bagaimana menjaga kesehatan sistem-sistem tersebut.
Silahkan untuk menyimak video pembelajaran lebih lanjut tentang Sistem Koordinasi dibawah ini....
Kesimpulan
Sistem saraf adalah sistem organ yang terdiri atas serabut saraf yang tersusun atas sel-sel saraf yang saling terhubung dan esensial untuk persepsi sensoris indrawi, aktivitas motorik volunter dan involunter organ atau jaringan tubuh, dan homeostasis berbagai proses fisiologis tubuh.
Fungsi sistem koordinasi pada manusia diperlukan untuk mengendalikan setiap bagian dalam tubuh agar gerakan yang dihasilkan menjadi tepat sasaran. Tanpa sistem koordinasi, seluruh organ tubuh tidak mampu bekerjasama.
Sistem Saraf Terdiri Atas:
Sistem Saraf Pusat
Sistem saraf ini menjadi pusat segala koordinasi dan regulasi organ-organ dalam tubuh. Sistem saraf pusat terhubung dengan otak dan saraf sumsum tulang belakang. Otak memiliki beragam fungsi penting dalam sistem koordinasi pada manusia.
Sistem Saraf Tepi
Pada sistem saraf ini terdapat beberapa saraf-saraf kecil yang menghubungkan otak dan tulang belakang dengan organ saraf tepi. Sistem koordinasi saraf tersebut adalah saraf somatik dan saraf otonom.
Sel Saraf
Semua sistem koordinasi saraf tersebut tidak akan berfungsi tanpa adanya sel saraf. Sel saraf atau yang biasa disebut neuron merupakan satuan kerja utama dari sistem koordinasi saraf. Mekanisme kerja sistem saraf dalam menghantarkan impuls saraf adalah hasil kerja dari neuron ini. Sel saraf juga yang memungkinkan kamu dapat merasakan berbagai rangsang dari panca indra.
1. Sistem koordinasi tubuh manusia terlaksana oleh adanya . . . .
a. Otak dan sistem saraf
b. Otak dan sumsum tulang belakang
c. Sistem saraf dan hormon
d. Hormon dan sumsum tulang belakang
2. Sel saraf sensorik disebut juga sel saraf indera karena . . . .
a. Menerima dan meneruskan rangsang dari reseptor ke sel saraf motorik
b. Membawa rangsang dari reseptor ke otak atau sumsum tulang belakang
c. Membawa perintah dari otak atau sumsum tulang belakang
d. Menerima dan membawa rangsangan dari otot ke otak atau sumsum tulang belakang
3. Bagian sel saraf yang membungkus akson dan berfungsi sebagai isolator yaitu . . . .
a. Sel Schwann
b. Badan Misel
c. Nodus Ranvier
d. Selubung Mielin
4. Hormon yang mengatur keseimbangan kalsium dalam darah adalah...
a. Oksitosin dan prolaktin
b. Parathoromon dan Kalsitonin
c. Progesteron dan Estrogen
d. Glukagon dan Insulin
E. Adrenalin dan Insulin
5. Denyut jantung seseorang akan semakin cepat bila sedang marah. Hal ini disebabkan karena kadar hormon dalam darahnya meningkat. Hormon yang dimaksud adalah……
a. Hormon adrenalin
b. Hormon insulin
c. Hormon sekretin
d. Hormon oksitosin
6. Somatotropin yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis memiliki fungsi untuk ....
a. mengatur sintesis hormon tiroksin
b. penyerapan ion kalsium darah
c. merangsang pertumbuhan rangka dan otot
d. memacu pembelahan sel pernbentuk jaringan
7. Berikut ini berbagai macam hormon:
1. TSH (thyroid Stimulating Hormon)
2. FSH (Folicle Stimulating Hormon)
3. GH (Growth Hormone)
4. MSH (Melanositn Stimulating Hormon)
5. LH (Lutheinizing Hormon)
6. ADH (Anti Diuretic Hormone)
Hormon yang tidak disekresikan oleh hipofisis anterior adalah...
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 2 dan 4
d. 4 dan 6
8. Hormon kalsitonin di hasilkan oleh kelenjar tiroid. Hormon ini berfungsi untuk ....
a. Meningkatkan laju metabolisme jaringan
b. Menurunkan kadar ion-ion kalsium dalam darah
c. Merangsang kontraksi uterus pada saat melahirkan
d. Meningkatkan tekanan osmosis darah akibat dehidrasi
9. Hormon merupakan bentuk asam amino derivative, protein atau steroid. Hormon diproduksi dalam jumlah yang sangat kecil dalam tubuh dan efektif pada konsentrasi rendah. Hormon yang tidak dapat menyesuaikan dan memulihkan kondisi homeostatis tubuh mengakibatkan terjadinya kekurangan dan kelebihan hormon yang dihasilkan.
Pasangan yang tepat antara hormon dan gangguan kesehatan akibat kelebihan atau kekurangan hormon tersebut adalah...
a. Insulin-diabetes insipidus
b. Adrenalin-morbus basedowi
c. Tiroksin-diabetes mellitus
d. Parathoromon-osteoporosis
10. Hubungan yang tepat antara hormon dan fungsinya adalah ….
a. Parathormon: Mempengaruhi proses metabolisme
b. Tiroksin: Mengatur keseimbangan kalsium
c. Gonadotropin: Mempengaruhi kerja kelenjar kelamin
d. Prolaktin: Mempengaruhi kerja kelenjar anak ginjal
Refleksi

Komentar
Posting Komentar