VIII. Materi Spesialisasi Sel Tanggal 1 Agustus 2025
Nama Guru : Anita Wulandari, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas : VIII
Elemen : Pemahaman IPA
Pertemuan : 5
Jam ke : 6,7
Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase D, peserta didik memahami proses identifikasi makhluk hidup; sistem organisasi kehidupan; interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya; upaya mitigasi perubahan iklim; pewarisan sifat; dan bioteknologi di lingkungan sekitarnya. Peserta didik juga memahami pengukuran; gerak dan gaya; tekanan dan pesawat sederhana; konsepusaha dan energi; pengaruh kalor dan perubahan suhu; gelombang; gejala kemagnetan dan kelistrikan; posisi bulan-bumi-matahari, struktur lapisan bumi, sifat fisika dan kimia tanah, dan penggunaan zat aditif dalam penyelesaian masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.Konsep-konsep tersebut memungkinkan peserta didik untuk menerapkan dan mengembangkan keterampilan inkuiri sains mereka.
Alur Tujuan Pembelajaran
§ Mendeskripsikan tentang spesialisasi sel
§ Mendeskripsikan proses diferensiasi sel
Tujuan Pembelajaran
- Peserta didik mampu mendeskripsikan tentang spesialisasi sel
- Peserta didik mampu mendeskripsikan proses spesialisasi sel
Pemahaman Bermakna
Menyadari bahwa materi SPESIALISASI SEL dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Metode : Blended learning melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning (PBL) terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Social Emotional Learning (SEL).
Strategi : Diskusi/Tanya Jawab
Sarana & Prasarana :
1. Buku Teks 4. Handout materi
2. Laptop/Komputer PC 5. Papan tulis/White Board 7.
Infokus/Proyektor/Pointer
3. Akses Internet 6. Lembar kerja 8. Referensi lain yang mendukung
Langkah-langkah Pembelajaran :
• Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al-Azhar dan Lagu Indonesia Raya pada jam ke 1)
• Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi
• Guru menyempaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan
• Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya
• Guru membagi peserta menjadi 2 kelompok ganjil dan genap
• Guru memberikan pembahasan peraturan pertemuan dikelas
Uraian Materi
Jika mendengar kata multi, apa yang terlintas di kepala kalian? Dan jika mendengar kata spesialisasi, apa yang ada di pikiran kalian?
SPESIALISASI SEL
Dari topik sebelumnya, kita sudah membahas perbedaan sel hewan dan sel
tumbuhan, dan ternyata mereka memiliki beberapa fitur yang berbeda. Sel hewan
dan tumbuhan juga mengalami spesialisasi untuk menjalankan fungsi hidupnya.
Apa itu spesialisasi? Apa pengaruh spesialisasi pada organisme? Di dalam
subbab ini kita akan membahas apa itu spesialisasi dan apa pengaruhnya
terhadap fungsi hidup organisme.
1. Uniseluler dan Multiseluler
Apa pendapat kalian mengenai gambar lego di atas? Jika sekeping lego
pada gambar 1.16 (a) diumpamakan sebagai satu buah sel, dan kumpulan lego pada
gambar 1.16 (b) diumpamakan sebagai gabungan-gabungan sel, apa yang bisa
kalian simpulkan dari keduanya?
Sama seperti lego pada gambar 1.16 b, manusia, dan kebanyakan hewan dan
tumbuhan tersusun dari banyak sel atau yang biasa disebut multiseluler. Multi berarti banyak dan seluler berarti yang
terdiri dari sel.
Gambar 1.16 (a) Sekeping lego (b) Konstruksi lego
Gabungan-gabungan sel tersebut membentuk suatu formasi. Sama seperti
gabungan-gabungan lego di atas yang membentuk suatu bentuk. Sementara bakteri,
sama seperti sekeping lego, hanya terdiri dari satu sel. Organisme yang hanya
memiliki satu sel disebut organisme uniseluler, yang hanya membutuhkan satu
sel saja untuk menjalankan seluruh aktivitas hidupnya.
a. Uniseluler
Contoh organisme uniseluler selain bakteri adalah organisme dari kerajaan
Protista. Bakteri merupakan organisme bersel satu yang terdapat di mana-mana.
Beberapa bakteri dapat berguna untuk kehidupan manusia, tetapi banyak juga
yang justru menimbulkan penyakit. Di bawah ini adalah contoh gambar bakteri
yang merupakan organisme bersel satu.
Gambar 1.17 Sel bakteri E. coli yang merupakan organisme uniseluler
Protista biasanya dapat ditemukan di beberapa sampel air sungai. Jika kalian
ingat pelajaran kelas tujuh mengenai klasifikasi, di situ dijelaskan bahwa
Protista tidak termasuk ke dalam hewan atau tumbuhan, ia memiliki kerajaan
tersendiri. Meskipun banyak dari anggota Protista yang dapat menyebarkan
penyakit, contohnya sporozoa, tetapi sebagian besar Protista cukup banyak
berperan penting dalam proses rantai makanan. Gambar 1.18 memberikan gambaran
bentuk Protista yang merupakan organisme uniseluler.
Gambar 1.18 Contoh Protista yang merupakan organisme uniseluler
b. Multiseluler dan Spesialisasi
Dalam organisme multiseluler, sel-sel tampak terlihat berbeda antara satu
dengan yang lainnya. Mereka pun memiliki fungsi yang berbeda. Bisa dikatakan
sel- sel tersebut mengalami spesialisasi.
Seluruh sel di dalam organisme multiseluler memiliki peran kunci yang
berbeda-beda, ada yang berfungsi untuk mengambil oksigen, ada yang berfungsi
untuk mengantarkan informasi, dan lain sebagainya. Ketika mereka memiliki
peran yang berbeda-beda, hal tersebut sangat memberikan manfaat bagi organisme
tersebut.
Sama seperti ketika bekerja kelompok, ada yang bertugas untuk mencari bahan,
ada yang bertugas untuk mencari gambar, ada yang bertugas untuk membuat
presentasi, dan lain sebagainya sehingga menghasilkan produk yang bagus. Sama
seperti contoh tersebut, sel-sel di dalam organisme multiseluler bekerja sama
walau memiliki peran yang berbeda-beda.
Gambar 1.19 Bekerja sama, seperti yang terjadi pada selsel di tubuh organisme
Karena memiliki peran yang berbeda-beda, struktur luar bahkan dalam sel
tersebut pun mengalami penyesuaian. Mari kita perinci satu-persatu
spesialisasi sel pada tumbuhan dan hewan
2. Spesialisasi pada Sel Tumbuhan
a. Sel akar rambut
Proses fotosintesis membutuhkan air yang didapat dari akar tanaman.
Spesialisasi sel akar rambut pada tumbuhan, memudahkannya untuk meningkatkan
penyerapan air karena area permukaan akar membesar. Gambar 1.20 memperlihatkan
bentuk spesialisasi sel tumbuhan berupa sel akar rambut
Gambar 1.20 Spesialisasi sel tumbuhan berupa sel akar rambut
b. Stomata
Stomata berfungsi untuk mengambil gas karbon dioksida dan melepaskan oksigen.
Sel penjaga yang berada di sekitar stomata berfungsi untuk membuka dan menutup
stomata, sehingga mengurangi banyaknya air yang keluar melalui stomata. Gambar
1.21 memperlihatkan bentuk stomata beserta sel penjaga
Gambar 1.21 Stomata dalam keadaan terbuka (kiri) dan stomata dalam keadaan tertutup (kanan) beserta sel penjaga.
3. Spesialisasi pada Sel Hewan
Pada bagian di atas telah diuraikan mengenai spesialisasi pada sel tumbuhan,
sekarang mari kita belajar mengenai spesialisasi pada sel hewan, yakni manusia
sebagai contohnya.
a. Sel darah merah
Sel darah merah dewasa berbentuk pipih dikarenakan mereka menghilangkan
nukleus untuk menjalankan fungsinya dalam mengikat oksigen. Bisa dibayangkan
bagaimana jika sel darah merah kita tetap memiliki nukleus? Apa yang akan
terjadi?
Gambar 1.22 Sel darah merah dewasa yang telah kehilangan nukleusnya agar dapat mengikat oksigen.
b. Sel saraf
Bentuk sel saraf yang panjang berasal dari perpanjangan sitoplasma dengan
tujuan untuk menyampaikan informasi dari indera ke otak, dan dari otak ke otot
atau kelenjar
Gambar 1.23 Bentuk sel saraf yang memiliki perpanjangan dari sitoplasma
c. Sel otot
Sel otot memiliki banyak nukleus dan mitokondria untuk menunjang fungsinya
sebagai alat gerak. Jumlah nukleus dan mitokondria yang banyak ini memudahkan
sel otot untuk memproduksi energi yang dibutuhkan hewan dan manusia dalam
melakukan berbagai aktivitas.
Gambar 1.24 Penampakan sel otot melalui mikroskop, titik-titik hitam merupakan nukleus (inti sel)
d. Sel, Jaringan, Organ, dan Sistem Organ
Spesialisasi sel menunjukkan bahwa masing-masing sel di dalam tubuh organisme
multiseluler beradaptasi untuk menjalankan fungsinya masing-masing. Sel-sel
yang memiliki karakter dan fungsi sejenis saling bekerja sama
membentuk jaringan. Jaringan Bersama jaringan lain akan
membentuk organ. Organ bekerja sama dengan organ lain akan
membentuk sistem organ. Kerja sama sistem organ untuk menjalankan
fungsi tubuh inilah yang menghasilkan
istilah organisme. Gambar 1.25 memperlihatkan bagaimana sel
membentuk jaringan sampai menjadi organisme.
Gambar 1.25 Tahapan pembentuk tubuh, dari mulai sel, jaringan, organ, sistem organ, hingga menjadi tubuh manusia
Berikut adalah contoh-contoh sistem organ di dalam tubuh manusia:
· Sistem pencernaan yang memproses makanan yang kita makan
sehingga menghasilkan energi untuk tubuh, terdiri dari mulut, kerongkongan,
lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan anus
· Sistem peredaran darah yang berfungsi untuk mengalirkan darah
ke seluruh bagian tubuh, terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan sel
darah
· Sistem pernapasan berfungsi untuk mengalirkan oksigen dan
membuang karbondioksida melalui peredaran darah, terdiri dari hidung,
tenggorokan, paru-paru, dan diafragma.
· Sistem gerak, selain berfungsi untuk menggerakkan tubuh, juga
berfungsi untuk melindungi organorgan penting dalam tubuh, terdiri dari otot
dan tulang
· Sistem eksresi, yang berfungsi untuk membuang sisa-sisa
metabolisme tubuh, bisa berupa keringat ataupun urine, terdiri dari ginjal,
paru-paru, hati dan kulit.
Agar lebih mendalami materi hari ini silahkan simak video pembelajaran tentang spesialisasi sel dibawah ini :
Bahan Bacaan Lainnya
Penugasan
Pelajar mengerjakan mari uji pemahamanmu pada halaman 25-26 sebagai tes
formatif, sementara aktivitas pembelajaran pada halaman 23-24 “Ayo mencari
informasi mengenai sel punca” dapat dijadikan sebagai penilaian sumatif.
Berikut rubrik yang bisa dipakai untuk penilaian sumatif tersebut
PENILAIAN SUMATIF
Kelas : 8
Topik : Sel
Sel punca, apakah baik atau buruk?
Setelah mempelajari mengenai stem sel di dalam kelas, Pelajar diharapkan
membuat paparan berupa esai, poster, atau komik mengenai penggunaan sel punca.
Ikutilah instruksi di bawah ini:
Carilah informasi mengenai dua eksperimen yang menggunakan sel punca. Gunakan
informasi tersebut untuk membuat kesimpulan dari apa yang telah kita pelajari
di kelas, sertakan diagram atau gambar yang mendukung riset tersebut. Kalian
juga harus bisa mendeskripsikan dan membuat ringkasan, mengapa sebagian orang
mendukung riset sel punca, sementara ada juga yang menolak riset tersebut.
Kaitkanlah riset mengenai sel punca dengan salah satu faktor berikut:
kesehatan, ekonomi, sosial, budaya, etika, dan lingkungan.











Komentar
Posting Komentar