Kelas VII.Pengukuran - Besaran & Satuan Tanggal 1 Agustus 2025
Besaran dan Satuan
Nama Guru : Anita Wulandari, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas : VII
Elemen : Pemahaman IPA
Pertemuan : 4
Jam ke : 3,4,5
Capaian Pembelajaran
Di fase ini, pelajar menggunakan berbagai alat bantu dalam melakukanpengukuran dan pengamatan serta memperhatikan detail yang relevan dari objekyang diamati. Secara mandiri, pelajar dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjutuntuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.
Pelajar juga merencanakan dan melakukan langkah-langkah operasional
berdasarkan referensi yang benar untuk menjawab pertanyaan. Dalam penyelidikan
yang dilakukan, pelajar menggunakan berbagai jenis variabel untuk membuktikan
prediksi, menyajikan data dalam bentuk tabel, graik, dan model serta
menjelaskan hasil pengamatan dan pola atau hubungan pada data secara digital
atau non digital.
Indikator CapaianPembelajaran
Melakukan pengukuran dan membaca skala dengan benar.
Pemahaman Bermakna
§ Apa itu Sains?
§ Bagaimana para ilmuwan Sains menghasilkan pengetahuan?
Tujuan Pembelajaran
§ Pelajar dapat memilih alat
ukur yang tepat digunakan dalam percobaan, melakukan pengukuran dan membaca
skala dengan benar.
Materi : Besaran
Metode : Model pembelajaran tatap muka, dan blended learning.
Strategi :
Sarana & Prasarana : Komputer, LCD, Sumber Belajar : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021, Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP Kelas VII, Penulis: Victoriani Inabuy, dkk & Internet), Lembar kerja peserta didik.
Langkah-langkah Pembelajaran :
• Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al-Azhar dan Lagu Indonesia Raya pada jam ke 1)
• Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi
• Guru menyempaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan
• Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya
• Guru membagi peserta menjadi 2 kelompok ganjil dan genap
• Guru memberikan pembahasan materi hari ini
Uraian Materi
Pengukuran sebagai Bagian dari Pengamatan
pengamatan objek dengan menggunakan indra merupakan kegiatan yang penting untuk menghasilkan deskripsi suatu benda.
Akan tetapi, seringkali pengamatan seperti itu tidak cukup. Kamu memerlukan pengamatan yang memberikan hasil yang pasti ketika dikomunikasikan kepada orang lain.
Contoh:
Pernahkah kamu pergi ke
penjahit untuk minta dibuatkan baju?
Bagaimana penjahit dapat membuatkan baju dengan ukuran yang tepat?
Atau, pernahkah kamu melihat orang berjual beli buah, misalnya
duku?
Bagaimanakah menentukan banyaknya
duku secara akurat?
Semua peristiwa di atas terkait dengan kegiatan pengukuran. Pada bagian ini, kamu akan mendiskusikan dan melakukan berbagai kegiatan pengukuran dengan menggunakan alat ukur yang sesuai.
D. Pengukuran
Dari percobaan yang dilakukan Ayu pada Aktivitas 1.9 dan 1.10, apakah pengukuran yang harus ia lakukan? Adakah hal
lain yang dapat ia amati ketika melakukan percobaan tersebut?
1. Pengamatan Selama Eksperimen
Seperti telah kalian pelajari pada Bagian C sebelumnya, variabel terikat
diamati atau diukur pada saat kita melakukan percobaan. Demikian pula para
ilmuwan mencatat hasil pengamatan mereka dalam bentuk tabel agar dapat lebih
mudah dibaca dan dipahami.
Pengamatan yang dilakukan selama percobaan dapat dilakukan
secara kualitatif, yaitu deskripsi dengan menggunakan kata-kata
saja. Contohnya, ketika kalian memanaskan air, kalian bisa melihat ada
gelembung udara saat air mendidih, juga ada asap tipis di bagian atas air
tersebut. Jika kalian manaruh tangan kalian di bagian atas panci air yang
sedang dipanaskan, kalian juga merasakan suhu yang lebih panas. Gelembung
udara juga ada ketika kalian menuang minuman bersoda ke dalam gelas, ada
suara fizz juga. Karena itulah minuman bersoda disebut juga
dengan fizzy drink. Semua hal di atas adalah contoh pengamatan
kualitatif.
Pengamatan juga dapat dilakukan secara kuantitatif atau
dinyatakan dalam angka-angka. Contohnya, sebelum memasukkan air yang akan
dipanaskan ke dalam panci, kalian mengukur volume air dengan menggunakan gelas
ukur, yaitu sebanyak 200 mL. Kemudian setelah 3 menit memanaskan air, kalian
mengukur suhu air tersebut dan mencatat suhu air mencapai 70°C. Hal inilah
yang disebut sebagai pengukuran dalam percobaan.
Pengukuran sangat penting dilakukan dalam suatu eksperimen untuk dapat
memperoleh jawaban atas tujuan percobaan kita. Pengukuran sangat erat
kaitannya dengan besaran dan satuan dalam
Sains.
2. Besaran
Besaran adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan pada sesuatu yang bisa
diukur dan memiliki nilai. Contoh yang diberikan di atas adalah volume air
yang diukur dengan menggunakan gelas ukur, juga suhu air setelah dipanaskan.
Volume dan suhu adalah contoh besaran. Ada lagi banyak contoh besaran lainnya,
misalnya panjang, massa, waktu, berat dan sebagainya. Dalam ilmu Sains,
dikenal dua macam besaran, yaitu besaran pokok dan besaran turunan.
Besaran Pokok adalah besaran yang dijadikan dasar untuk menetapkan
besaran lainnya. Ada tujuh besaran pokok dengan satuannya yang telah
ditetapkan oleh para ilmuwan secara standar internasional (SI), seperti
tertera pada Tabel 1.1.
Sementara Besaran Turunan adalah besaran yang ditetapkan
berdasarkan besaran pokok. Satuannya pun diturunkan dari beberapa satuan
besaran pokok. Sebagai contoh untuk menentukan kecepatan suatu benda bergerak,
kita perlu mengukur panjang lintasan dan waktu yang diperlukan untuk menempuh
lintasan tersebut. Kecepatan bisa dihitung dengan menggunakan rumus:
Panjang dan waktu adalah besaran pokok sementara kecepatan adalah besaran
turunan karena kecepatan dihitung dari besaran pokok. Ada lebih banyak besaran
turunan dibandingkan besaran pokok.
Tabel 1.1 Tujuh Besaran Pokok dan Beberapa Contoh Besaran Turunan
Disertai Satuan Standar Internasional (SI)
3. Satuan
Dalam melakukan pengukuran, agar seragam maka dianggap perlu untuk menetapkan
suatu pembanding dalam pengukuran. Pembanding ini tetap, tidak berubah-ubah
dan dapat digunakan secara umum di mana saja. Inilah yang disebut sebagai
satuan baku.
Namun, ternyata ada beragam satuan yang digunakan dalam hidup kita sehari-hari, misalnya untuk mengukur panjang atau jarak, kita sering menggunakan satuan meter atau kilometer. Di luar negeri digunakan satuan inci maupun yard. Bahkan zaman dahulu satuan yang digunakan adalah ukuran kaki manusia. Satuan yang tidak tetap, misalnya kaki adalah satuan tidak baku. Adapun untuk suhu, satuan yang sering kita gunakan adalah derajat Celsius, namun ini bukan satuan standar dalam Sains. Di negara sub tropis sering digunakan satuan Fahrenheit. Dalam Sains, satuan suhu yang digunakan sebagai Standar Internasional adalah Kelvin.
Sebagai seorang ilmuwan yang melakukan pengukuran, kita perlu memiliki
keterampilan mengubah satuan sesuai dengan satuan yang diakui secara
internasional. Kata lain mengubah satuan ini adalah mengonversi. Misalnya kita
mengukur panjang suatu kertas adalah 32 cm dan lebarnya adalah 28 cm.
Sementara kita diminta untuk menyatakan kedua besaran itu dalam satuan meter,
sebagai Satuan Internasional.
Kita dapat menggunakan tangga konversi panjang pada Gambar 1.15 sehingga dapat diperoleh panjang dan lebar dalam meter. Dari cm ke m
dibutuhkan 2 anak tangga naik, maka angka 32 cm dibagi seratus, demikian pula
angka 28. Sehingga diperoleh panjang kertas itu 0,32 meter dan lebar 0,28
meter.
Satuan massa, waktu dan suhu pun dapat dikonversi seperti ini. Berlatihlah
mengonversi satuan-satuan panjang, waktu dan massa dengan melakukan aktivitas
berikut ini.
4. Teknik Pengukuran yang Benar
Pemilihan alat ukur sangat penting agar dapat memperoleh hasil percobaan yang
akurat. Pengukuran pun perlu dilakukan dengan cermat agar hasilnya tepat.
Hal-hal yang harus diperhatikan ketika melakukan pengukuran yaitu sebagai
berikut.
a. Selalu perhatikan bahwa alat ukur yang digunakan selalu pada angka 0
sebelum kalian mulai mengukur.
b. Pastikan alat ukur yang digunakan sudah mengukur secara tepat, misalnya
jika mengukur suhu cairan, termometer ada di dalam cairan, bukan di atasnya
juga tidak menyentuh wadah cairan. Bila mengukur
waktu, stopwatch dinyalakan tepat pada saat percobaan mulai
dilakukan, dan dihentikan tepat pada saat percobaan telah selesai.
c. Selalu catat pengukuran disertai satuannya. Gunakan simbol satuan yang
benar.
d. Hindari kesalahan paralaks, di mana pengamatan tidak dilakukan sejajar
dengan skala benda terukur. Mata kalian perlu sejajar dengan pembacaan skala
pengukuran. Apabila terjadi kesalahan paralaks, maka hasil pengukuran bisa
terlalu rendah atau terlalu tinggi dari yang semestinya. Perhatikan Gambar 1.16.
e. Segera mencatat hasil pengukuran. Jangan mengandalkan ingatan saja karena
keterbatasan manusia mengingat.
f. Cairan biasanya memiliki bentuk yang tidak rata atau cembung sehingga dalam
mengukur volume cairan, selalu bacalah skala pada sisi cembung cairan
tersebut. Jika cairan cembung di bagian bawah, maka bacalah skala pada batas
itu. Namun ada cairan tertentu yang mencembung di bagian atas. Untuk cairan
seperti ini, bacalah skala pada bagian atas. Perhatikan Gambar 1.17 ini.
Untuk mempraktikkan teknik pengukuran yang benar, marilah kita melakukan empat
percobaan berikut. Ikutilah arahan dari guru kalian dalam pembagian kelompok
dan percobaan pertama yang harus kalian lakukan. Bacalah dulu semua instruksi
(tujuan dan prosedur) sebelum memulai percobaan sesuai dengan nomor percobaan
yang kalian lakukan. Lakukan percobaan langkah demi langkah. Ingatlah untuk
menjalankan peraturan keselamatan dalam laboratorium IPA. Masih ingatkah
kalian apa sajakah itu?
Referensi Tambahan
https://salamadian.com/macam-macam-alat-ukur/
Agar lebih paham lagi tentang besaran dan satuan silahkan simak video dibawah ini...
Sudah disimak video diatas silahkan sekarang ditanyaa kepada gurunyaa..
Penugasan
Mari Uji Kemampuan Kalian
1. Identifikasilah pernyataan berikut apakah benar atau salah. Ubahlah
pernyataan yang salah hingga menjadi benar.
a. Mengukur menggunakan penggaris adalah contoh pengamatan secara
kualitatif.
b. Warna suatu larutan adalah contoh pengamatan kualitatif.
c. Satuan yang tepat untuk mengukur jarak adalah detik.
d. Jam adalah satuan untuk waktu sesuai Standar Internasional.
e. Volume adalah contoh besaran turunan.
2. Apakah dua kesalahan yang dilakukan oleh siswa pada Gambar 1.18?
3. Lihatlah sekeliling kelas kalian dan buatkan dua (2) pengamatan
kualitatif dan dua (2) pengamatan kuantitatif.
4. Sebutkan nama alat ukur di bawah ini lalu nyatakan hasil pengukuran
dilengkapi satuannya.
5. Ketika kalian menyentuh air hangat, maka kalian dapat mengetahui bahwa
suhunya lebih tinggi dari air di bak kamar mandi kalian. Kalian juga dapat
merasakan dinginya es batu ketika kalian memegangnya, namun mengapa tangan
tidak dapat dijadikan satuan baku?


Komentar
Posting Komentar