IX. Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Berbiji Tanggal 29 Juli 2025
Nama Guru : Anita Wulandari, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas : IX
Elemen : Pemahaman Bermakna
Pertemuan : 5
Jam ke : 1,2
Capaian Pembelajaran
Peserta didik dapat mendeskripsikan atom dan senyawa sebagai unit terkecil penyusun materi serta sel sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup, mengidentifikasi sistem organisasi kehidupan serta melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tertentu (sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem pernapasan dan sistem reproduksi).
Tujuan Pembelajaran
● Menganalisis pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan berbiji.
Pemahaman Bermakna
Peserta didik mampu menganalisis pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan berbiji
Materi : Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan berbiji
Metode : Model pembelajaran : direct instruction, cooperative learning, dan praktikum
Strategi : Diskusi/Tanya Jawab
Sarana dan Prasarana
Sarana : laptop, proyektor, LKPD, pengukur tinggi badan, tabung reaksi, biji
tumbuhan, kapas, air panas dan dingin, minyak
Prasarana : ruang kelas
Langkah-langkah Pembelajaran :
• Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al-Azhar dan Lagu Indonesia Raya pada jam ke 1)
• Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi
• Guru menyempaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan
• Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya
• Guru membagi peserta menjadi 2 kelompok ganjil dan genap
• Guru memberikan pembahasan peraturan ujian blok
Uraian Materi
C. Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Berbiji
Banyak tumbuhan memulai kehidupannya dari biji. Di dalam biji terdapat embrio tumbuhan yang, jika berada di kondisi yang tepat, akan tumbuh menjadi tanaman. Embrio ini memiliki bagian-bagian seperti akar, batang, dan daun yang akan tumbuh seiring waktu. Bagian luar biji sangat keras dan berfungsi melindungi embrio dari kekeringan.
a. Perkecambahan Biji
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan perkecambahan. Perkecambahan adalah awal dari pertumbuhan benih. Sebutir biji yang merupakan bibit tumbuhan berada dalam keadaan dorminasi atau tidur. Untuk membangunkan biji, biji harus direhidrasi atau diberikan air. Ketika dimulainya penyerapan air (imbibisi), laju respirasi akan meningkat dan proses metabolisme yang terhenti selama dorminasi akan dilanjutkan. Dalam proses perkecambahan bagian yang pertama muncul adalah bakal daun atau kotiledon. Kotiledon melekat pada embrio dengan hipokotil. Setelah biji bangun dari masa dorminasi, maka ia akan mulai berkecambah. Perkecambahan tidak hanya membutuhkan air namun juga oksigen, dan juga suhu yang sesuai. Inilah mengapa biji tidak bisa berkecambah dalam air.
Mereka akan mulai tumbuh dengan memanfaatkan cadangan nutrisi dalam endosperma atau kotiledon bijinya. Biji yang bangun akan mengaktifkan hormon giberelin yang akan metabolisme berupa pemecahan pati menjadi gula. Metabolisme yang aktif membuat munculnya tunas pada permukaan biji, sehingga biji bisa tumbuh sebagai tumbuhan baru.
Kecambah kemudian berkembang menjadi tumbuhan kecil. Setelah tumbuh hingga mencapai ukuran dan usia tertentu, akan berkembang membentuk bunga dan buah atau biji sebagai alat perkembanganbiakan. Pertumbuhan pada tumbuhan terjadi di daerah meristematis. Meristematis adalah titik tumbuh, yaitu bagian yang mengandung jaringan meristem. Jaringan meristem terletak di ujung batang, ujung akar, dan kambium.
b. Pertumbuhan dan Perkembangan Primer
Pertumbuhan tumbuhan yang baru dimulai disebut pertumbuhan primer. Ini terkait dengan sel-sel meristem primer (apikal) pada tumbuhan, yang aktif membelah. Pertumbuhan dimulai ketika biji menemukan kondisi yang sesuai. Pertama, air masuk ke dalam biji dalam proses yang disebut imbibi, dan kemudian biji mulai berkecambah. Akar akan tumbuh lebih dulu, diikuti oleh batang dan daun. Sel-sel meristem terus membelah, membuat tumbuhan tumbuh lebih tinggi.
c. Pertumbuhan dan Perkembangan Sekunder
Pertumbuhan dan perkembangan sekunder terjadi ketika tumbuhan bertambah lebar atau diameter batangnya semakin besar. Ini disebabkan oleh pembelahan meristem sekunder pada kambium. Sel-sel meristem sekunder ini terus membelah, menghasilkan kayu ke dalam dan kulit kayu ke luar.
d. Pembentukan Buah dan Biji
Bunga memiliki organ reproduksi jantan serta betina, yaitu benang sari dan putik. Pada dasar putik, ada ovarium yang berisi satu atau lebih bakal biji. Sementara benang sari pada bunga terletak mengelilingi putik dan terdiri dari kepala sari. Pada benang sari, ada serbuk sari. Serbuk yang telah matang akan dikeluarkan dari kepala sari, dan dibawa ke permukaan putik oleh serangga, angin, atau vektor lainnya. Setelah serbuk sari mendarat di permukaan putik, terjadilah peristiwa yang disebut penyerbukan.
Setelah penyerbukan, akan terbentuk zigot yang terus berkembang menjadi embrio. Sepanjang perkembangannya, embrio dibantu oleh jaringan endosperma yang menyediakan banyak nutrisi. Endosperma ini terdiri atas sejumlah sel yang diisi pati, protein, dan sejumlah kecil lipid. Endosperma juga mengandung sejumlah besar karbohidrat, mineral, dan hormon yang mendukung pertumbuhan serta perkembangan biji hingga dewasa dan mampu membuat makanannya sendiri melalui fotosintesis. Tahap akhir atau proses pematangan biji ditandai dengan berhentinya pertumbuhan embrio.
Bahan Bacaan
Silahkan untuk menyimak video pembelajaran lebih lanjut tentang pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan berbiji dibawah ini....
Kesimpulan
Pertumbuhan adalah Peristiwa perubahan biologi yang terjadi pada makhluk hidup yang berupa pertambahan ukuran (volume, massa, dan tinggi). Pertumbuhan ini bersifat kuantitatif/terukur. Perkembangan adalah proses menuju kedewasaan pada organisme. Proses ini berlangsung secara kualitatif. Baik pertumbuhan atau perkembangan bersifat irreversibel. Bila kita menanam biji tanaman, dapat diamati bahwa dari hari ke hari terjadi perubahan tinggi. Secara kualitatif, terlihat bentuk awal (biji) yang demikian sederhana menjadi bentuk tanaman yang lengkap.
Pada tanaman yang sedang tumbuh, terlihat adanya pembentukan organ-organ baru. Misalnya daun semakin banyak, akar semakin panjang dan bertambah banyak. Hormon pertumbuhan yaitu auksin, sitokinin, absisat dan etilen.
Gen yaitu faktor penentu sifat-sifat makhluk hidup. Gen akan terwaris dari generasi ke generasi. Biasanya sifat yang ditentukan oleh gen (disebut sifat turunan) sulit diubah meskipun dengan penambahan nutrisi. Bila tumbuhan mewarisi gen sifat pendek dari induk pendek, maka tumbuhan tersebut tetap pendek. Tunibuhan yang memiliki gen penentu buah rasa manis akan menghasilkan buah yang rasanya manis
Lingkungan yaitu cahaya, keasaman tanah, kerapatan tananaman, dan suhu nempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Tanaman membutuhkan mutlak 13 unsur hara essensial dalam pertumbuhannya. Unsur hara tersebut harus berbentuk ion untuk dapat digunakan tanaman seperti NH4+, HPO42-, K+, Mg2+, SO42- dan sebagainya
Diharapkan kepada para pembaca sekalian, agar setelah memahami materi yang saya tulis ini, pembaca dapat mengerti dan menambah ilmu serta wawasannya.
LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD)
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MANUSIA
Tujuan Pembelajaran
● Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.
● Mendeskripsikan tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan manusia dari bayi hingga dewasa.
Pengantar
Semua makhluk hidup akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan manusia ditandai dengan bertambahnya ukuran berat badan dan tinggi badan. Sementara perkembangan manusia ditandai dengan perubahan keterampilan, kematangan fisik, emosi, dan pikiran menuju kedewasaan. Tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia meliputi janin, bayi, anak-anak, remaja, dewasa.
Kegiatan
1. Tuliskan tahapan janin pada tabel berikut.
Tahapan | Usia | Penjelasan |
Minggu Pertama |
|
|
Tahapan Pertama |
|
|
Tahapan Kedua |
|
|
Tahapan Ketiga |
|
|
2. Tuliskan tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia.
Tahapan | Usia | Penjelasan |
Janin |
|
|
Bayi |
|
|
Anak-Anak |
|
|
Remaja |
|
|
Dewasa
|
|
|
3. Perhatikan gambar berikut.
Lakukan studi literatur untuk menjawab soal berikut.
a. Jelaskan faktor eksternal dan internal yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia mulai dari bayi hingga dewasa atau lansia.
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
b. Apa yang terjadi jika bayi tidak mengonsum ASI atau susu formula? Kemukakan alasannya dengan jelas.
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
c. Mengapa memasuko usia lansia seseorang akan mudah lupa? Berikan penjelasan yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia.
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
4. Membuat kliping pertumbuhan dan perkembangan diri sendiri.
a. Carilah foto waktu kamu masih bayi, anak-anak, dan saat ini.
b. Tempelkan foto tersebut sesuai dengan tahapan manusia.
c. Lengkapi foto tersebut pada selembar karton.
d. Berilah keterangan pada foto tersebut sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya.
e. Tampilkan kliping pertumbuhan dan perkembanganmu.
f. Presentasikan hasilnya di depan kelas.
Komentar
Posting Komentar