IX. Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan Pertemuan 22 Juli 2025


Nama Guru             : Anita Wulandari, S.Pd.

Mata Pelajaran        : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas                        : IX

Elemen                     : Pemahaman Bermakna

Pertemuan                : 2

Jam ke                      :  1,2


Capaian Pembelajaran

Peserta didik dapat mendeskripsikan atom dan senyawa sebagai unit terkecil penyusun materi serta sel sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup, mengidentifikasi sistem organisasi kehidupan serta melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tertentu (sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem pernapasan dan sistem reproduksi). 

Elemen Pembelajaran IPA Terpadu 

Peserta didik mampu menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan manusia.


Tujuan Pembelajaran

● Mendeskripsikan tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan manusia dari bayi hingga dewasa.

● Melakukan praktikum tentang perbedaan tinggi badan pada masa pubertas.

● Menganalisis perubahan fisik dan emosional yang terjadi selama masa pubertas.


Materi : Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan

Metode : Model pembelajaran direct instructioncooperative learning, dan praktikum

Strategi : Diskusi/Tanya Jawab

Sarana dan Prasarana

Sarana : laptop, proyektor, LKPD, pengukur tinggi badan, tabung reaksi, biji tumbuhan, kapas, air panas dan dingin, minyak

Prasarana : ruang kelas

Langkah-langkah Pembelajaran :

 • Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al-Azhar dan Lagu Indonesia Raya pada jam ke 1)

• Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi

• Guru menyempaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan

• Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya

• Guru membagi peserta menjadi 2 kelompok ganjil dan genap

• Guru memberikan pembahasan peraturan ujian blok


Uraian Materi

B. Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan

1. Hewan Ovipar

Hewan bertelur atau ovipar adalah hewan yang mengembangkan embrionya di dalam telur, tetapi berada di luar tubuh induk. Contoh hewan ovipar termasuk cacing, serangga, ikan, reptil, amfibi, dan burung. Telur hewan vertebrata yang hidup di darat memiliki struktur telur amniotik yang memiliki peran penting dalam perkembangan embrio.



Cangkang telur berfungsi untuk melindungi, menjaga kelembaban, dan memungkinkan pertukaran gas.

Membran melindungi bagian dalam telur.

Albumen berfungsi sebagai tempat terjadinya pertukaran gas antara oksigen dan karbon dioksida di dalam telur.

Kuning telur memberikan suplai makanan kepada embrio.

Cairan amnion berfungsi sebagai bantalan embrio dan menjaga kelembaban.

Alantois menyimpan kotoran dari embrio.

Ciri-ciri hewan ovipar antara lain sebagai berikut.

a. Tidak berdaun telinga

b. Tidak memiliki kelenjar susu dan tidak menyusui

c. Telur berada di luar tubuh induknya

d. Embrio diselimuti cangkang telur yang keras atau lunak

e. Berdarah panas

f. Berbulu tebal

g. Mengasuh anaknya

2. Hewan Vivipar

Vivipar adalah proses perkembangbiakan hewan dengan cara beranak. Kebanyakan hewan yang berkembang biak dengan cara ini termasuk golongan mamalia. Proses pembuahan mamalia tersebut terjadi di dalam tubuh induk betina.

Hasil pembuahan sel telur oleh sperma akan membentuk zigot. Lalu, zigot bergerak menuju rahim (uterus), menempel di dinding rahim, dan berkembang menjadi embrio. Dalam rahim, embrio dihubungkan dengan induknya melalui tali pusat dan plasenta. Melalui tali pusat dan plasenta inilah embrio mendapatkan sari-sari makanan dan oksigen dari induknya.

Jika pertumbuhan dan perkembangan embrio telah sempurna untuk dilahirkan, terbentuklah janin yang akan dilahirkan melalui vagina. Jumlah anak yang dilahirkan oleh mamalia berbeda-beda. Misalnya, kuda dan gajah hanya melahirkan seekor anak, sedangkan anjing dan kucing umumnya melahirkan anak antara 3 sampai 5 ekor anak.

Pada hewan menyusui, pemeliharaan anak biasanya dilakukan oleh induk betina. Induk betina akan menyusui anaknya dan menyapihnya jika anak dianggap sudah cukup mampu mencari makanan sendiri.

Hewan vivipar dapat dibedakan dengan ciri-ciri, sebagai berikut:

Mempunyai kelenjar susu untuk menyusui anaknya

Mengasuh anaknya

Mempunyai daun telinga

Berdarah panas

Perkembangan embrio terjadi di dalam tubuh induk

3. Hewan Ovovivipar

Selain ovipar dan vivipar, hewan juga berkembang biak dengan cara ovovivipar, yaitu gabungan antara keduanya (bertelur dan beranak). Pada hewan ovovivipar, sel telur yang telah dibuahi menetas di dalam tubuh induk betina, lalu ketika dikeluarkan sudah dalam bentuk anak.

Beberapa jenis ikan, ular, dan kadal ada yang berkembang biak dengan cara ini. Ada pula hewan mamalia yang berkembang biak secara ovovivipar, yaitu platipus.

Platipus bertelur dan menetaskan telur tersebut di dalam tubuhnya. Lalu, anak-anak platipus akan dilahirkan dan menyusu pada induknya.

Ciri-ciri hewan ovovivipar antara lain:

Tidak berdaun telinga

Janin sudah ada dalam telur

Tidak menyusui

Tidak mempunyai rahim.

Contoh hewan ovovivipar termasuk ikan hiu, ikan pari, kuda laut, platypus, iguana, salamander, dan beberapa jenis ular.

4. Metamorfosis Hewan Ovipar

Hewan yang mengalami perubahan bentuk dalam proses kembang biaknya dinamai sebagai metamorfosis. Metamorfosis adalah suatu proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan perubahan penampilan fisik dan/atau struktur setelah kelahiran atau penetasan. Metamorfosis terbagi menjadi dua jenis, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

a. Metamorfosis Sempurna

Metamorfosis sempurna adalah proses perubahan bentuk tubuh hewan dari kecil, hingga dewasa. Hewan yang mengalami metamorfosis sempurna umumnya akan melewati 4 tahap perkembangan, di antaranya adalah telur – larva – pupa (kepompong) – dewasa (imago).

Contoh hewan dengan metamorfosis sempurna adalah kupu-kupu. Di mana kupu-kupu akan berkembang biak mulai dari telur yang menempel di daun, kemudian berubah menjadi ulat. Selama sekitar 15 hari, ulat kemudian akan berubah menjadi pupa atau kepompong. Masa kepompong yang berlangsung selama berhari-hari ini jika telah sempurna dan cukup waktunya, maka kupu-kupu dewasa pun keluar dari kepompong yang siap terbang dengan sayap cantiknya.

b. Metamorfosis Tidak Sempurna

Metamorfosis tidak sempurna adalah proses perkembangan yang tidak lengkap. Umumnya, hewan dengan metamorfosis ini tidak akan mengalami perubahan bentuk yang berbeda dari menetas, hingga menjadi hewan dewasa. Namun ada bagian tubuh yang belum terbentuk dan akan terlihat saat dewasa, misalnya seperti sayap.

Tahapan metamorfosis tidak sempurna justru tidak melewati tahapan larva dan kepompong. Tahapan ini hanya melalui 3 tahap yakni telur – nimfa – dewasa (imago). Adapun contoh hewan yang biasanya dijumpai adalah serangga, misalnya belalang. Mereka akan melewati 3 tahapan di atas mulai dari menetaskan telur, kemudian menetas menjadi nimfa atau bayi belalang berwarna putih. Selanjutnya bayi belalang akan mengalami pergantian kulit hingga menjadi belalang dewasa yang bersayap.

C. Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Berbiji

Banyak tumbuhan memulai kehidupannya dari biji. Di dalam biji terdapat embrio tumbuhan yang, jika berada di kondisi yang tepat, akan tumbuh menjadi tanaman. Embrio ini memiliki bagian-bagian seperti akar, batang, dan daun yang akan tumbuh seiring waktu. Bagian luar biji sangat keras dan berfungsi melindungi embrio dari kekeringan.


a. Perkecambahan Biji

Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan perkecambahan. Perkecambahan adalah awal dari pertumbuhan benih. Sebutir biji yang merupakan bibit tumbuhan berada dalam keadaan dorminasi atau tidur. Untuk membangunkan biji, biji harus direhidrasi atau diberikan air. Ketika dimulainya penyerapan air (imbibisi), laju respirasi akan meningkat dan proses metabolisme yang terhenti selama dorminasi akan dilanjutkan. Dalam proses perkecambahan bagian yang pertama muncul adalah bakal daun atau kotiledon. Kotiledon melekat pada embrio dengan hipokotil. Setelah biji bangun dari masa dorminasi, maka ia akan mulai berkecambah. Perkecambahan tidak hanya membutuhkan air namun juga oksigen, dan juga suhu yang sesuai. Inilah mengapa biji tidak bisa berkecambah dalam air.

Mereka akan mulai tumbuh dengan memanfaatkan cadangan nutrisi dalam endosperma atau kotiledon bijinya. Biji yang bangun akan mengaktifkan hormon giberelin yang akan metabolisme berupa pemecahan pati menjadi gula. Metabolisme yang aktif membuat munculnya tunas pada permukaan biji, sehingga biji bisa tumbuh sebagai tumbuhan baru.

Kecambah kemudian berkembang menjadi tumbuhan kecil. Setelah tumbuh hingga mencapai ukuran dan usia tertentu, akan berkembang membentuk bunga dan buah atau biji sebagai alat perkembanganbiakan. Pertumbuhan pada tumbuhan terjadi di daerah meristematis. Meristematis adalah titik tumbuh, yaitu bagian yang mengandung jaringan meristem. Jaringan meristem terletak di ujung batang, ujung akar, dan kambium.

b. Pertumbuhan dan Perkembangan Primer

Pertumbuhan tumbuhan yang baru dimulai disebut pertumbuhan primer. Ini terkait dengan sel-sel meristem primer (apikal) pada tumbuhan, yang aktif membelah. Pertumbuhan dimulai ketika biji menemukan kondisi yang sesuai. Pertama, air masuk ke dalam biji dalam proses yang disebut imbibi, dan kemudian biji mulai berkecambah. Akar akan tumbuh lebih dulu, diikuti oleh batang dan daun. Sel-sel meristem terus membelah, membuat tumbuhan tumbuh lebih tinggi.


 

c. Pertumbuhan dan Perkembangan Sekunder

Pertumbuhan dan perkembangan sekunder terjadi ketika tumbuhan bertambah lebar atau diameter batangnya semakin besar. Ini disebabkan oleh pembelahan meristem sekunder pada kambium. Sel-sel meristem sekunder ini terus membelah, menghasilkan kayu ke dalam dan kulit kayu ke luar.



d. Pembentukan Buah dan Biji

Bunga memiliki organ reproduksi jantan serta betina, yaitu benang sari dan putik. Pada dasar putik, ada ovarium yang berisi satu atau lebih bakal biji. Sementara benang sari pada bunga terletak mengelilingi putik dan terdiri dari kepala sari. Pada benang sari, ada serbuk sari. Serbuk yang telah matang akan dikeluarkan dari kepala sari, dan dibawa ke permukaan putik oleh serangga, angin, atau vektor lainnya. Setelah serbuk sari mendarat di permukaan putik, terjadilah peristiwa yang disebut penyerbukan.

Setelah penyerbukan, akan terbentuk zigot yang terus berkembang menjadi embrio. Sepanjang perkembangannya, embrio dibantu oleh jaringan endosperma yang menyediakan banyak nutrisi. Endosperma ini terdiri atas sejumlah sel yang diisi pati, protein, dan sejumlah kecil lipid. Endosperma juga mengandung sejumlah besar karbohidrat, mineral, dan hormon yang mendukung pertumbuhan serta perkembangan biji hingga dewasa dan mampu membuat makanannya sendiri melalui fotosintesis. Tahap akhir atau proses pematangan biji ditandai dengan berhentinya pertumbuhan embrio.

1. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan

Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan terjadi di seluruh bagian tubuh, berbeda dengan tumbuhan yang terjadi hanya pada bagian tertentu saja, yaitu di daerah meristem.

Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan diawali sejak terbentuknya zigot dari proses pembuahan dan terus terjadi hingga hewan mencapai usia dewasa. Dengan demikian pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu fase embrionik dan fase pascaembrionik.

Fase embrionik adalah pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai dari zigot sampai terbentuknya embrio sebelum lahir atau menetas. Sedangkan fase pascaembrionik merupakan pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai sejak lahir atau menetas hingga hewan itu dewasa.

2. Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Dimulai sejak perkecambahan biji. Kecambah kemudian berkembang menjadi tumbuhan kecil yang sempurna. Setelah tumbuh hingga mencapai ukuran dan usia tertentu, tumbuhan akan berkembang membentuk bunga dan buah atau biji sebagai alat perkembangbiakannya.

Pertumbuhan pada tumbuhan terjadi di daerah meristematis (titik tumbuh), yaitu bagian yang mengandung jaringan meristem. Jaringan ini terletak di ujung batang, ujung akar, dan kambium.

Aktivitas jaringan meristem yang terletak di ujung batan atau akar menghasilkan pola pertumbuhan yang berbeda bila dibandingkan dengan jaringan meristem di kambium. Oleh karena itu pertumbuhan pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder.

Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup dipengaruhi dua faktor, Temen-Temen. Kedua faktor tersebut adalah faktor internal dan faktor eksternal. Kita bahas faktor internal dulu, ya.

Sesuai dengan namanya, faktor internal ini terdapat dalam tubuh kita sendiri. Faktor internal ada dua, yaitu gen dan hormon. Gen memiliki peranan dalam pertumbuhan kita sebesar 60% sampai 80%. Karena gen setiap orang berbeda-beda, muncullah perbedaan pada tubuh manusia.

Misalnya pada orang Eropa dan orang Asia. Orang Eropa memiliki kecenderungan bertubuh lebih besar dan lebih tinggi dari orang Asia karena gen keduanya berbeda.

Sementara hormon memiliki peranan dalam merangsang pertumbuhan tubuh kita. Saat kita berada dalam masa pertumbuhan, ada yang namanya HGH (Human Growth Hormone) alias hormon pertumbuhan manusia. Jumlah hormon pada tubuh kita ini harus pas, Temen-temen. Soalnya kalau jumlah hormon kita terlalu sedikit, pertumbuhan kita jadi terhambat dan hasilnya tubuh kita akan jadi kerdil.

Sebaliknya, kalau terlalu banyak, pertumbuhan kita jadi lebay alias berlebihan. Alhasil tubuh kita akan mengalami gigantisme, memiliki besar dan tinggi di atas normal.

Sekalipun sebagian besar pertumbuhan dan perkembangan kita dipengaruhi oleh gen dan hormon, pertumbuhan dan perkembangan kita juga bisa dipengaruhi faktor eksternal alias faktor yang ada di sekitar kita, Temen-Temen. Salah satu faktor eksternal yang berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan kita adalah makanan yang kita konsumsi.

Mangkanya waktu kita masih kecil dulu, orang tua kita selalu berupaya memberikan makanan yang bergizi dan seimbang agar kita bisa tumbuh dan berkembang dengan maksimal.

Selain makanan, keadaan lingkungan juga turut memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Misalnya pada tumbuhan, kondisi cahaya matahari di lingkungan tempatnya bertumbuh dan berkembang memiliki peranan yang sangat besar.

Ini terjadi karena tumbuhan membutuhkan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis.

Kalau cahaya matahari di lingkungan tumbuhan bertumbuh dan berkembang kurang atau tidak ada, lama-lama proses fotosintesisnya akan terhenti dan akhirnya bisa mati.

Jika diperhatikan, tinggi dan besar badanmu bisa jadi berbeda bila dibandingkan dengan teman-teman sekelasmu. Padahal usia kalian hampir sama, dengan kata lain waktu tumbuh dan berkembangnya hampir sama.

Mengapa bisa demikian? Hal ini disebabkan karena pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Karena ada perbedaan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, tinggi dan besar badan teman-teman sekelasmu bisa berbeda-beda. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan danperkembangan dapat dibedakan menjadi:

1. Faktor Dalam (Internal)

Faktor dalam yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan berasal dari dalam tubuh makhluk hidup itu sendiri. Yang termasuk kategori ini adalah:

a. Hormon

Hormon merupakan zat yang berfungsi mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Meskipun kadarnya sedikit, hormon memberikan pengaruh yang nyata dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh. Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup beragam jenisnya:

1) Hormon pada Tumbuhan

Hormon pada tumbuhan sering disebut fitohormon atau zat pengatur tubuh. Beberapa di antaranya

  • Auksin (berfungsi untuk memacu perpanjangan sel, merangsang pembentukan bunga, buah, dan mengaktifkan kambium untuk membentuk sel-sel baru),
  • Sitokinin (memacu pembelahan sel serta mempercepat pembentukan akar dan tunas),
  • Giberelin (merangsang pembelahan dan pembesaran sel serta merangsang perkecambahan biji. Pada tumbuhan tertentu, giberelin dapat menyebabkan munculnya bunga lebih cepat),
  • Etilen (berperan untuk menghambat pemanjangan batang, mempercepat penuaan buah, dan menyebabkan penuaan daun),
  • Asam absisat berperan dalam proses perontokan daun.

2) Hormon pada Hewan

Tiroksin (berfungsi mengendalikan pertumbuhan hewan. Pada katak hormon ini merangsang dimulainya proses metamorfosis), Somatomedin, yang mempengaruhi pertumbuhan tulang, Ekdison dan juvenile (berfungsi mempengaruhi perkembangan fase larva dan fase dewasa, khususnya pada hewan Invertebrata)

3) Hormon pada Manusia

Pelajari hormon pada tubuh manusia melalui petualangan bersama Ddotty & Sleepground untuk memahami cara kerjanya dalam buku Sains Terkini : Ddotty & Sleepground – Hormon, Zat Penting Dalam Tubuh Manusia.

Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu, yaitu suatu kelenjar yang tidak mempunyai saluran.

Beberapa hormon pertumbuhan pada manusia antara lain Hormon tiroksin (dihasilkan oleh kelenjar gondok atau tiroid, ia akan emengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan metabolisme karbohidrat dalam tubuh.

Kekurangan hormon ini dapat mengakibatkan mixoedema yaitu kegemukan), Hormon pertumbuhan yang dihasilkan oleh hipofisis bagian depan disebut juga hormon somatotropin (Peranannya memengaruhi kecepatan pertumbuhan seseorang.

Seorang anak tidak akan tumbuh dengan normal jika kekurangan hormon pertumbuhan.

Pada masa pertumbuhan, kelebihan hormon ini akan mengakibatkan pertumbuhan raksasa sebaliknya jika kekurangan akan menyebabkan kerdil, Jika kelebihan hormon terjadi setelah dewasa, akan menyebabkan membesarnya bagian tubuh tertentu, seperti pada hidung atau telinga).

Hormon testosteron (mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada pria), Hormon estrogen atau progresteron (mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita).

b. Gen

Gen sebagai substansi atau materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk. Gen mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh, tinggi, warna kulit, warna bunga, warna bulu, rasa buah, dan sebagainya.

Gen juga menentukan kemampuan metabolisme makhluk hidup, sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.

Hewan, tumbuhan, dan manusia yang memiliki gen tumbuh yang baik akan tumbuh dan berkembang dengan cepat sesuai dengan periode pertumbuhan dan perkembangannya.

Meskipun peranan gen sangat penting, faktor genetis bukan satu-satunya faktor yang menentukan pola pertumbuhan dan perkembangan, tapi juga dipengaruhi oleh faktor lainnya.

Misalnya tanaman yang mempunyai sifat unggul dalam pertumbuhan dan perkembangannya, hanya akan tumbuh dengan cepat, lekas berbuah, dan berbuah lebat jika ditanam di lahan subur dan kondisinya sesuai.

Bila ditanam di lahan tandus dan kondisi lingkungannya tidak sesuai, pertumbuhan dan perkembangannya menjadi kurang baik. Demikian juga ternak unggul hanya akan berproduksi secara optimal bila diberi pakan yang baik dan dipelihara di lingkungan yang sesuai.

Pada manusia sendiri, dipercaya bahwa gen menjadi unsur yang membentuk diri, kehidupan, sifat, bahkan nasib manusia yang dapat Grameds pelajari lebih dalam melalui buku Gen oleh Siddhartha Mukherjee.

2. Faktor Luar (Eksternal)

Faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup berasal dari faktor lingkungan. Beberapa faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup adalah sebagai berikut.

a. Makanan atau Nutrisi

Makanan merupakan bahan baku dan sumber energi dalam proses metabolisme tubuh. Kualitas dan kuantitas makanan akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup.

Zat gizi yang diperlukan manusia dan hewan adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Semua zat ini diperoleh dari makanan. Sedangkan bagi tumbuhan, nutrisi yang diperlukan berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air.

Melalui proses fotosintesis, air dan karbon dioksida (CO2) diubah menjadi zat makanan dengan bantuan sinar matahari. Meskipun tidak berperan langsung dalam fotosintesis, zat hara diperlukan agar tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Sedangkan pada manusia, dipercaya bahwa nutrisi sudah penting sejak seseorang masih dalam tahapan perkembangan janin hingga dilahirkan yang merupakan periode emas perkembangan anak. Pelajari lebih lengkap dalam buku Makanan Pengasah Otak Bayi, Sumber Nutrisi bagi Masa Keemasan Perkembangan Otak Bayi.

b. Air dan Kelembapan

Air dan kelembapan merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tanpa air, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup.

Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Tanpa air, reaksi kimia di dalam sel tidak dapat berlangsung, sehingga dapat mengakibatkan kematian.

Kelembapan adalah banyaknya kandungan uap air dalam udara atau tanah. Tanah yang lembab berpengarauh baik terhadap pertumbuhan tumbuhan.

Kondisi yang lembab banyak air yang dapat diserap oleh tumbuhan dan lebih sedikit penguapan. Kondisi ini sangat mempengaruhi sekali terhadap pemanjangan sel. Kelembapan juga penting untuk mempertahankan stabilitas bentuk sel.

c. Tanah

Bagi tumbuhan, tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Tumbuhan akan tumbuh dan berkembang dengan optimal bila kondisi tanah tempat hidupnya sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan unsur hara. Kondisi tanah ditentukan oleh faktor lingkungan lain, misalnya suhu, kandungan mineral, dan air.

d. Suhu

Semua makhluk hidup membutuhkan suhu yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Suhu ini disebut suhu optimum, misalnya suhu tubuh manusia yang normal adalah sekitar 37°C.

Pada suhu optimum, semua makhluk hidup dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hewan dan manusia memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam kisaran suhu lingkungan tertentu.

Tumbuhan menunjukkan pengaruh yang lebih nyata terhadap suhu. Padi yang ditanam pada awal musim kemarau (suhu udara rata-rata tinggi) lebih cepat dipanen daripada padi yang ditanam pada musim penghujan (suhu udara rata-rata rendah).

Jenis bunga mawar yang tumbuh dan berbunga dengan baik di pegunungan yang sejuk, ketika ditanam di daerah pantai yang panas pertumbuhannya menjadi lambat dan tidak menghasilkan bunga yang seindah sebelumnya.

Hal ini disebabkan karena semua proses dalam pertumbuhan dan perkembangan seperti penyerapan air, fotosintesis, penguapan, dan pernapasan pada tumbuhan dipengaruhi oleh suhu.

Fotosintesis juga dapat diartikan sebagai proses memasak makanan pada tumbuhan hijau dengan adanya bantuan sinar matahari. Namun, proses fotosintesis yang terjadi dalam tumbuhan ternyata lebih kompleks. Pelajari secara mudah proses tersebut melalui Komik Sains Bocah Pintar: Fotosintesis.

e. Cahaya

Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tumbuhan sangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis. Namun keberadaan cahaya ternyata dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan karena cahaya dapat merusak hormon auksin yang terdapat pada ujung batang.

Bila kamu menyimpan kecambah di tempat gelap selama beberapa hari, kecambah itu akan tumbuh lebih cepat (lebih tinggi) dari seharusnya, namun tampak lemah dan puca atau kekuning-kuningan karena kekurangan klorofil. Selain tumbuhan, manusia juga membutuhkan cahaya matahari untuk membantu pembentukan vitamin D.

Pelajari berbagai tumbuhan yang tersebar di seluruh dunia dalam Ensiklopedia Flora Dunia yang ada dibawah ini. Buku ini dilengkapi dengan penjelasan serta gambar flora yang menarik agar Grameds lebih semangat untuk mempelajarinya.

4 Bidang Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia

Secara sederhana, ada empat bidang perkembangan dan pertumbuhan manusia. Bidang-bidang tersebut terdiri dari fisik, intelektul, emosional, dan sosial. Keempatnya saling mempengaruhi satu sama lain dan menjadi penting dalam menentukan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia.

1. Bidang Fisik

Mengukur fisik maka otomatis akan menyajikan pertumbuhan dan perkembangan bagian ini. Sebagaimana disebutkan di atas, pertumbuhan fisik akan mengacu pada perubahan tubuh seseorang.

Hal ini bisa diukur secara kualitatif dengan angka seperti tinggi dan berat. Perkembangan fisik biasanya mengacu pada keterampilan dalam melakukan aktivitas rumit dan membutuhkan keahlian tertentu.

Perkembangan fisik seseorang biasanya terkait dengan keterampilan motorik halus dan kasar. Keterampilan ini juga akan terkait dengan ukuran dan kekuatan otot seseorang. Perkembangan fisik mengikuti usia seseorang. Pada mereka yang memiliki kecacatan intelektual, perkembangan ini bisa terhambat.

2. Intelektual

Tumbuh kembang manusia juga akan tergantung pada faktor intelektual yang dimilikinya. Ini adalah tentang kemampuan seseorang mempelajari sesuatu. Juga tentang bagaimana seseorang bisa mengatur pikiran dan ide dalam menghadapi kehidupan.

Untuk mengembangkan sisi intelektual seseorang, kemampuan bahasa dan komunikasi menjadi penting. Selain itu, ia juga harus mampu mengembangkan sisi kognitif. Kognitif sendiri merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan dan mengatur pikiran untuk memahami dunia sekitar.

3. Emosional

Faktor emosional juga berperan penting dalam tumbuh kembang manusia. Kemampuan ini terkait dengan perasaan seseorang terhadap orang lain dan hal lain dalam kehidupan.

Ekspresi seseorang dalam mengungkapkan perasaannya bisa diungkapkan dengan kata-kata. Jika individu masih anak-anak, kemampuan bahasa mereka mungkin masih terbatas dalam mengungkapkan emosi. Saat anak-anak emosi, bisa saja pengendaliannya masih belum matang.

Tak heran jika kita melihat mereka menangis, memukul, tertawa kencang, hingga menendang. Semua ekspresi akan disampaikan tergantung situasi yang dialami apakah bahagia, sedih, atau marah. Makin dewasa, umumnya pengendalian emosi seseorang akan semakin baik.

4. Sosial

Sisi sosial juga penting sebab dalam perjalanan kehidupan seseorang. Kemampuan ini penting dalam membina hubungan dengan orang lain dalam berbagai lingkungan dan situasi.

Sadar atau tidak, seseorang sudah menjalin hubungan sosial sejak mereka masih kecil. Banyak yang menganggap bahwa keterampilan ini merupakan salah satu syarat keberhasilan seseorang mengarungi kehidupan.

Dalam perjalanan hidupnya, seseorang akan mempelajari kemampuan ini dengan berbagai cara antara lain:

  • Menghargai pendapat dan perasaan orang lain
  • Berbagi dengan sesama
  • Berkomunikasi dengan orang lain Menjalin persahabatan

Agar lebih paham lagi tentang pertumbuhan dan perkembangan manusia silahkan simak video dibawah ini...


Penugasan

Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan Ovovivipar

1. Apa hewan ovovivipar itu?

..........................................................................................................................................................

..........................................................................................................................................................

..........................................................................................................................................................

2. Apa saja ciri-ciri dari perkembangbiakan ovovivipar?

..........................................................................................................................................................

..........................................................................................................................................................

..........................................................................................................................................................

3. Jelaskan langkah-langkah perkembangbiakan hewan dengan ovovivipar.

..........................................................................................................................................................

..........................................................................................................................................................

..........................................................................................................................................................

4. Bagaimana cara janin pada hewan ovovivipar mendapatkan makanan?

..........................................................................................................................................................

..........................................................................................................................................................

..........................................................................................................................................................

5. Jelaskan tahapan pertumbuhan dan perkembangan hewan ovovivipar berikut.

..........................................................................................................................................................

..........................................................................................................................................................

..........................................................................................................................................................

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas IPA Kelas 7 Tahun Pelajaran 2024/2025

Tugas IPA Kelas 8 Tahun Pelajaran 2024/2025

VIII. Sistem Ekskresi / Pembuangan Tanggal 1 September 2025