VIII. A CAMPURAN
Materi BAB V Unsur, Senyawa, Dan
Campuran
Nama Guru : Anita Wulandari, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas : VIII
Pertemuan : 13 Mei 2025
Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase D, peserta didik memahami proses identifikasi makhluk hidup, sifat dan karakteristik zat, sistem organisasi kehidupan, interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya, upaya mitigasi perubahan iklim, pewarisan sifat, dan bioteknologi di lingkungan sekitarnya. Mereka juga memahami pengukuran, gerak dan gaya, tekanan dan pesawat sederhana, konsep usaha dan energi, pengaruh kalor dan perubahan suhu, gelombang, gejala kemagnetan dan kelistrikan, pemanfaatan sumber energi listrik ramah lingkungan, posisi bulan-bumi-matahari, sifat fisika dan kimia tanah, serta penggunaan zat aditif dalam penyelesaian masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Konsep-konsep tersebut memungkinkan peserta didik untuk menerapkan dan mengembangkan keterampilan inkuiri sains mereka.
Tujuan pembelajaran dalam subbab mengenai gelombang ini adalah :
Diakhir pembelajaran siswa bisa menjelaskan perbedaan dari 3 jenis campuran berdasarkan sifat fisiknya
Materi : Campuran
Model : Discovery Learning
Pendekatan : Pendekatan saintifik
Alat dan Media Ajar yang Dibutuhkan :
1. Buku paket IPA kurmer
2. Sebuah campuran terlarut dan pelarut ( Air, dan minyak)
3. Proyektor
4. Leptop
Langkah-langkah Pembelajaran :
1. Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al-Azhar dan Lagu Indonesia Raya pada jam ke 1)
2. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi
3. Guru menyempaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan
4. Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya
5. Guru membagi peserta menjadi 2 kelompok ganjil dan genap
6. Guru memberikan penjelasan materi
7. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar
Materi Yang Harus Dipelajari
A. KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
B. Uraian Materi
1. Apakah Campuran Itu?
Di sekitar kita banyak sekali zat-zat berbentuk campuran. Campuran terdiri atas dua atau lebih zat dan tidak membentuk zat baru. Ini perbedaan antara campuran dan senyawa. Meski secara fisik terlihat berbeda dengan zat penyusunnya, tetapi campuran dapat dipisahkan kembali menjadi zat-zat penyusun dengan metode yang tepat, tanpa harus melakukan perubahan kimia kepada campuran tersebut. Sifat campuran sama dengan sifat zat-zat pem-bentuknya. Larutan gula yang kalian buat membawa sifat air dan sifat gula. Oleh karena itu, saat akan memisahkan campuran kita harus mengetahui sifat bawaan setiap zat penyusunnya agar dapat menentukan cara tepat pemisahannya. Mengenal campuran sangat mudah. Setumpuk sampah di rumahmu adalah campuran. Ia berasal dari berbagai zat yang berkumpul menjadi satu. Sebelum diolah, campuran sampah ini dipisahkan dan dikelompokkan berdasarkan jenisnya, misal plastik, kertas, kaleng, dan kaca. Udara yang kalian hirup psehari-hari juga merupakan campuran. Udara adalah campuran dari berbagai gas yang ada di alam yang kemudian masuk ke tubuhmu melalui hidung.
Banyaknya campuran di dalam kehidupan kita membuatnya penting untuk kita pelajari lebih lanjut.
Campuran dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan sifat fisiknya, yaitu larutan, suspensi, dan koloid.
a. Larutan
Larutan merupakan jenis campuran yang paling mudah dikenali. Larutan terbentuk dari zat yang dilarutkan ke dalam zat pelarutnya. Perhatikan kembali Aktivitas 5.8. Dalam larutan gula, gula dapat larut dalam air, sehingga air disebut sebagai zat pelarut gula.
Larutan tidak hanya terbentuk dari zat padat yang dilarutkan dalam zat cair. Larutan juga dapat dibentuk dengan melarutkan zat cair ke dalam zat cair, atau zat gas ke dalam zat cair. Saat larut, zat terlarut tidak lenyap begitu saja.
Ini dapat dibuktikan dengan menimbang zat terlarut dan pelarut sebelum dicampurkan. Massa larutan merupakan jumlah dari massa zat terlarut dan pelarutnya.
Larutan memiliki konsentrasi tertentu ber-dasarkan jumlah zat terlarut yang ditambahkan dalam zat pelarut dengan volume tertentu. Suatu larutan dikatakan larutan encer jika jumlah zat terlarutnya sedikit. Jika zat terlarut terus ditambahkan, larutan ini menjadi larutan pekat. Jika zat terlarut terus menerus ditambahkan hingga titik tertentu sehingga pelarut
tidak lagi dapat melarutkannya, larutan ini disebut sebagai larutan jenuh. Contoh larutan jenuh adalah
karamel, yang merupakan hasil melarutkan sejumlah besar gula di dalam air. Gambar 5.24 mengilustrasikan keadaan konsentrasi larutan. Zat pelarut bukan hanya air. Tabel 5.3 berikut adalah contoh larutan dengan zat pelarut dan pasangan zat terlarutnya.
C. Kesimpulan
- Kesimpulan akan di paparkan didepan kelas sebelum pembelajaran berakhir
D. Alur Pengerjaan Formatif
. Ayo Amati Aktivitas 5.8
halaman : 159

Komentar
Posting Komentar