VII.A Konservasi

MATERI KONSERVASI PADA KEANEKARAGAMAN HAYATI

BAB VI Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia


Nama Guru : Anita Wulandari, S.Pd

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas : VII

Tanggal. : 13 Mei 2025

Pertemuan ke : 4


Capaian Pembelajaran

Pada akhir fase D, pelajar mampu melakukan klasiikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik dan sifat asam-basa yang diamati. Pelajar dapat mengidentiikasi sifat dan karakteristik zat, membedakan perubahan isika dan kimia serta memisahkan campuran sederhana. Pelajar dapat mendeskripsikan atom dan senyawa sebagai unit terkecil penyusun materi serta sel sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup. Pelajar mengidentiikasi sistem organisasi kehidupan serta melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tersebut (sistem pencernaan,sistem peredaran darah, sistem pernafasan dan sistem reproduksi). Pelajar mengidentiikasi pewarisan sifat dan penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari. Pelajar memiliki keteguhan dalam mengambil keputusan yang benar untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan.

Elemen Pembelajaran IPA Terpadu 

. Bagaimanakah Pengaruh Lingkungan terhadap Suatu Organisme?


Indikator Capaian Pembelajaran 

Menganalisis pengaruh lingkungan terhadap makhluk hidup.


Tujuan 

Pelajar dapat menganalisis karakteristik khas setiap kerajaan makhluk hidup dan menjelaskan peranan makhluk hidup dalam kehidupan manusia.

 

Materi : Mengapa Harus Dilakukan Konservasi Keanekaragaman Hayati


Strategi : Diskusi/Tanya Jawab

 

Langkah-langkah Pembelajaran :

1. Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al-Azhar dan Lagu Indonesia Raya pada jam ke 1)

2. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi

3. Guru menyempaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan

4. Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya

5. Guru membagi peserta menjadi 2 kelompok ganjil dan genap

6. Guru memberikan pembahasan peraturan ujian blok

 

Materi Yang Harus Dipelajari

A. KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan kalian dapat:

kalian diminta dapat mendeskripsikan konservasi dan manfaat apa saja yang dapat dilakukan setelah melakukan konservasi dilingkungan tertentu 

A. Uraian Materi

Mengapa harus dilakukan konservasi keanekaragaman hayati? Seperti yang diketahui, Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah. Salah satu bentuk kekayaan alam tersebut berupa keanekaragaman hayati yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Sumber daya hayati yang hilang atau mengalami kerusakan tentu menjadi problem tersendiri bagi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang tepat, salah satunya dengan melakukan konservasi.

Alasan Mengapa Harus Dilakukan Konservasi Keanekaragaman Hayati

Ilustrasi Mengapa harus dilakukan konservasi keanekaragaman hayati, sumber: unsplash/LucaBravo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengapa harus dilakukan konservasi keanekaragaman hayati, sumber: unsplash/LucaBravo
Mengutip buku Konservasi Sumber Daya Hutan dan Lahan oleh Djoko Marsono, dkk (2015), konservasi adalah manajemen sumber daya alam hayati, seperti hutan, ladang, dan, sejenisnya. Ada beberapa alasan mengapa harus dilakukan konservasi keanekaragaman hayati. Beberapa alasan tersebut di antaranya sebagai berikut:

1. Melindungi Keanekaragaman Hayati

Konservasi bertujuan untuk melindungi keanekaragaman hayati agar terhindar dari kepunahan. Jika keanekaragaman hayati tetap lestari, maka generasi di masa depan dapat turut merasakan manfaatnya.

2. Meningkatkan Ketahanan Pangan

Melakukan konservasi secara tepat juga dapat membantu untuk meningkatkan ketahanan pangan. Apalagi, sumber pangan utama manusia berasal dari tumbuhan. Dengan adanya upaya konservasi ini, manusia bisa terhindar dari bencana kelaparan.

3. Tersedianya Sandang dan Papan

Tidak dipungkiri, sandang dan papan manusia bisa tercukupi berkat kekayaan hayati. Jika keanekaragaman hayati terjaga, maka bahan pakaian dan bahan bangunan juga tidak akan mengalami kelangkaan. Hal ini secara tidak langsung turut membantu kemajuan peradaban manusia.

4. Melindungi Bumi dari Perubahan Iklim

Alasan pentingnya konservasi keanekaragaman hayati yang berikutnya adalah melindungi Bumi dari perubahan iklim. Seperti yang diketahui, hutan berkontribusi besar dalam menyerap karbon dioksida. Tidak hanya itu, keanekaragaman hayati tersebut juga membantu meminimalisir efek gas rumah kaca dan pemanasan global.

5. Melindungi Sumber Mata Pencaharian Masyarakat

Mata pencaharian masyarakat kelas menengah umumnya berasal dari sumber daya hayati. Dengan melakukan konservasi keanekaragaman hayati, maka juga turut melindungi mata pencaharian masyarakat.
Alasan mengapa harus dilakukan konservasi keanekaragaman hayati di atas bisa dijadikan evaluasi dan introspeksi diri bagi masyarakat. Dengan menerapkan konservasi, diharapkan dapat mengembalikan fungsi ekosistem dan tidak terjadi kerusakan lingkungan (DLA)

Setiap makhluk hidup memiliki peran dalam jaring-jaring kehidupan. Misalnya, lebah yang tampak sederhana sebenarnya memegang peran penting sebagai penyerbuk. Jika lebah punah, produksi pangan seperti buah dan sayur ikut terganggu. Hal serupa terjadi pada predator alami yang menjaga populasi hama tetap terkendali.

Konservasi memastikan bahwa spesies-spesies ini tetap hidup di habitatnya, menjaga siklus alam tetap berjalan normal. Tanpa keanekaragaman hayati yang stabil, ekosistem menjadi rentan terhadap gangguan dan bencana alam.

2. Sumber Daya untuk Kehidupan Manusia

Banyak obat-obatan berasal dari senyawa yang ditemukan di alam. Misalnya, morfin dari opium, aspirin dari kulit pohon willow, atau artemisinin dari tanaman Artemisia untuk pengobatan malaria. Bayangkan jika spesies-spesies ini punah sebelum diteliti lebih lanjut—kita kehilangan peluang menyembuhkan penyakit mematikan.

Selain itu, biodiversitas juga berperan penting dalam penyediaan pangan, bahan baku industri, dan energi alternatif. Dengan menjaga keanekaragaman hayati, kita juga menjaga ketahanan sumber daya di masa depan.

3. Penyangga Terhadap Perubahan Iklim

Hutan hujan tropis, mangrove, dan padang lamun adalah contoh ekosistem yang menyerap karbon dalam jumlah besar. Kehilangan ekosistem ini sama saja dengan melepas jutaan ton karbon ke atmosfer, memperburuk pemanasan global.

Konservasi keanekaragaman hayati berarti menjaga ekosistem penyerap karbon tetap hidup dan sehat. Ini penting untuk mengurangi dampak perubahan iklim yang sudah mulai kita rasakan—dari cuaca ekstrem hingga naiknya permukaan laut.

4. Warisan Budaya dan Identitas Bangsa

Banyak spesies dan ekosistem memiliki nilai budaya yang tinggi bagi masyarakat lokal dan adat. Misalnya, harimau Sumatra bukan hanya satwa langka, tetapi juga simbol kekuatan dan kehormatan bagi banyak masyarakat di pulau tersebut.

Konservasi juga berarti menjaga identitas budaya dan pengetahuan lokal yang selama ini hidup berdampingan dengan alam. Ini bukan hanya soal melindungi spesies, tapi juga tentang melestarikan nilai-nilai kehidupan.

5. Kewajiban Etis dan Moral

Setiap spesies di bumi memiliki hak untuk hidup, sama seperti manusia. Melakukan konservasi adalah bentuk tanggung jawab etis kita sebagai makhluk berakal. Kita tidak hidup sendiri di planet ini—dan setiap tindakan kita membawa dampak pada makhluk lain.

Melestarikan keanekaragaman hayati berarti menempatkan nilai kehidupan di atas kepentingan jangka pendek, dan membangun masa depan yang lebih adil bagi semua makhluk.

Tantangan dalam Konservasi Biodiversitas

Meski penting, konservasi bukan hal mudah. Tantangan seperti deforestasi, perburuan liar, perdagangan satwa ilegal, hingga konflik lahan sering menghambat upaya perlindungan. Namun, dengan pendekatan kolaboratif—antara pemerintah, masyarakat, swasta, dan LSM—konservasi bisa dijalankan lebih efektif dan berkelanjutan.

Langkah Nyata yang Bisa Dilakukan

Konservasi tidak harus dimulai dari hal besar. Berikut beberapa tindakan sederhana yang bisa dilakukan siapa saja:

  • Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
  • Mendukung produk ramah lingkungan.
  • Menanam pohon atau bergabung dalam program penanaman kembali.
  • Tidak membeli satwa atau tumbuhan liar ilegal.
  • Mengedukasi orang-orang di sekitar tentang pentingnya keanekaragaman hayati.

Untuk lebih lanjut silahkan menonton video pembelajaran dibawah ini :


B. Rangkuman

Keanekaragaman hayati bukan sekadar kumpulan spesies di bumi, tetapi sistem kompleks yang menopang kehidupan kita. Konservasi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Dengan melestarikan biodiversitas, kita menjaga keseimbangan alam, memastikan kelangsungan hidup manusia, dan menghormati hak hidup semua makhluk. Mulailah dari diri sendiri—karena masa depan bumi ditentukan oleh langkah kita hari ini.

  1. Apa itu keanekaragaman hayati?
    Keanekaragaman hayati adalah variasi kehidupan di bumi, mencakup genetik, spesies, dan ekosistem.
  2. Mengapa keanekaragaman hayati penting bagi manusia?
    Karena menjadi sumber pangan, obat-obatan, air bersih, udara, dan stabilitas lingkungan.
  3. Apa contoh nyata konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia?
    Taman Nasional Ujung Kulon untuk badak Jawa, dan Taman Nasional Komodo untuk komodo.
  4. Apa ancaman terbesar terhadap biodiversitas?
    Deforestasi, polusi, perubahan iklim, perburuan liar, dan alih fungsi lahan.
  5. Bagaimana masyarakat umum bisa berkontribusi?
    Dengan mengurangi limbah, menanam pohon, dan tidak mendukung perdagangan ilegal satwa liar.
  6. Apakah konservasi hanya tugas pemerintah?
    Tidak. Semua pihak termasuk masyarakat, LSM, dan sektor swasta punya peran penting.
  7. Apa perbedaan antara konservasi in-situ dan ex-situ?
    In-situ dilakukan di habitat asli, sementara ex-situ dilakukan di luar habitat asli.
  8. Apakah keanekaragaman hayati bisa pulih jika sudah rusak?
    Dalam beberapa kasus ya, tetapi butuh waktu lama dan upaya intensif—lebih baik mencegah kerusakan sejak awal.

C. Penugasan

Siswa mengerjakan bagian “Mari Uji Kemampuan Kalian" Subbab A. Hal: 159



D. Latihan Soal


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas IPA Kelas 7 Tahun Pelajaran 2024/2025

Tugas IPA Kelas 8 Tahun Pelajaran 2024/2025

VIII. Sistem Ekskresi / Pembuangan Tanggal 1 September 2025