IX. A Prinsip Pembentukan Molekul dan ION (Lanjutan pertemuan ke 3)

 

Prinsip Pembentukan Molekul dan ION

Materi Bab 8 Partikel Penyusun Benda dan Makhluk Hidup


Nama Guru          : Anita Wulandari, S.Pd.

Mata Pelajaran     : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas                    : IX

Semester              : Genap

Pertemuan           : Ke-2

Tanggal               : 22 April 2025


• Kompetensi Inti (KI)

> KI1 dan KI2: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya, serta Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.

> KI3: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

> KI4: Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori.


• Kompetensi Dasar

3.8   Menghubungkan konsep partikel materi (atom, ion,molekul), struktur zat sederhana dengan sifat bahan yang digunakan dalam kehidupan sehari- hari, serta dampak penggunaannya terhadap kesehatan manusia


• Indikator 

·     Menjelaskan konsep atom, ion, dan molekul

·     Menjelaskan sifat berbagai jenis bahan yang ada di sekitar

·     Memaparkan contoh pemanfaatan bahan dalam kehidupan sehari-hari

·     Menjelakan pengaruh bahan tertentu di lingkungan sekitar terhadap kesehatan

• Tujuan Pembelajaran 

Setelah melakukan pembelajaran ini diharapkan dapat :

1.     Peserta didik dapat menjelaskan terbentuknya ion

2.     Peserta didik dapat menunjukkan pentingnya fungsi ion dalam Tubuh manusia

3.     Peserta didik dapat menjelaskan proses pembentukan ikatan kovalen

4.     Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur melalui percobaan uji nyala

 

• Materi Pembelajaran

1. Prinsip Pembentukan Molekul dan Ion

2. Ion dan Ikatan Ion


• Metode Pembelajaran

1. Pendekatan : Scientific Learning

2. Metode : diskusi kelompok kecil, tanya jawab.

3. Model : Problem Based Learning (PBL)


• Media Pembelajaran

 Media : 

1. Proyektor

2. Lembar kerja peserta didik (lkpd)

• Alat dan Bahan :

Kertas, handphone, leptop

• Sumber Belajar: Buku IPA Terpadu Kls IX


• Kegiatan Pembelajaran 

1. Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al-Azhar dan Lagu Indonesia Raya pada jam ke 1)

2. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi

3. Guru menyempaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan

4. Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya

5. Guru membagi peserta menjadi 2 kelompok ganjil dan genap

6. Guru memberikan penjelasan materi 

7. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar

 

A. Uraian Materi


PEMBENTUKAN MOLEKUL, IKATAN KIMIA DAN IKATAN IONIK
Bila suatu atom berantaraksi dengan atom lain maka akan terbentuk suatu bangun baru yang disebut molekul (dari bahasa Latin : molecula, artinya massa yang kecil). Dalam antaraksi tersebut terjadi ikatan kimia. Dalam proses pembentukan ikatan kimia, yang sangat berperan adalah elektron kulit terluar atau elektron valensi atom-atom yang berantaraksi itu.  
Dalam proses tersebut terjadilah penataan ulang susunan elektron terluar kedua atom itu sehingga menjadi susunan elektron yang baru. 
 
JENIS-JENIS IKATAN KIMIA  
Menurut sifat-sifat dan susunan elektron valensi yang baru setelah dua atom berantaraksi, terdapat tiga jenis ikatan kimia, yaitu: 1. Ikatan elektrovalen (ikatan ion) 2. Ikatan kovalen 3. Ikatan logam
 
IKATAN ELEKTROVALEN (IKATAN ION)
Konfigurasi elektron yang stabil Gas-gas mulia merupakan unsur-unsur yang stabil dan mem-punyai konfigurasi tertentu, yaitu semua orbital terisi penuh dengan elektron. - Kaidah Oktet Atas dasar konfigurasi elektron gas mulia tersebut, Kossel mengajukan Kaidah (Aturan) Oktet, yaitu bahwa susunan (konfigurasi) elektron dengan jumlah delapan elektron merupakan susunan elektron yang stabil. Dalam pembentukan ikatan ion, atom-atom akan berusaha mencapai konfigurasi oktet dalam membentuk ion positif atau ion negatif.   
 
Pembentukan ion positif
Ion positif terbentuk dengan pengeluaran elektron valensi. Contoh : Na  Na+ + e Atom Na Ion Na+ Konfigurasi : Atom Na : 1s2 2s2 2p6 3s1 Ion Na+ : 1s2 2s2 2p6 Terlihatlah bahwa konfigurasi ion Na+ sama dengan konfigurasi atom Ne.
 
Pembentukan ion negatif
-Ion negatif terbentuk dengan penarikan elektron dari luar ke dalam kulit elektron valensi. Contoh : F + e  F – Atom F Ion F- -Konfigurasi : Atom F : 1s2 2s2 2p5 Ion F - : 1s2 2s2 2p6 -Ternyata konfigurasi elektron ion F – sama dengan konfigurasi elektron atom Ne. Jadi terlihatlah bahwa konfigurasi elektron yang stabil adalah konfigurasi dengan jumlah elektron terluar delapan.  

Keterbatasan Kaidah Oktet
Walaupun Kaidah Oktet sangat tepat untuk menjelaskan tentang ikatan ion pada unsur-unsur dengan nomor atom kecil, tetapi kaidah tersebut mempunyai keterbatasan, yaitu : Terdapat ion-ion dengan dengan konfigurasi elektron sama dengan konfigurasi elektron atom Helium (elektron terluar =2) yang juga stabil, misalnya ion Li+ dan ion Be2+. Kaidah tersebut hanya terbatas pada unsur-unsur dengan beda nomor atom sampai 3 atau 4 satuan dari gas mulia. Penggunaan kaidah ini terbatas bila dipakai untuk senyawa-senyawa kovalen.
 
Pembentukan ikatan ionik (ikatan elektrovalen)
- Ikatan ionik akan terbentuk bila : Terdapat atom unsur dengan potensial ionisasi rendah (yang akan menjadi ion positif) dan atom unsur dengan afinitas elektron tinggi (yang akan menjadi ion negatif) Terjadi tarik menarik antara ion-ion tersebut melalui gaya elektrostatik (gaya Coulomb) Contoh : Na (2s2 2p6 3s1)  Na+ (2s2 2p6) + e F (2s2 2p6) + e  F- (2s2 2p6) Na F  Na+F-  

Dalam pembentukan ikatan ionik berlaku aturan :
jumlah elektron yang dilepas oleh suatu atom sama dengan jumlah elektron yang diterima oleh atom yang lain.
 
Unsur-unsur yang dapat membentuk ikatan ionik
Unsur-unsur yang dapat membentuk ikatan ionik adalah unsur-unsur yang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : Unsur-unsur dengan potensial ionisasi rendah, yaitu : Golongan IA (golongan logam alkali) Golongan IIA (golongan logam alkali tanah) Unsur-unsur dengan afinitas elektron tinggi, yaitu : Golongan VIIA (golongan halogen) Golongan VIA (golongan kalkogen)
 
Dengan demikian ikatan ionik dapat terjadi pada unsur golongan :
IA dengan VIIA (jadi senyawa AY) IA dengan VIA (jadi senyawa A2X) IIA dengan VIIA (jadi senyawa BY2) IIA dengan VIA (jadi senyawa BX)
 
Ciri-ciri senyawa ionik
-Kebanyakan senyawa ionik menyerupai NaCl yaitu berwarna putih -Mudah larut dalam air -Leleh pada suhu tinggi -Lelehan senyawa ionik dapat menghantarkan arus listrik -Dalam bentuk padat juga terdiri atas ion-ion, yang tersusun dalam suatu kristal.
 
Sifat kristal senyawa ion
Isomorfi Bila ada dua Alotropi -Bangun kristal yang berlainan yang dimiliki oleh suatu substansi juga terdapat pada unsur. -Unsur-unsur yang mempunyai sifat alotropi adalah karbon (intan, arang dan grafit), fosfor (merah dan kuning), belerang (rombik dan mono-klinik) dan oksigen (O2 dan O3). -Satu alotrop dengan alotrop yang lain berbeda dalam sifat-sifat fisika dan pada taraf tertentu juga pada sifat-sifat kimia. -Suatu alotrop dapat berubah menjadi alotrop yang lain dengan perlakuan fisika atau kimia. Contoh perlakuan fisika adalah pemanasan pada suhu tertentu yang disebut suhu transisi. Amorfi -Ada juga zat-zat yang tidak dapat membentuk kristal. Biasanya hal ini terjadi pada senyawa-senyawa dengan massa rumus (berat molekul) tinggi, dan umumnya terdapat sebagai polimer. Contoh-contoh polimer adalah karet (alam atau buatan), karbohidrat (amilum dan selulosa), protein dan kaca. -Zat yang amorf tidak mempunyai titik lebur yang tajam, melainkan suatu trayek lebur.zat yang mempunyai bangun kristal yang sama, ma-ka dikatakan bahwa kedua zat itu isomorf. Contohnya ialah campuran NaCl dan KCl yang sama bangun kristalnya dan perbedaannya hanya pada besar ion Na+ dan K+. Polimorfi Di alam banyak terdapat zat atau senyawa yang dapat berada dalam berbagai bentuk kristal, misalnya CaCO3 yang dapat berbentuk heksagonal dalam mineral kalsit atau berbentuk ortorombik dalam mineral aragonit. Kedaan demikian disebut polimorfi. Senyawa-senyawa yang mempunyai sifat polimorfi menunjukkan sifat-sifat yang khas pada masing-masing bentuk kristalnya, sehingga manfaatnya pun berlainan, misalnya batu pualam dan gragal yang merupakan bentuk polimorfi CaCO3.
 
Air kristal 
Senyawa anorganik padat sering dinyatakan sebagai kristal hidrat, yaitu suatu senyawa yang mengandung molekul-molekul air dan yang turut menyusun kisi kristal, misalnya CuSO4. 5H2O; Na2SO4. 10H2O; CaSO4. 2H2O dan lain-lain. Sebagian atau semua air kristal dapat lepas dari ikatannya karena pengaruh suhu atau tekanan uap, sehingga kristalnya menjadi kering. Contoh reaksinya ialah : MgSO4. 7H2O  MgSO4. H2O H2O Sebaliknya, kristal dapat pula mencair bila banyak molekul air masuk dan terikat oleh kristal. Sifat ini dinamakan higroskopik. 

IKATAN KOVALEN 7.1. PEMBENTUKAN IKATAN KOVALEN
Ikatan kovalen, yang juga disebut ikatan atom, terbentuk dari pemakaian bersama pasangan-pasangan elektron yang berasal dari atom-atom yang berikatan. Bila suatu atom berdiri sendiri, maka elektron-elektronnya hanya dipengaruhi oleh inti atomnya sendiri. Bila dua buah atom saling mendekati, maka elektron dan inti atom keduanya saling mempengaruhi, sehingga tercapai keadaan yang lebih stabil (tingkat energi lebih rendah) sewaktu terjadi ikatan kimia.
    

B. Rangkuman

Prinsip pembentukan molekul dan ion didasarkan pada konsep kestabilan atom, di mana atom cenderung untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil dengan mengikuti aturan oktet atau duplet (untuk hidrogen). Atom-atom ini dapat berikatan dengan atom lain untuk membentuk molekul melalui ikatan kimia, atau dapat menjadi ion dengan melepas atau menerima elektron. 
Pembentukan Molekul:
  • Ikatan Kovalen:
    Terjadi ketika atom-atom berbagi elektron valensi untuk mencapai kestabilan (aturan oktet/duplet). Contoh: ikatan dalam molekul H₂ (hidrogen) dan O₂ (oksigen).
  • Ikatan Ion:
    Terjadi ketika ada transfer elektron dari satu atom ke atom lain, membentuk ion positif (kation) dan ion negatif (anion), yang kemudian saling tarik-menarik akibat muatan yang berlawanan. Contoh: ikatan dalam NaCl (natrium klorida).
  • Ikatan Logam:
    Terjadi ketika atom logam saling berbagi elektron valensi dalam bentuk "lautan elektron", yang menyebabkan logam dapat menghantarkan listrik dan panas.
Pembentukan Ion:
  • Kehilangan atau Menambah Elektron:
    Atom dapat melepas atau menerima elektron untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil, menjadi ion positif (kation) atau ion negatif (anion).
Prinsip Dasar: 
Aturan Oktet/Duplet: Atom cenderung berikatan atau membentuk ion untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil, dengan memiliki 8 elektron di kulit terluar (oktet), atau 2 elektron (duplet) untuk hidrogen. 
 Ionisasi:Proses di mana suatu atom atau molekul netral kehilangan atau mendapatkan elektron, sehingga menjadi ion. 
Ion Monoatomik
Ion yang terbentuk dari satu atom (misalnya Na⁺, Cl⁻). 
Ion Poliatomik:Ion yang terbentuk dari gabungan beberapa atom (misalnya SO₄²⁻, NH₄⁺). Gaya Elektrostatik: Ikatan ion terjadi karena gaya tarik-menarik antara ion positif dan negatif. Pembagian Elektron: Ikatan kovalen terjadi karena pembagian elektron valensi antara atom-atom Transfer Elektron: Ikatan ion terjadi karena transfer elektron dari satu atom ke atom lain. 
 
 
 C. Percobaan Aktivitas 

Ayo, Kita cari tahu dibagian halaman 123

D. Pertanyaan:

1. Atom atau sekelompok atom yang bermuatan listrik disebut?

2. Dua atom atau lebih yang bergabung (melalui ikatan kimia), baik antara atom-atom yang sama maupun atom-atom yang berbeda disebut?

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas IPA Kelas 7 Tahun Pelajaran 2024/2025

Tugas IPA Kelas 8 Tahun Pelajaran 2024/2025

VIII. Sistem Ekskresi / Pembuangan Tanggal 1 September 2025