IX. A Partikel Penyusun Benda dan Makhluk Hidup

 


Materi Bab Pembentukan glukosa pada fotosintesis


Nama Guru : Anita Wulandari, S.Pd.


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam


Kelas : IX

 

Semester : Genap


Pertemuan : 15 April 2025


• Kompetensi Inti (KI)

 KI1 dan KI2: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya, serta Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.

 

KI3: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan terkait fenomena dan kejadian tampak mata.


 KI4: Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori.


• Kompetensi Dasar

3.5 Menganalisis konsep energi, berbagai sumber energi, dan perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari termasuk fotosintesis

4.5 Menyajikan hasil percobaan tentang perubahan bentuk energi, termasuk fotosintesis


• Indikator 

4.5.1 Melakukan percobaan ilmiah mengenai pengaruh cahaya terhadap proses fotosintesis (Percobaan Sach)

4.5.2 menjelaskan secara ilmiah unsur-unsur penting dalam proses fotosintesis.

4.5.3 Menjelaskan hasil percobaan pengaruh cahaya terhadap proses fotosintesis

4.5.4 menganalisis perubahan energi yang terjadi dalam proses fotosintesi


• Tujuan Pembelajaran 

Setelah melakukan pembelajaran melalui diskusi dan percobaan ilmiah mengenai pengaruh paparan cahaya matahari terhadap proses fotosintesis (kandungan amilum pada daun):

1. Siswa diharapkan dapat menjelaskan secara ilmiah unsur-unsur penting dalam proses fotosintesis.

2. Siswa diharapkan dapat menjelaskan hasil percobaan pengaruh cahaya terhadap proses fotosintesis.

3. Siswa diharapkan dapat menganalisis perubahan energi yang terjadi dalam proses fotosintesis

4. Siswa diharapkan dapat Mengkomunikasikan hasil percobaan pengaruh cahaya terhadap proses fotosintesis


• Materi Pembelajaran

1. Reaksi fotosintesis

2. Perubahan energi dalam proses fotosintesis

3. Pengaruh energi cahaya dalam proses fotosintesis.


• Metode Pembelajaran

1. Pendekatan : Scientific Learning

2. Metode : Praktikum, diskusi kelompok kecil, tanya jawab.

3. Model : Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing


• Media Pembelajaran

 Media : 

1. Video fotosintesis

2. Lembar kerja peserta didik (lkpd)

 

• Alat dan Bahan :

Tanaman, kertas karbon/kertas bungkus rokok, bayclean,piring kecil,betadin,mangkok kecil, HP, Laptop


• Sumber Belajar: Buku IPA Terpadu Kls IX


• Kegiatan Pembelajaran 

PraPembelajaran :

- Dua hari sebelum pembelajaran, siswa mempersiapkan 

tanaman segar yg hidup di halaman/kebun rumah, misalnya singkong atau bougenvil yang berdaun tidak tebal.

- Pilih daun yang akan ditutup rapat sebagian dengan 

menggunakan kertas karbon dan sebagian lagi dibiarkan terbuka. Biarkan daun tersebut tetap berada di batangnya selama dua hari. (Waktu penutupan daun dengan kertas karbon harus dilakukan pada pagi hari ketika daun belum melakukan kegiatan fotosintesisi pukul 05.30/06.30) 

- Guru membagi siswa kedalam kelompok yang terdiri dari 5orang

Pendahuluan :

- Memberi salam dan berdoa

- Memperhatikan kesiapan psikis dan fisik siswa untuk 

mengikuti proses pembelajaran dengan mengecek kehadiran siswa.

- Apersepsi

Apakah diantara kalian masih ada yang ingat , Apa itu Fotosintesis? Komponen apa saja yang dibutuhkan tumbuhan untuk melakukan fotosintesis?

- Guru menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilakukan hari ini, kita akan belajar bersama sama mengenai pengaruh paparan cahaya matahari terhadap proses fotosintesis (kandungan amilum pada daun).

- Menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai oleh siswa

- Penilaian yang akan dilakukan pada pembelajaran kali ini, yaitu penilaian pengetahuan, penilaian keterampilan dan sikap 


Kegiatan Inti :

- Fase 1: Perumusan Masalah

1. Guru membagikan lembar kerja peserta didik (lkpd) sebagai panduan kegiatan 

2. Guru membimbing siswa menentukan rumusan masalah

- Fase 2: Membuat Hipotesis

1. Guru membimbing siswa membuat hipotesis ilmiah terhadap masalah yang terdapat di dalam lkpd. 

2. Guru membimbing siswa merancang penyelidikan secara ilmiah

- Fase 3: Mengumpulkan Data

1. Melakukan percobaan mengenai pengaruh paparan cahaya 

matahari terhadap proses fotosintesis (kandungan amilum pada daun)

2. Mencatat data yang didapatkan dalam bentuk tabel dan grafik

3. Mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya melalui buku-buku yang ada ataupun melalui internet dan mendiskusikannya dengan anggota kelompok

- Fase 4: Menganalisis data

1. Siswa menganalisis data yang telah didapatkan dari hasil praktikum

2. Siswa menafsirkan data yang telah dianalisis secara ilmiah.

3. Siswa membandingkan dan membahas hipotesis awal mereka dan membandingkannya dengan hasil analisis studi literatur 

- Fase5: Merumuskan Kesimpulan

1. Siswa bersama dengan kelompoknya mengkomunikasikan hasil pengamatannya

2. Siswa diberikan kesempatan untuk menyimpulkan hasil praktikum pengaruh paparan cahaya matahari terhadap proses fotosintesis (kandungan amilum pada daun) 

3. Memberikan apresiasi kepada semua siswa yang sudah melakukan kegiatan pembelajaran dan reward kepada siswa yang melakukan kegiatan pengamatan yang paling teliti dan benar


Penutup :

- Guru memberikan penguatan tentang kegiatan yang telah 

dilakukan, tentang pengaruh paparan cahaya matahari terhadap proses fotosintesis (kandungan amilum pada daun)

- Melakukan Refleksi pembelajaran

- Memberikan penugasan untuk pertemuan yang akan datang


A. KEGIATAN PEMBELAJARAN

A. Uraian Materi

Partikel adalah bagian terkecil dari suatu materi yang masih 

mempunyai sifat materi itu. Partikel dapat berbentuk atom, molekul, dan ion. Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang masih memiliki sifat unsur tersebut. Tahukah kamu bahwa tubuh makhluk hidup tersusun dari milyaran atom-atom? Atom-atom dapat berikatan satu sama lain membentuk molekul. Molekul merupakan gabungan antara dua atau lebih atom-atom melalui ikatan kimia tertentu. 


Molekul dapat tersusun sedemikian rupa sehingga menjadi suatu 

struktur tertentu, misalnya rambut, tersusun darimolekul-molekul yang mengandung unsur karbon (C), hidrogen (H), nitrogen (N), dan sulfur (S). Sedangkan tulang, mengandung kalsium (Ca), fosfor (P), dan oksigen (O). Selain pada makhluk hidup, benda seperti kayu, plastik, air, udara, kain, dan benda-benda lain, juga merupakan zat kimia yang tersusun atas senyawa-senyawa tertentu. Dalam senyawa, molekul-molekul tertata sedemikian rupa sehingga memberikan sifat-sifat tertentu. Misalnya, plastik mempunyai sifat lentur karena memiliki molekul yang struktur rantainya panjang dan terdapat rongga antar rantai molekulnya. Ukuran molekul sangat kecil sehingga tidak dapat diamati dengan mata telanjang dan bahkan tidak dapat diamati dengan mikroskop biasa. Bagaimana kamu dapat mengetahui bahwa materi yang ada di sekitarmu mengandung zat yang berbeda? Secara sederhana untuk mengetahui kandungan zat dalam suatu benda atau makhluk hidup dapat kita praktikkan melalui Aktivitas 8.1.

Setelah kamu melakukan Aktivitas 8.1, coba kamu pikirkan, 

mengapa benda-benda jika dibakar dapat menghasilkan bau yang berbeda-beda? Tahukah kamu bahwa ketika benda dibakar akan menyebabkan zat-zat yang terkandung di dalamnya berubah menjadi zat lain? Terbentuknya zat baru tersebut ditandai antara lain oleh warna dan bau yang berbeda. Dengan kata lain, bila bau yang kamu cium berbeda berarti kandungan zat yang ada dalam benda tersebut juga berbeda. Bahan-bahan yang berbeda terdiri atas senyawa-senyawa dan unsur yang juga berbeda.

Selain disusun oleh molekul yang berbeda, sifat-sifat suatu materi yang berbeda juga dapat disebabkan oleh perbedaan susunan molekulmolekul dalam materi itu. Misalnya, kita ambil contoh kayu yang dibuat pensil dan pati dalam umbi kentang. Umbi kentang (contoh lainnya adalah umbi ketela pohon, talas, dan beras) mengandung pati atau amilum yang dapat kita makan dan merupakan sumber energi bagi tubuh. Pati disusun oleh molekul-molekul yang berantai panjang. 

Rantai panjang tersebut disusun oleh unit-unit molekul yang lebih sederhana yang disebut glukosa. Antara molekul glukosa yang satu dengan yang lainnya dihubungkan oleh ikatan glikosida (perhatikan Gambar 8.4). Ikatan glikosida adalah ikatan kimia yang terjadi antar molekul monosakarida atau gula sederhana.


B. Rangkuman

Reaksi ini melibatkan proses pengambilan gas karbon dioksida dari udara dan air dari tanah untuk memproduksi karbohidrat ([CH2O]) dan oksigen. Reaksi kimia fotosintesis dapat dituliskan secara sederhana dengan formula berikut. 6CO2 +6 H2O + energi (cahaya), Kloroplas → C6H12O6 (glukosa) + 6CO2 Fotosintesis berperan penting untuk kelangsungan kehidupan organisme muka bumi. Hamper seluruh organisme heterotrop secara langsung maupun secara tidak langsung, sangat bergantung pada zat makanan produk fotosintesis Hasil awal fotosintesis adalah berupa zat gula sederhana yang disebut glukosa (C6H12O6). Sebagian zat gula akan dirombak untuk menghasilkan energi. Energi sangat dibutuhkan untuk berbagai aktifitas tubuh. Sebagian akan digunkan untuk membangun atau membentuk tubuh tumbuhan. Tumbuhan butuh tumbuh, berkembang, membentuk anakan atau tunas, membentuk bunga, biji, buah, dsb. Sebagian akan dijadikan bahan baku untuk menyusun zat-zat penting lain yang dibutuhkan. Misalnya protein, lemak, dan vitamin. Selanjutnya, sebagian akan diubah menjadi amilum (zat tepung = pati.) yang ditimbun di daun, atau organ-organ penimbunan yang lainnya. Amilum merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan 

kelebihan glukosa (sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang. Hewan dan manusia juga menjadikan pati sebagai sumber energi yang penting. Amilum diamati dalam uji Sach 

karena amilum merupakan gula yang disimpan dari hasil fotosintesis serta merupakan gula kompleks yang tidak larut dalam air. Pati atau amilum tersusun dari dua macam 

karbohidrat,amilosa dan amilopektin, dalam komposisi yang berbeda-beda. Amilosa memberikan sifat keras, sedangkan amilopektin menyebabkan sifat lengket. Amilosa memberikan warna ungu pekat pada tes lugol/ betadin sedangkan amilopektin tidak bereaksi. Sehingga pada percobaan sach, daun yang mengandung amilum ketika ditetesi lugol/betadin akan menunjukkan reaksi antara lugol/betadin dan amilosa pada amilum.



C. Percobaan Aktivitas 

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Percobaan Sach

Rancangan Percobaan 

Langkah-langkah percobaan pengaruh cahaya terhadap proses fotosintesis

1. Persiapkan tanaman segar yag hidup di halaman/kebun rumah, misalnya bougenvil.

2. Pilih 1 daun kemudian tutuplah setengah daun pada bagian ujung dengan rapat menggunakan kertas karbon atau dus yang tidak tembus cahaya. Biarkan daun tersebut tetap berada di batangnya selama dua hari. (Waktu penutupan daun dengan kertas karbon/dus yang tak tembus cahaya matahari harus dilakukan pada pagi hari ketika daun belum melakukan kegiatan fotosintesisi pukul 05.30/06.30)

3. Petik daun tersebut, kemudian lepaskan kertas karbon/dus yang tak tembus cahaya pada bagian daun yang ditutupi.

4. Kemudian daun direndam menggunakan air termos ke bersuhu panas dalam gelas kecil dan ditutup samapi air menjadi dingin.

5. Masukan daun tersebut kedalam ember kecil yang berisi bayclean dicampur air dengan konsentrasi 50% bayclean dan 50% air. Lakukan perendaman hingga daun terlihat putih 

yang menandakan seluruh klorofil daun sudah luntur.


D. Pertanyaan:

1. Apa partikel penyusun atom, Apa yang dimaksud dengan molekul, Bagaimana atom-atom bergabung menjadi molekul, Apa perbedaan antara atom dan 

molekul, Apa contoh zat penyusun tubuh manusia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas IPA Kelas 7 Tahun Pelajaran 2024/2025

Tugas IPA Kelas 8 Tahun Pelajaran 2024/2025

VIII. Sistem Ekskresi / Pembuangan Tanggal 1 September 2025