VIII A. Sistem Pernapasan (Lanjutan Materi)
Materi BAB II Sub-bab
(Sistem Pernapasan)
Nama Guru : Anita Wulandari, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas : VIII
Pertemuan : 22 Oktober 2024
Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase D, Peserta didik dapat juga ditekankan pada pentingnya gaya hidup sehat, mulai dari pengertian mengenai Kalori, metode makan, pemahaman tentang informasi nilai gizi serta bagaimana tubuh kita bekerja. Gaya hidup sehat sangat berpengaruh terhadap kondisi tubuh. Banyak penyakit yang terjadi karena manusia tidak memelihara tubuhnya dengan tepat. Dengan buku ini diharapkan guru dapat membangkitkan rasa ingin tahu pelajar sehingga dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dalam menyelesaikan permasalahan di lingkungan mereka.
Tujuan pembelajaran dalam subbab mengenai sistem pernapasan ini adalah, mengarahkan pelajar untuk menyadari gaya hidup sehat dengan tidak merokok yang dapat memberi dampak positif bagi sistem pernapasan manusia. Pelajar juga menyadari bahwa perokok pasif juga berisiko terkena penyakit yang berhubungan dengan sistem pernapasan. Oleh karena itu diharapkan pelajar mampu memberikan solusi bagi para perokok pasif tersebut.
Materi : (Sistem Pernapasan)
Langkah-langkah Pembelajaran :
1. Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al-Azhar dan Lagu Indonesia Raya pada jam ke 1)
2. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi
3. Guru menyempaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan
4. Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya
5. Guru membagi peserta menjadi 2 kelompok ganjil dan genap
6. Guru memberikan pembahasan peraturan ujian blok
Materi Yang Harus Dipelajari
A. KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
Tujuan Pembelajaran
● Peserta didik dapat mendeskripsikan proses manusia bernapas dan proses pertukaran gas
● Menganalisa grafik
mengenai kandungan karbon monoksida dalam darah perokok
B. Uraian Materi
Materi sistem pernapasan dilanjutkan dengan:
3. Bagaimana kalian bernapas
Sama seperti pergerakan tubuh manusia lainnya, bernapas juga dikendalikan oleh otot. Paru-paru
dilindungi oleh tulang rusuk yang ditempeli oleh otot-otot di sekitarnya. Di bagian bawah paru-paru juga terdapat otot yang besar, kuat, dan berbentuk seperti kubah. Otot tersebut dinamakan diafragma.
Ketika kalian menarik napas, otot yang ada di tulang rusuk kalian akan berkontraksi sehingga tulang rusuk
akan naik ke atas, diafragma pun berkontraksi, yang semula melengkung menjadi mendatar. Kontraksi ini menyebabkan rongga dada kalian mengembang,
volume paru-paru pun membesar, tekanan udara di paru-paru mengecil, dan udara pun masuk. Ketika
kalian menghembuskan napas, otot-otot yang ada di tulang rusuk kalian rileks atau dalam keadaan
santai, diafragma pun dalam keadaan rileks, hal itu menyebabkan rongga dada kalian menjadi lebih kecil,
volume udara di paru-paru pun berkurang, sementara tekanan udara di paru-paru membesar, udara siap
untuk dikeluarkan.
4. Apa yang terjadi saat pertukaran gas
Bayangkan jika kalian adalah setetes darah, setelah darah dipompa dari jantung, lalu kalian melewati
arteri, kemudian ke kapiler yang membungkus alveolus. Saat itu kondisi kalian membawa banyak
karbondioksida dan sedikit oksigen. Ketika sampai di alveolus kalian tidak sabar untuk menukar karbondioksida yang kalian bawa dengan oksigen yang ada di sana. Sekarang kondisi kalian membawa banyak oksigen dan sedikit karbondioksida. Kalian siap
untuk mengantarkan oksigen ke sel-sel tubuh yang lain. Saat di sel-sel tubuh kalian menukar oksigen yang kalian bawa dengan karbondioksida yang merupakan sisa metabolisme dari sel. Kalian angkut kembali menuju jantung, untuk kemudian dibawa kembali menuju paru-paru.
Proses pertukaran antara oksigen dengan karbondioksida dan sebaliknya disebut pertukaran gas.
Kapiler dan dinding alveolus sangat tipis, sehingga sangat mudah untuk dilewati oleh beberapa zat.
Ketika oksigen masuk dan menuju alveolus, oksigen melewati dinding tersebut, kemudian menuju dinding
kapiler, lalu ke darah. Hal tersebut juga berlaku untuk karbondioksida dan air. Begitu pentingnya peran sistem pernapasan kita, sehingga kita harus benar-benar menjaganya agar tetap sehat.
5. Merokok dan bahayanya untuk tubuh
Rokok sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Merokok merupakan suatu kegiatan tidak bermanfaat yang dapat mengakibatkan gangguan
kesehatan serta menghambur-hamburkan uang.
Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar, anakanak remaja yang merokok mengalami pening katan sebesar 1,9% dari tahun 2013 ke tahun 2018 (Kementerian Kesehatan, 2020). Tentu saja hal ini sangat mencemaskan, mengingat remaja sekarang adalah generasi yang akan meneruskan pem bangunan bangsa.
Di dalam rokok terdapat zat-zat yang mampu menginfeksi dan merusak sistem pernapasan kalian.
Dalam satu kali hisapan rokok terdapat sekitar 4.000 zat kimia berbahaya, contohnya tar, karbon
monoksida, dan nikotin. Tar, adalah zat berwarna hitam dan sedikit
lengket ketika rokok dibakar. Ketika seseorang menghirup asap rokok, tar akan menempel pada silia yang terdapat pada trakea, bronkus, dan jalur pernapasan. Tar membuat silia menggumpal, sehingga tidak dapat berfungsi untuk menyaring zat-zat yang berbahaya bagi paru-paru. Tar juga mengandung bahan yang mengakibatkan kanker.
Karbon monoksida, ketika rokok dibakar, akan dihasilkan suatu gas yang tidak berbau dan berwarna
disebut karbon monoksida. Gas ini sangat berbahaya, karena mampu mengikatkan diri ke hemoglobin dan
mengambil sebagian tempat oksigen, lalu turut dalam proses peredaran darah. Tentu saja ini menyebabkan
jumlah oksigen yang diantarkan darah ke seluruh tubuh menjadi berkurang. Untuk mendapatkan
tambahan oksigen, maka seorang perokok akan bernapas lebih berat dan detak jantung pun akan
meningkat. Banyaknya karbon monoksida di dalam darah meningkat seiring banyaknya rokok yang dikonsumsi. Darah seorang perokok kemungkinan memiliki lebih sedikit oksigen dibandingkan yang
bukan perokok. Nikotin, nikotin bersifat stimulan yang artinya meningkatkan kinerja suatu organ. Nikotin membuat jantung berdetak lebih kencang serta meningkatkan tekanan darah. Semakin banyak
nikotin yang di konsumsi melalui rokok, akan menyebabkan kecanduan dan membuat orang sulit berhenti merokok.
6. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh rokok
Perokok mengalami berbagai macam masalah kesehatan, salah satunya adalah batuk yang sulit berhenti. Adanya penggumpalan silia di jalur pern apasan membuat lendir sulit untuk dikeluarkan. Penumpukan lendir juga mengakibatkan sempitnya jalan napas, sehingga menghalangi masuknya oksigen.
Berikut penyakit-penyakit yang disebabkan oleh rokok
a. Bronkitis
Bronkitis adalah iritasi yang terjadi pada jalur napas atau bronkus. Iritasi tersebut menyebabkan jalur
napas menyempit karena tertutup oleh lendir. Orang yang menderita bronkitis akan mengalami kesulitan
ber napas. Jika iritasi ini terus menerus terjadi dalam waktu yang lama, maka akan menjadi bronkitis kronis yang menyebabkan kerusakan per manen pada jalur napas atau bronkus.
b. Aterosklerosis
Beberapa zat kimia yang ada di dalam rokok dapat masuk ke dalam sistem peredaran darah manusia.
Zat-zat tersebut mengiritasi
pembuluh darah. Iritasi tersebut ikut berkontribusi dalam penyumbatan lemak pada pembuluh darah
c. Kanker paru-paru
Pada tahun 2018 penderita yang meninggal akibat kanker paru-paru di Indonesia mencapai 26.000 jiwa (Yayasan Kanker Indonesia, 2020). Penyebab dari kanker paru-paru adalah kebiasaan buruk merokok. Ada sekitar 50 zat di dalam rokok yang menyebabkan kanker. Sel kanker tumbuh dan mengambil alih tempat di paru-paru yang dipergunakan untuk pertukaran gas. Akibatnya pertukaran gas antara oksigen dan karbon dioksida menjadi tidak maksimal.
d. Emfisema
Emfisema adalah penyakit yang merusak bagian paru-paru yaitu alveolus, sehingga penderita penyakit ini tidak dapat mengambil oksigen maupun mengeluarkan karbondioksida secara maksimal, akibatnya penderita memiliki nafas yang pendek. Penyakit ini
bersifat permanen, bahkan jika seorang perokok berhenti merokok sekalipun.
C. Rangkuman
- Laring merupakan bagian yang memproduksi suara pada organ sistem pernapasan.
- Emfisema enyakit yang disebabkan karena rusaknya alveolus pada paru-paru, sehingga menyebabkan kesulitan bernapas
- Alveolus berfungsi untuk pertukaran gas antara oksigen dan karbondioksida
- Faring bagian dari sistem pernapasan yang menghubungkan antara mulut dengan hidung
- Proses pertukaran gas di paru-paru: setelah darah dipompa dari jantung, darah melewati arteri, kemudian ke kapiler yang membungkus alveolus. Darah dalam kondisi membawa banyak karbondioksida dan sedikit oksigen. Ketika sampai di alveolus darah yang membawa karbondioksida ditukar dengan oksigen yang ada di alveolus. Sekarang darah membawa banyak oksigen dan sedikit karbondioksida. Lalu darah mengantarkan oksigen ke sel-sel tubuh yang lain. Saat berada di sel-sel tubuh, darah menukar oksigen dengan karbondioksida yang merupakan sisa metabolisme dari sel. Karbondioksida diangkut kembali menuju jantung, untuk kemudian dibawa kembali menuju paru-paru.
- Silia dan lendir bekerjasama untuk menyaring udara yang kita hirup. Persamaan dan perbedaan dari keduanya :
- Lendir menangkap partikel yang masuk bersamaan dengan udara di hidung dan trakea, sementara Silia yang ada di trakea menyapu lendir yang menangkap partikel hingga faring. Lendir menangkap partikel, sementara silia menyapunya.
D. Alur Pengerjaan Sumatif
- Aktivitas: Mengumpulkan informasi mengenai penyakit yang akan dipilih, berikut pantangan makanan ataupun aktivitas
- Produk yang dihasilkan : Kerangka Karangan
- Halaman : "Ayo kita prediksi” pada halaman 71
Alhamdullilah
BalasHapusChandrani mewing hadir mis sudh aku baca juga
BalasHapus