VII A. Materi BAB lll Sub-bab (Suhu)
SUHU
( Suhu, Kalor dan Pemuaian)
Nama Guru : Anita Wulandari, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas : VII
Pertemuan : 22 Oktober 2024
Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase D, Pelajar diharapkan mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), usaha
dan energi, suhu dan kalor (termasuk isolator dan konduktor), gerak dan gaya, pesawat sederhana, tekanan, getaran dan gelombang, pemantulan dan pembiasan (alat-alat optik), rangkain listrik dan kemagnetan untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan pembelajaran dalam subbab pelajar dapat memahami konsep dan mengukur perbedaan suhu suatu benda.
Materi : (Suhu)
Langkah-langkah Pembelajaran :
1. Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al-Azhar dan Lagu Indonesia Raya pada jam ke 1)
2. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi
3. Guru menyempaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan
4. Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya
5. Guru membagi peserta menjadi 2 kelompok ganjil dan genap
6. Guru memberikan pembahasan peraturan ujian blok
A. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Materi
a. Apa yang ada di benak kalian saat mendengar kata panas atau dingin?
b. Apakah perbedaan dua kata tersebut?
c. Mengapa ada benda yang suhunya berbeda-beda?
A. Suhu
Apa yang ada di dalam benak kalian jika mendengar
banyak orang pada saat ini perlu diukur suhu tubuhnya? Kenapa suhu pada tubuh seseorang atau suatu benda begitu penting untuk diketahui?
Cobalah kalian menggosok-gosokan kedua telapak tangan selama kurang lebih satu menit. Setelah itu, tempelkan salah satu telapak tangan tersebut ke pipi. Apakah kalian merasakan hangat atau sedikit panas? Jika kalian belum merasakan
hangat di pipi, kalian boleh ulangi menggosok telapak tangan dengan sedikit lebih lama. Rasa hangat yang kalian rasakan di pipi itu adalah yang kita kenal sebagai suhu.
1. Jadi, Apa yang Dimaksud Dengan Suhu?
Suhu pada dasarnya adalah besaran fisika yang hanya
dapat dirasakan oleh indra. Tubuh manusia dapat merasakan suhu dalam bentuk rasa panas atau dingin. Saat kalian menempelkan telapak tangan ke pipi atau saat bermain di tengah terik Matahari, kulit terpapar sinar Matahari yang menyengat dan kemudian otak memberikan informasi rasa panas. Pun, ketika minum air es, otak kita memberikan respon informasi pengalaman rasa dingin. Tampak di sini bahwa suhu adalah ukuran derajat atau tingkat panas suatu benda. Saat malam hari menjelang tidur, ibu kalian menyimpan makanan ke dalam lemari es atau kulkas agar dapat dimakan kembali esok harinya. Mengapa lemari es membuat makanan jadi lebih awet? Apakah ada kaitannya dengan nilai suhu yang tinggi atau rendah? Berapa nilai suhu yang termasuk kategori tinggi atau rendah itu? Kalian dapat menanyakan dan mendiskusikan perihal tersebut kepada orang tua kalian di rumah. Lemari es atau lemari pendingin adalah contoh betapa pentingnya besaran suhu di dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.
Fakta Sains
Lemari Pendingin
Tahukah kalian bahwa bangsa Cina telah memotong es dan menyimpannya dalam ruang pendingin sekitar 1000 SM (sekitar 3000 tahun yang lalu). Lima ratus tahun kemudian, ide mendinginkan atau mengawetkan makanan dilanjutkan oleh bangsa Mesir dan India dengan membuat bangunan semacam pot besar terbuat dari tanah dan pasir basah yang ditaruh
di malam yang dingin untuk memproduksi air dingin di dalamnya. Teknologi mesin pendingin skala rumahan dibuat untuk pertama kalinya oleh ilmuwan Skotlandia bernama William Cullen pada tahun 1748. Baik bangsa Cina, Mesir, India maupun lemeri es William Cullen, konsep Sains yang digunakan untuk membuat mesin pendingin pada dasarnya adalah dengan menurunkan suhu pada suatu ruang atau lemari penyimpan hingga
serendah mungkin pada nilai tertentu. Awalnya orang tidak mengetahui sama sekali konsep Sains yang mendasarinya. Kemudian, teknologi yang perlukan. Cara paling terkenal dan banyak dilakukan adalah dengan teknik evaporasi atau menguapkan bahan kimia tertentu sehingga menghilangkan panas pada ruang bagian dalam. Prinsipnya juga sama digunakan untuk pendingin ruangan AC (Air Conditioner).
Kalian juga perlu tahu bahwa lemari es dan AC adalah dua teknologi yang menghabiskan sekitar 20% dari total ketersedian energi di dunia tiap tahunnya menurut jurnal ilmiah terbaru. Jadi, kalian bisa bantu menghemat energi dengan pemakaian AC maupun lemari es ya.
Benda yang panas mempunyai derajat panas lebih tinggi daripada benda yang dingin. Aktivitas 3.1 menunjukkan bahwa indra perasa memang dapat merasakan tingkat panas bagian tubuh. Akan tetapi, indra perasa bukan pengukur tingkat panas yang baik. Benda yang tingkat panasnya sama dirasakan berbeda oleh punggung tangan kanan dan kiri kalian. Jadi, suhu benda yang diukur dengan indra perasa seperti kulit menghasilkan ukuran suhu yang tidak dapat dipakai sebagai acuan atau tidak pasti. Bagaimana kita mengetahui secara akurat suhu tubuh seseorang ketika ia menujukkan gejala demam? Untuk itulah suhu harus diukur dan dinyatakan
secara pasti dengan angka serta alat ukur suhu yang
memiliki skala atau ukuran.
2. Mengapa Kita Memerlukan Alat Ukur
Suhu?
Selain mengetahui suhu tubuh secara pasti, bagaimana kita mengetahui suhu yang pas untuk menyimpan makanan di lemari es? Pada suhu berapa daging yang dimasak sudah dapat dimakan dengan aman bagi tubuh? Untuk beberapa informasi penting tersebut kita memerlukan informasi nilai suhu dengan akurat melalui alat pengukuran yang telah teruji dan diakui.
Alat yang digunakan untuk mengukur suhu dinamakan termometer. Prinsip kerja dari termometer adalah keseimbangan derajat suhu. Termometer akan menerima suhu dari lingkungan sekitar/ benda yang akan diuji. Secara alamiah, suhu akan mengalir dari derajat yang lebih tinggi ke derajat yang lebih rendah. Konsep ini dikenal juga sebagai Azas Black atau juga
Hukum 1 Termodinamika. Apakah semua termometer sama jenisnya? Tidak, Termometer dapat dibuat dalam berbagai jenis. Jenisjenisnya akan disesuaikan dengan kegunaannya masing-masing. Jangkauan pengukuran satu termometer dengan termometer lainnya berbeda, sesuai dengan tujuan dan
di mana termometer itu akan digunakan.
B. Rangkuman
suhu adalah ukuran kualitatif yang artinya dapat diukur seberapa pantas atau dinginnya suatu. Suhu bisa diukur karena adanya energi kinetik dalam suatu benda. Jadi, bila semakin besar energi suatu benda maka semakin tinggi suhu benda tersebut. Tingkatan suhu ini dapat diukur menggunakan alat yang dinamakan termometer. Nama alat ini berasal dari bahasa latin, yaitu thermo yang artinya panas dan meter yang artinya untuk mengukur.
1. Skala Kelvin
Skala Kelvin diperkenalkan oleh Lord Kelvin (1824-1907) yang mengusulkan untuk menggunakan suhu nol mutlak (-273°C) sebagai skala 0 pada termometer. Cara pembacaan ini disebut dengan skala Kelvin dimana perubahan 1 derajat pada skala Kelvin sama dengan perubahan 1 derajat pada skala Celsius.
Namun suhu 0 derajat skala Kelvin dimulai pada suhu -273°C. Dengan demikian, 0°C sama dengan 273 Kelvin yang ditulis dengan huruf (K) tanpa derajat.
perMedia Indonesia
SubscribeLogin
Cari artikel atau tokoh disini
HomeNewsGayaViewsVisualPilkadaKulinerJelitaJabarLIMALainnya
Hati-Hati Sikapi Tawaran Investasi Microsoft
Hiperkolesterol Bisa Perparah Gejala Menopause
UU Pemilu Lahirkan Penyelenggara yang Lemah
Kolaborasi Pesan Kemanusiaan dan AI Berbuah Apresiasi
Ini Ciri-Ciri Ibu Hamil yang Mengalami Gangguan Kesehatan Mental
Advertisement
Home
Humaniora
Suhu Adalah: Pengertian, Alat Ukur, Satuan, dan KonversiMeilani Teniwut 15/9/2023 13:05A- A+Suhu Adalah: Pengertian, Alat Ukur, Satuan, dan Konversi
Apa itu suhu? Berikut pengertian, alat ukur, satuan, dan konversinya.(Freepik)
BIASANYA ketika seseorang sedang kepanasan, suhu tubuh menjadi tinggi sehingga terasa panas. Di sisi lain, ketika seseorang kedinginan, suhu tubuhnya rendah sehingga badanya pun terasa dingin
Namun, apakah sebenarnya suhu itu? Berikut ini adalah ulasan mengenai pengertian suhu, macam satuan hingga rumus suhu.
Pengertian
Baca juga: Uraian tentang Hukum Archimedes dan Hukum Pascal
Advertisement
recommended by
Oquprime
Ternyata Mata Kabur hingga Katarak Bisa Anda Hilangkan dengan Ini
Pelajari Lebih
Suhu memiliki berbagai macam pengertian. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), suhu diartikan sebagai ukuran kuantitatif dari temperatur, panas atau dingin, dan diukur menggunakan termometer.
Suhu menjadi besaran yang akan menyatakan ukuran derajat dingin dan panas suatu benda. Selain bisa dinyatakan secara kualitatif, suhu juga dapat dinyatakan secara kuantitatif dengan satuan derajat tertentu.
Baca juga: 6 Fakta-fakta Unik Mengenai Bakteri
Pengertian suhu lainnya juga disampaikan Tri Cahyono (2007) dalam bukunya yang berjudul Penyehatan Udara. Suhu adalah keadaan panas dinginnya suatu udara.
Pada umumnya, daerah tropis cenderung memiliki suhu udara yang tertinggi di muka bumi sedangkan daerah kutub memiliki suhu udara yang rendah. Lalu jika berdasarkan daerahnya, dataran rendah cenderung memiliki suhu yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan dataran tinggi.
Semakin tinggi permukaan tanah, maka suhunya juga akan semakin rendah. Seperti suhu dingin yang akan dirasakan menusuk tulang jika sedang berada di gunung.
Dikutip dari Encyclopedia Britannica, suhu adalah ukuran panas atau dingin yang dinyatakan dalam skala sembarang dan menunjukkan arah dimana energi panas mengalir secara spontan (energi mengalir dari suatu benda yang bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah).
Oleh karena itu, dapat disimpulkan suhu adalah ukuran kualitatif yang artinya dapat diukur seberapa pantas atau dinginnya suatu. Suhu bisa diukur karena adanya energi kinetik dalam suatu benda. Jadi, bila semakin besar energi suatu benda maka semakin tinggi suhu benda tersebut. Tingkatan suhu ini dapat diukur menggunakan alat yang dinamakan termometer. Nama alat ini berasal dari bahasa latin, yaitu thermo yang artinya panas dan meter yang artinya untuk mengukur.
Satuan Suhu
1. Skala Kelvin
Skala Kelvin diperkenalkan oleh Lord Kelvin (1824-1907) yang mengusulkan untuk menggunakan suhu nol mutlak (-273°C) sebagai skala 0 pada termometer. Cara pembacaan ini disebut dengan skala Kelvin dimana perubahan 1 derajat pada skala Kelvin sama dengan perubahan 1 derajat pada skala Celsius.
Namun suhu 0 derajat skala Kelvin dimulai pada suhu -273°C. Dengan demikian, 0°C sama dengan 273 Kelvin yang ditulis dengan huruf (K) tanpa derajat.
2. Skala Celsius
Skala Celsius ditemukan oleh ahli astronomi asal Swedia Anders Celsius pada tahun 1742 yang mengusulkan suatu skala sebagai patokan mengukur suhu. Skala Celsius memiliki seratus derajat panas yang terbagi rata antara suhu air membeku dan mendidih.
3. Skala Reamur
Skala Reamur pertama kali diusulkan oleh Rene Antoine de Reaumur pada tahun 1731. Skala Reamur menyebutkan suhu es mencair diberi nilai 0°R dan suhu air mendidih diberi nilai 80°R.
4. Skala Fahrenheit
Skala Fahrenheit menyebutkan suhu es mencair diberi nilai 32°F dan suhu air mendidih diberi nilai 212°F. Skala Fahrenheit pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan Jerman bernama Gabriel Fahrenheit pada tahun 1724.
Akibat Perubahan Suhu
Perubahan suhu yang dialami oleh suatu benda, dapat mengakibatkan beberapa macam perubahan pada benda. Berikut jenis-jenis perubahannya :
1. Perubahan kimia, contohnya kayu yang dipanaskan akan berubah menjadi arang.
2. Perubahan volume, umumnya benda yang dipanaskan akan bertambah volumenya, sedangkan benda yang didinginkan akan menyusut volumenya.
3. Perubahan wujud, contohnya benda padat yang dipanaskan akan melebur, sebaliknya benda cair jika didinginkan akan membeku.
4. Perubahan warna, contohnya besi yang dipanaskan terus menerus warnanya akan berubah menjadi merah pijar, bahkan menjadi putih pijar.
5. Perubahan daya hantar listrik, pada umumnya daya hantar listrik penghantar akan berkurang, jika penghantar tersebut dipanaskan.
C. Alur Pengerjaan Sumatif
- Aktivitas : Melakukan percobaan sederhana.
- Produk yang dihasilkan : Hasil analisis dalam bentuk diskripsi
lisan.
- Halaman : Aktivitas 3.1 halaman 81
D. Latihan Soal
Sebelum contoh soal konversi suhu , pelajari cara untuk mengonversi suhu ke skala Celsius (C), Fahrenheit (F), Reamur (R) dan Kelvin (K) dengan rumus di bawah ini!
Δ°Celsius : Δ°Reamur : Δ°Fahrenheit : ΔKelvin
5 : 4 : 9 : 5
Jadi, kamu tinggal menerapkan perbandingan antara suhu yang dicari dengan suhu yang sudah diketahui dalam soal.
Soal no
1. Apabila suhu di ruangan adalah 295 K, maka suhu ruangan itu dalam skala Celcius adalah …
A. 22°C
B. 23°C
C. 24°C
D. 25°C
E. 26°C
2. Suhu udara di luar rumah yaitu 41°F. Berapakah suhu itu jika dinyatakan dalam skala Celcius?
A. 3°C
B. 4°C
C. 5°C
D. 6°C
E. 7°C
3. Suatu benda diukur suhunya hingga didapatkan suhu 60°C. Apabila suhu benda itu diukur dalam skala Fahrenheit, suhunya yaitu …
A. 110°F
B. 120°F
C. 130°F
D. 140°F
E. 150°F

Komentar
Posting Komentar