VIII.A Sistem Peredaran Darah
Materi BAB II Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup
(Sistem Peredaran Darah)
Nama Guru : Anita Wulandari, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas : VIII
Pertemuan : 17
Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase D, Peserta
didik dapat juga ditekankan pada pentingnya gaya hidup sehat, mulai
dari pengertian mengenai Kalori, metode makan, pemahaman tentang
informasi nilai gizi serta bagaimana tubuh kita bekerja. Gaya hidup
sehat sangat berpengaruh terhadap kondisi tubuh. Banyak penyakit yang
terjadi karena manusia tidak memelihara tubuhnya dengan tepat. Dengan
buku ini diharapkan guru dapat membangkitkan rasa ingin tahu pelajar
sehingga dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dalam
menyelesaikan permasalahan di lingkungan mereka.
Materi :Materi BAB II Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup
(Sistem Peredaran Darah)
Langkah-langkah Pembelejaran :
1. Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al-Azhar dan Lagu Indonesia Raya pada jam ke 1)
2. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi
3. Guru menyempaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan
4. Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya
5. Guru membagi peserta menjadi 2 kelompok ganjil dan genap
6. Guru memberikan pembahasan peraturan ujian blok
Materi Yang Harus Dipelajari
A. KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
Tujuan Pembelajaran
● Peserta didik dapat mengetahui tentang struktur dan fungsi organorgan peredaran darah, penyakit-penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah, dan bagaimana cara memelihara sistem peredaran darah
● Peserta didik dapat menganalisa grafik mengenai laju darah
B. Uraian Materi
Begitu berbahayanya hipertensi sehingga dapat menimbulkan kematian mendadak, faktanya 1 dari 4 orang berpotensi terkena hipertensi. Apa kaitannya makanan yang kita makan dengan hipertensi? Dalam subbab ini kita akan bahas mengenai sistem peredaran darah kita dan penyakit-penyakit yang menyertainya termasuk hipertensi ini. Mari kita pelajari dengan
semangat agar kita bisa mengindari penyakitnya!
1. Struktur dan Fungsi Organ-Organ
Peredaran Darah Gambar 2.17 memperlihatkan organ-organ sistem peredaran darah, yang terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan darah.
a. Jantung
Jantung berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Tanpa jantung, darah tidak akan beredar, nutrisi dari makanan yang kalian makan pun tidak akan mampu diedarkan ke seluruh tubuh kalian. Jantung manusia terdiri dari empat ruang, yaitu dua serambi dan dua bilik. Serambi atau yang biasa disebut Atrium berfungsi untuk menerima darah ke dalam jantung, sementara bilik atau yang biasa disebut Ventrikel berfungsi untuk memompa darah keluar dari jantung.
Bagaimana Cara Jantung Bekerja?
Kalian pasti mengenal bunyi detak jantung kalian. Dag dig dug kita menyebutnya, tetapi sebenarnya
bunyi jantung kita adalah lub-dup. Cara jantung bekerja seperti ini; pertama otot jantung relax dan
darah memenuhi atrium. Kemudian atrium berkontraksi dan mendorong darah menuju katup. Katup merupakan pemisah antara atrium dan ventrikel dan berfungsi agar darah tidak mengalir kembali. Katup juga memisahkan ventrikel dan pembuluh darah yang besar yaitu arteri. Setelah darah melewati katup, kemudian darah menuju ventrikel. Ventrikel lalu berkontraksi sehingga menyebabkan menutupnya katup antara atrium dan ventrikel, dan menghasilkan
bunyi lub, darah pun terpompa ke atas menuju pembuluh darah besar. Ketika darah telah sampai ke pembuluh darah besar, maka katup antara ventrikel menutup, terdengarlah bunyi dup. Semua proses itu terjadi kurang dari satu detik.
b. Pembuluh Darah
Pembuluh darah berfungsi mengantarkan darah ke seluruh tubuh. Pembuluh darah dibagi menjadi tiga yaitu arteri, vena, dan kapiler. Arteri merupakan pembuluh darah besar yang tebal dan berotot yang berfungsi untuk membawa darah keluar dari jantung ke seluruh tubuh. Vena merupakan pembuluh darah yang besar namun tipis, dan berfungsi untuk membawa darah dari tubuh kembali ke jantung. Sementara Kapiler adalah pembuluh darah yang sangat tipis, tempat terjadinya pertukaran antara materi yang berguna untuk tubuh dengan sisa metabolisme yang akan
dibuang. Gambar 2.19 menunjukkan perbedaan struktur dari Arteri, Vena, dan Kapiler
Kapiler
Arteri Vena
c. Darah
Darah berfungsi untuk mengantarkan oksigen, nutrisi dari makanan, hormon, atau bahkan sisa-sisa sampah hasil metabolisme tubuh kita. Darah terdiri dari empat komponen, yaitu plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah atau yang biasa disebut trombosit.
1) Plasma Darah
Plasma darah, sekitar 55% dari darah adalah plasma. Plasma merupakan cairan darah yang tersusun dari 90% air, sedangkan 10% sisanya adalah material-material yang terlarut di dalamnya.,Plasma darah membawa nutrisi, seperti glukosa, lemak, vitamin, asam amino, dan mineral. Plasma darah juga membawa karbondioksida dan sampah hasil metabolisme sel untuk dikeluarkan.
2) Sel darah merah
Sel darah merah membawa oksigen dari paruparu untuk diedarkan ke seluruh sel-sel tubuh. Sel darah merah diproduksi di sumsum tulang dan terbuat dari hemoglobin, yaitu suatu protein yang mengandung besi dan mampu mengikat oksigen.
Hemoglobin mengambil oksigen dari paru-paru kemudian melepaskan oksigen saat darah mengalir melalui pembuluh darah kapiler. Hemoglobin juga mengambil sedikit karbon dioksida yang dihasilkan oleh sel, sementara yang bertugas untuk membawa sebagian besar karbondioksida adalah plasma darah. Karbon dioksida dilepaskan dari paru-paru ketika kalian menghembuskan napas. Umur sel darah merah kalian sekitar 120 hari sebelum digantikan dengan sel yang baru.
3) Sel darah putih
Sama dengan sel darah merah, sel darah putih juga diproduksi di sumsum tulang. Sel darah putih berfungsi untuk melawan kuman-kuman penyebab penyakit. Sel darah putih memiliki struktur yang
berbeda dengan sel darah merah. Sel darah putih memiliki nukleus dan berukuran lebih besar. Umur sel darah putih bervariasi tergantung jenisnya, ada yang berumur beberapa jam, hari, bahkan tahunan.
4) Keping darah atau trombosit
Ketika kalian terluka dan mengeluarkan darah, trombosit bekerja untuk menghentikan dan menutup perdarahan tersebut. Trombosit mengeluarkan cairan kimia yang memproduksi protein dan disebut fibrin. Fibrin akan membentuk jaring-jaring di sekitar luka kalian dan menutupnya. Bagaimana cara darah beredar ke seluruh tubuh? Coba perhatikan Gambar 2.20 di bawah ini, bagaimana cara darah beredar ke seluruh tubuh.
Sistem peredaran darah manusia adalah sistem peredaran darah ganda, artinya darah dua kali melewati jantung. Pertama melalui sirkuit paru, yaitu saat darah dipompa menuju paru-paru dan terjadi pertukaran antara karbondioksida dengan oksigen, darah yang membawa oksigen dibawa ke jantung. Yang kedua melalui sirkuit seluruh tubuh, yaitu saat darah yang sudah mengandung oksigen dipompa ke seluruh tubuh. Di kapiler-kapiler tubuh, terjadilah pertukaran oksigen dengan karbondioksida. Karbon dioksida dibawa ke jantung, dan kemudian siklus berulang.
Apakah yang dimaksud dengan tekanan darah itu? Ketika kalian sedang sakit, maka dokter akan
memeriksa tekanan darah kalian. Tekanan darah adalah perhitungan ketika ventrikel berkontraksi untuk memompa darah ke atas, dan ketika ventrikel dalam kondisi menerima darah atau kondisi rileks. Tekanan darah dibuat dalam bentuk pecahan. Pembilang atau angka di atas menunjukkan ketika ventrikel memompa darah, sementara penyebut atau angka di bawah menunjukkan ketika ventrikel menerima darah. Ukuran tekanan darah yang normal untuk orang dewasa adalah 120/80.
C. Rangkuman
Darah di dalam tubuh kalian memiliki sistem peredaran darah yang berperan untuk mengalirkan nutrisi dan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Namun, tidak hanya menyalurkan kedua zat tersebut saja loh.
Masih banyak lagi fungsi lain yang dimiliki oleh sistem peredaran darah, agar kalian lebih memahaminya, simak penjelasan berikut!
Darah merupakan jaringan ikat yang berwujud cair dan tersusun atas dua komponen utama yaitu plasma dan elemen seluler. Plasma darah merupakan cairan ekstraseluler yang mengandung zat-zat terlarut, sedangkan elemen seluler tersusun atas sel-sel darah. Apabila darah yang terdapat di dalam tabung reaksi disentrifugasi (diputar) dengan kecepatan tertentu, sel-sel darah akan berada pada bagian dasar sedangkan plasma berada pada bagian atas.
Darah tersusun atas 55% plasma darah dan 45% sel-sel darah. Secara normal, lebih dari 99% sel-sel darah tersusun atas sel darah merah (eritrosit) dan sisanya tersusun oleh sel darah putih (leukosit) dan keping darah (trombosit).
Plasma Darah
Plasma darah tersusun atas 91,5% air (H2O) dan 8,5% zat-zat terlarut.
Zat-zat terlarut tersebut tersusun atas protein dan zat-zat lain.
Protein-protein yang terlarut dalam plasma antara lain albumin,
fibrinogen dan globulin dan yang sering disebut protein plasma.
Zat-zat lain yang terlarut dalam plasma darah antara lain sari makanan,
mineral, hormon, antibodi, dan zat sisa metabolisme (urea dan karbon
dioksida).
Sel Darah Merah (Eritrosit)
Sel darah merah berbentuk bulat pipih dengan bagian tengahnya cekung (bikonkaf).
Sel darah merah tidak memiliki inti sel. Warna merah pada sel darah
merah disebabkan adanya hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah.
Hemoglobin merupakan suatu protein yang mengandung unsur besi. Sel darah merah paling banyak terdapat dalam darah, 1 mm3 (kurang lebih sekitar satu tetes) darah terdiri atas 4-5 juta sel darah merah. Ketika dalam paru-paru, hemoglobin dalam sel darah merah mempunyai daya ikat yang tinggi terhadap oksigen, sehingga akan mengikat oksigen membentuk kompleks oksihemoglobin.
Persamaan reaksi kimianya adalah:
Ketika sel darah merah berada dalam jaringan tubuh, daya ikat hemoglobin terhadap oksigen berkurang, sehingga oksigen terlepas dari hemoglobin menuju sel-sel tubuh. Sebaliknya, saat berada dalam jaringan tubuh, daya ikat hemoglobin terhadap karbon dioksida tinggi. Karbon dioksida berikatan dengan hemoglobin membentuk karbaminohemoglobin. Persamaan reaksi kimianya adalah:
Sel darah merah yang mengandung karbaminohemoglobin selanjutnya menuju paru-paru. Di dalam paru-paru karbon dioksida dilepaskan untuk dikeluarkan dari tubuh.
Sel Darah Putih (Leukosit)
Berbeda dengan sel darah merah, sel darah putih memiliki bentuk yang
tidak tetap atau bersifat ameboid dan mempunyai inti. Jumlah sel darah
putih tidak sebanyak jumlah sel darah merah, setiap 1 mm3 darah mengandung sekitar 8.000 sel darah putih. Fungsi utama dari sel darah putih adalah melawan kuman/bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh.
Apabila di dalam darah terjadi peningkatan jumlah leukosit, maka
kemungkinan terjadi infeksi di bagian tubuh. Jika jumlah leukosit sampai
di bawah 6.000 sel per 1 mm3 darah disebut sebagai kondisi leukopenia. Jika jumlah leukosit melebihi normal (di atas 9.000 sel per 1 mm3) disebut leukositosis.
Keping Darah (Trombosit)
Bentuk trombosit beraneka ragam, yaitu bulat, oval, dan memanjang.
Trombosit tidak berinti dan bergranula. Jumlah sel pada orang dewasa
sekitar 200.000 – 500.000 sel per 1 mm3 darah. Umur dari keping darah cukup singkat, yaitu 5 sampai 9 hari.
Keping darah sangat berhubungan dengan proses mengeringnya luka, sehingga tidak heran jika ada yang menyebut keping darah dengan sel darah pembeku. Nah, pernahkah kamu berpikir bagaimana proses pembekuan darah terjadi?
Sesaat setelah bagian tubuh terluka, trombosit akan pecah karena bersentuhan dengan permukaan kasar dari pembuluh darah yang luka. Di dalam trombosit, terdapat enzim trombokinase atau tromboplastin.
Enzim tromboplastin akan mengubah protrombin (calon trombin) menjadi trombin karena pengaruh ion kalsium dan vitamin K dalam darah. Trombin akan mengubah fibrinogen (protein darah) menjadi benang-benang fibrin. Benang-benang fibrin ini akan menjaring sel-sel darah sehingga luka tertutup dan darah tidak menetes lagi.
D. Penugasan
Siswa
mengerjakan bagian “Ayo Amati Aktivitas 2.7 " Subbab A. Hal:56
E. Latihan Soal
B. terdapat pigmen merah dalam darah
2. Berdasarkan diagram proses pembekuan darah tersebut, fungsi enzim trombokinase adalah ….
A. mengubah fibrinogen menjadi fibrin
B. mengubah protombin menjadi trombin
C. mengubah fibrin menjadi fibrinogen
D. mengubah trombin menjadi protombin
3. Bagian jantung yang menerima darah kaya Oksigen dari paru-paru adalah . . . .
A. Bilik kiri
B. Serambi kiri
C. Serambi kanan
D. Bilik kanan
4. Hanan sedang mengalami demam karena flu. Pernapasannya lebih cepat dibandingkan saat dia sehat. Metabolisme di pembuluh kapiler berjalan cepat seiring pernapasannya. Bagaimana denyut jantung Hanan?
A. Cepat
B. Lambat
C. Normal
D. Semua jawaban salah
5. Di bawah ini yang merupakan gangguan pada sistem peredaran darah manusia adalah…
A. Diare
B. Asma
C. Hipertensi
D. Hipotermia


Komentar
Posting Komentar