VII. A ZAT DAN PERUBAHANNYA

 PRAKTIKUM KERAPATAN ZAT

Nama Guru                 : Anita Wulandari, S.Pd.

Mata Pelajaran            : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas                           : VII

Pertemuan                   : 16

Capaian Pembelajaran

Pada akhir fase D, peserta didik memahami proses identifikasi makhluk hidup; sistem organisasi kehidupan; interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya; upaya mitigasi perubahan iklim; pewarisan sifat; dan bioteknologi di lingkungan sekitarnya. Peserta didik juga memahami pengukuran; gerak dan gaya; tekanan dan pesawat sederhana; konsepusaha dan energi; pengaruh kalor dan perubahan suhu; gelombang; gejala kemagnetan dan kelistrikan; posisi bulan-bumi-matahari, struktur lapisan bumi, sifat fisika dan kimia tanah, dan penggunaan zat aditif dalam penyelesaian masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.Konsep-konsep tersebut memungkinkan peserta didik untuk menerapkan dan mengembangkan keterampilan inkuiri sains mereka.


Tujuan Pembelajaran

• Menyelidiki Kerapatan Cairan yang Berbeda-beda

Materi : Zat dan Pengukurannya

(Membandingkan kerapatan zat dalam percobaan.)

Langkah-langkah Pembelejaran :

1.      Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars  Al-Azhar dan Lagu Indonesia Raya pada jam ke 1)

2.      Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi

3.      Guru menyempaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan

4.      Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya

5.      Guru membagi peserta menjadi 2 kelompok ganjil dan genap

6.      Guru memberikan pembahasan peraturan ujian blok

 

Materi Yang Harus Dipelajari

A.   KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

 Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan kalian dapat:

• Peserta didik mampu menyelidiki kerapatan cairan yang berbeda-beda

B.       Uraian Materi


D. Kerapatan Zat
Apabila ada batu bata yang jatuh mengenai kaki kalian pasti terasa sakit, namun bila air, dalam
volume yang sama dengan batu bata, yang tumpah mengenai kakimu, mengapa tidak sakit? Coba
pikirkan alasannya, lalu diskusikan dengan teman sekelompok kalian.  Untuk menjawab pertanyaan di atas, kalian bisa menghubungkan kembali dengan keadaan partikelpartikel dalam zat padat dan zat cair.
Perhatikanlah Gambar 2.22 berikut ini. Perbandingan kerapatan partikel batu bata dan air.  (dihal 68)

Pada volume yang sama (besar kotak sama), maka jika kalian menghitung jumlah partikel, akan
ada lebih banyak partikel zat padat dibandingkan partikel zat cair dalam volume yang sama. Kenapa
bisa lebih banyak? Karena partikel pada zat padat lebih rapat dibandingkan dengan zat cair.
Apakah alasan kalian pada saat kegiatan apersepsi benar? Selamat kalian telah menerapkan pemahaman dengan sangat baik. Apabila alasan kalian masih salah, jangan berkecil hati karena ini bagian dari proses belajar. Kita bisa belajar dari kesalahan kita.  Secara konsep IPA, konsep yang membedakan keadaaan partikel-partikel dalam hal kerapatannya dalam suatu materi disebut sebagai kerapatan atau massa jenis. 

Massa jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya.  Walaupun emas dan es sama-sama zat padat,
namun ternyata keduanya memiliki kerapatan partikel yang berbeda. Bahkan massa jenis setiap materi
berbeda-beda, yang dapat dijadikan sebagai penanda suatu zat. Massa jenis suatu zat yang sama tetap sama, walaupun ukurannya berbeda.

1. Menentukan Massa Jenis Suatu Benda

Perhatikanlah Gambar 2.23 di bawah ini untuk membandingkan massa dari empat materi yang volum yang sama. (hal :69) Dari gambar di atas, kalian pasti sudah mengetahui mana materi yang paling rapat atau dengan kata lain, yang massa jenisnya paling tinggi, kan?  Sekarang bandingkanlah 1 kg besi dengan 1 kg kapas, manakah yang lebih berat? Banyak orang yang terkecoh dengan pertanyaan ini dan akan langsung menjawab besi, padahal jika diperhatikan dengan teliti, besi dan kapas sama-sama 1 kg. Hanya saja akan dibutuhkan banyak sekali kapas agar dapat mencapai massa 1 kg, sementara besi hanya dibutuhkan sedikit, berarti ada perbedaan volume.  Massa jenis termasuk besaran turunan. Masih ingatkah kalian apa yang dimaksud dengan besaran turunan? Kita telah mempelajarinya pada bab sebelumnya. Seperti terlihat pada paragraf  sebelumnya, massa jenis suatu benda bergantung  Dari gambar di atas, kalian pasti sudah mengetahui mana materi yang paling rapat atau dengan kata lain, yang massa jenisnya paling tinggi, kan?
 

Sekarang bandingkanlah 1 kg besi dengan 1 kg kapas, manakah yang lebih berat? Banyak orang yang
terkecoh dengan pertanyaan ini dan akan langsung menjawab besi, padahal jika diperhatikan dengan
teliti, besi dan kapas sama-sama 1 kg. Hanya saja akan dibutuhkan banyak sekali kapas agar dapat mencapai massa 1 kg, sementara besi hanya dibutuhkan sedikit, berarti ada perbedaan volume.  Massa jenis termasuk besaran turunan. Masih ingatkah kalian apa yang dimaksud dengan besaran turunan? Kita telah mempelajarinya pada bab sebelumnya. Seperti terlihat pada paragraf  sebelumnya, massa jenis suatu benda bergantung 

   Dalam melakukan praktik menentukan massa jenis di laboratorium, massa benda selalu dapat diperoleh dengan menggunakan timbangan. Adapun volume benda dapat ditentukan dengan menggunakan rumus volume yang telah kalian pelajari pada pelajaran Matematika. Akan tetapi bagaimana mengukur volume benda-benda yang tidak beraturan, seperti
batu, kayu atau bongkahan logam? Nah ada seorang ilmuwan yang sangat berjasa dalam menentukan volume benda tidak beraturan ini. Tahulah kalian cerita tentang Archimedes? Dialah penemu konsep massa jenis ini. Simaklah serunya penemuannya dalam cerita berikut.

  

KESIMPULAN

     Pada tahun 250 sebelum Masehi di kota Syracuse diperintahkan oleh seorang raja yang bernama Hiero. Raja Hiero ingin membuat suatu mahkota emas untuk dirinya. Ia sendiri yang menimbang emas murni lalu memerintahkan seorang pandai besi untuk membuatkannya mahkota yang hanya terbuat dari emas itu. Pandai besi membuat mahkota yang sangat indah dan raja Hiero mengenakan dengan penuh kepuasan. Namun ada beberapa orang di sekitar raja yang mengatakan bahwa pandai besi itu sering bersikap curang sehingga perlu dicek lagi kandungan mahkota raja tersebut apakah seluruhnya mengandung emas murni. Raja Hiero pun memanggil seorang ahli Matematika yang jenius bernama Archimedes untuk menyelidiki kandungan mahkotanya. 

       Archimedes menyanggupi permintaan raja Hiero walaupun sangat sulit. Berhari-hari ia memikirkan cara menyelidiki hal ini. Pada suatu saat, ketika mandi Archimedes mencelupkan dirinya ke bak yang penuh berisi air. Dia menyadari ada air yang tumpah keluar saat ia mencelupkan diri ke bak itu.
Ia pun menemukan bahwa jumlah air yang tumpah sama dengan volume tubuhnya yang masuk dalam air. Maka ia telah menemukan cara untuk menyelesaikan tugas dari raja. Karena sangat senang, ia pun keluar dari pemandian dan berteriak dalam bahasa Yunanu, “EUREKA! EUREKA!. Kata yang terkenal ini artinya adalah “saya telah menemukannya”.
 

     Archimedes menggunakan cara yang sederhana. Ia mengisi suatu wadah dengan air sampai penuh. Setelah tidak ada air lagi yang tumpah, ia memasukkan emas murni yang beratnya sama dengan mahkota raja ke dalam air. Air yang tumpah ia ukur volumenya. Lalu ia melakukan hal
yang sama dengan menggunakan mahkota raja. Volume air yang keluar ia bandingkan. Apabila mahkota raja mengandung emas murni maka volume ini mestinya sama. Jika tidak sama berarti ada mahkota raja tidak hanya terbuat dari emas saja. Menurut kamu bagaimana akhir cerita ini? Coba cari informasinya dari internet atau buku mengenai penemuan Archimedes. Yang pasti sampai saat ini prinsip Archimedes terus digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan pengembangan ilmu pengetahuan.
 

     Archimedes mengidentifikasi masalah, kemudian ia membuat hipotesis berdasarkan pengamatan ketika mandi. Ia lalu menguji hipotesis dengan bereksperimen. Archimedes telah menggunakan metode ilmiah untuk menyelesaikan masalah mahkota raja. Archimedes juga menggunakan pengetahuannya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Inilah inti dari semua ilmu Sains. Kalian juga bisa menjadi ilmuwan seperti Archimedes.
 

 

E.  Latihan Soal

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas IPA Kelas 7 Tahun Pelajaran 2024/2025

Tugas IPA Kelas 8 Tahun Pelajaran 2024/2025

VIII. Sistem Ekskresi / Pembuangan Tanggal 1 September 2025