IX.A PEWARISAN SIFAT PADA MAKHLUK HIDUP

                         

 Materi BAB III

Pewarisan Sifat Makhluk Hidup

( Peranan Materi Genetik dalam Penentuan Sifat )

 

Nama Guru                  : Anita Wulandari, S.Pd.

Mata Pelajaran             : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas                           :  IX

Pertemuan                    : 19

 

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:

  1.          Memahami struktur DNA dan kromosom sebagai materi genetik
  2. Memahami hukum pewarisan sifat
  3. Menjelaskan pewarisan sifat pada manusia
  4. Menjelaskan kelainan sifat menurun pada manusia
  5. Menerapkan pewarisan sifat dalam pemuliaan makhluk hidup
  6. Memahami konsep adaptasi dan seleksi alam
  7. Menyajikan hasil penelusuran informasi dari berbagai sumber terkait tentang tanaman dan hewan hasil pemuliaan

B.  Uraian Materi

         Peranan Materi Genetik dalam Penentuan Sifat 

      Setelah memahami struktur DNA, tentu kamu ingin mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana salah satu peran materi genetik yang terkait penentuan sifat bukan? Untuk lebih memahami pengaruh materi genetik terhadap ciri setiap makhluk hidup, ayo kita lakukan Aktivitas 3.1 berikut!  Berdasarkan Aktivitas 3.1, tentu kamu akan semakin memahami bahwa ciri dari orang tua diturunkan pada anaknya. 

       Kamu juga dapat melihat bahwa jika orang tua memiliki jenis cuping telinga yang melekat, maka semua anaknya juga memiliki jenis cuping telinga yang melekat. Jika salah satu dari orang tua memiliki jenis cuping telinga yang terpisah, maka semua anaknya memiliki jenis cuping telinga  yang terpisah, tetapi ada juga kejadian salah satu anaknya memiliki jenis cuping telinga yang melekat. Agar kamu dapat memahami bagaimana sebenarnya bentuk jenis cuping telinga melekat dan jenis cuping telinga yang terpisah perhatikan Gambar 3.7.

 
    Berdasarkan Gambar 3.7, kamu juga dapat melihat bahwa ketika ada  ciri jenis cuping terpisah, maka     hampir semua anaknya memiliki jenis cuping yang terpisah, sedangkan yang memiliki sifat cuping            melekat  hanya sedikit. Dalam pewarisan sifat dikenal istilah sifat dominan  dan sifat resesif. Sebagai        contoh, karakter jenis cuping yang terpisah  dapat dikatakan mampu menutupi atau mengalahkan ciri jenis cuping telinga melekat. Karakter yang mampu mengalahkan atau menutupi karakter yang lain disebut sifat dominan. 
    Karakteristik yang kalah (dalam fenomena  ini karakter cuping melekat) disebut sifat resesif.  Gen bertanggung jawab atas sifat suatu organisme. Gen dapat dilambangkan dengan huruf tertentu. Gen dominan dapat ditulis dengan huruf kapital, sedangkan gen resesif ditulis dengan huruf biasa (kecil). Karakter cuping yang terpisah dikode oleh gen G (dominan) sedangkan karakter cuping yang melekat dikode oleh gen g (resesif).  Variasi atau bentuk alternatif dari suatu gen (dalam hal ini
yaitu gen G dan gen g) disebut alela. 
    Kamu tentunya dapat melihat secara langsung ciri atau sifat yang ada pada tubuhmu atau temanmu yang merupakan perwujudan dari gen bukan? Sifat-sifat atau ciri yang dapat diamati seperti bentuk rambut, warna kulit, dan jenis cuping telinga disebut fenotipe. Fenotipe merupakan perwujudan ”ekspresi” dari gen.  Akan tetapi, perlu kamu ketahui bahwa tidak semua fenotipe dapat dengan mudah diamati secara langsung menggunakan mata. Ayo, coba sebutkan fenotipe apa saja yang sulit diamati oleh mata!  Selain morfologi makhluk hidup yang dapat diamati, fisiologi dan tingkah laku juga merupakan fenotipe. Setiap fenotipe dikendalikan oleh genotipe. Genotipe adalah keseluruhan informasi genetik dari suatu individu.         Tentu kamu tahu bahwa manusia berdasarkan jenis kelaminnya dibedakan menjadi jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Ayo, kita pikirkan, apakah ada gen atau kromosom yang berperan dalam menentukan jenis kelamin tersebut? Untuk menjawabnya ayo, kita lakukan Aktivitas 3.2. dapat dikatakan mampu menutupi atau mengalahkan ciri jenis cuping telinga melekat. Karakter yang mampu mengalahkan atau menutupi karakter yang lain disebut sifat dominan. Karakteristik yang kalah (dalam fenomena  ini karakter cuping melekat) disebut sifat resesif.  Gen bertanggung jawab atas sifat suatu organisme. Gen dapat dilambangkan dengan huruf tertentu. Gen dominan dapat ditulis dengan huruf kapital, sedangkan gen resesif ditulis dengan huruf biasa (kecil). Karakter cuping yang terpisah dikode oleh gen G (dominan) sedangkan karakter cuping yang melekat dikode oleh gen g (resesif).  Variasi atau bentuk alternatif dari suatu gen (dalam hal ini yaitu gen G dan gen g) disebut alela. 
    Kamu tentunya dapat melihat secara langsung ciri atau sifat yang ada pada tubuhmu atau temanmu yang merupakan perwujudan dari gen bukan? Sifat-sifat atau ciri yang dapat diamati seperti bentuk rambut, warna kulit, dan jenis cuping telinga disebut fenotipe. Fenotipe merupakan perwujudan ”ekspresi” dari gen.  Akan tetapi, perlu kamu ketahui bahwa tidak semua fenotipe dapat dengan mudah diamati secara langsung menggunakan mata. Ayo, coba sebutkan fenotipe apa saja yang sulit diamati oleh mata!  Selain morfologi makhluk hidup yang dapat diamati, fisiologi dan tingkah laku juga merupakan fenotipe. Setiap fenotipe dikendalikan oleh genotipe.
     Genotipe adalah keseluruhan informasi genetik dari suatu individu. Tentu kamu tahu bahwa manusia berdasarkan jenis kelaminnya dibedakan menjadi jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Ayo, kita pikirkan, apakah ada gen atau kromosom yang berperan dalam menentukan jenis kelamin tersebut? Untuk menjawabnya ayo, kita lakukan Aktivitas 3.2.


Masih ingatkah kamu bahwa sel-sel sperma ada yang mengandung  kromosom kelamin Y  dan ada yang mengandung kromosom kelamin X? Gen-gen pada kromosom kelamin Y memiliki peranan penting dalam menentukan jenis kelamin pada manusia. Pada sel ovum hanya terdapat autosom dan kromosom kelamin X saja. Jadi, ketika sel telur yang mengandung kromosom kelamin X bertemu dengan sel sperma yang mengandung kromosom kelamin X maka akan menghasilkan anak (keturunan) dengan jenis kelamin perempuan (XX).  Jika sel telur yang mengandung  kromosom kelamin  X bertemu dengan sel sperma yang mengandung kromosom kelamin Y maka akan menghasilkan anak (keturunan) dengan jenis kelamin laki-laki (XY). Keturunan dalam proses pewarisan sifat dapat disebut dengan filial (F), sedangkan orang tua atau induk disebut dengan parental (P).

C.  Rangkuman

Peranan Materi Genetik dalam Penentuan Sifat.

Pada artikel sebelumnya kamu sudah diajak untuk mengenali struktur DNA yang mengambil peran penting untuk menentukan materi genetik yang menentukan sifat generasi penerus. Ciri-ciri fisik anak dan orang tua yang bisa sama misalnya mata, hidung, atau telinga yang sama atau mirip. Dalam pewarisan sifat dikenal istilah sifat dominan dan sifat resesif, misalnya karakter cuping terpisah atau cuping telinga melekat. Sifat dominan adalah karakter yang bisa mengalahkan atau menutupi karakter yang lain, sedangkan sifat resesif adalah karakteristik yang kalah dari sifat dominan. Gen bertanggung jawab atas sifat organisme yang dilambangkan dengan huruf tertentu, gen dominan bisa ditulis dengan huruf kapital. 

Sedangkan gen resesif ditulis dengan huruf biasa atau huruf kecil, lalu variasi atau bentuk alternatif dari suatu gen disebut dengan istilah alela. Sifat-sifat atau ciri yang bisa diamati seperti bentuk rambut, warna kulit, dan jenis cuping teling yang disebut dengan fenotipe atau ekspresi dari gen. Namun, enggak semua fenotipe bisa mudah diamati secara langsung dengan mata manusia. Selain morfologi makhluk hidup yang bisa diamati, fisiologi dan tingkah laku berupa fenotipe, tiap fenotipe dikendalikan oleh genotipe. Genotipe bisa menjadi keseluruhan informasi genetik dari suatu individu. Misalnya pada manusia dibagi menjadi dua jenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Kromosom Laki-Laki dan Perempuan

Susunan kromosom pada sel-sel yang sudah diurutkan berdasarkan ukuran dan bentuknya disebut dengan kariotipe. Susunan kromosom pada sel penyusun tubuh berbeda dengan susunan kromosom pada sel kelamin (sel telur atau ovum dan sel sperma). Kromosom pada sel tubuh susunannya berpasangan yang disebut dengan diploid. Sedangkan susunan kromosom pada sel kelamin yang enggak berpasangan disebut dengan haploid. Kondisi diploid ditulis dengan simbol 2n dan keadaan haploid ditulis dengan simbol n. Sehingga kromosom sel kelamin jumlahnya setengah dari kromosom sel tubuh. Jumlah kromosom sel tubuh manusia sebanyak 23 pasang, pada kondisi diploid atau 2n, jumlahnya kromosomnya 23 x 2 = 46 buah kromosom. Kromosom nomor 1 sampai 22 disebut dengan autosom (kromosom tubuh), sedangkan kromosom nomor 23 yang disebut gonosom (kromosom kelamin).

 D.   Penugasan

Siswa mengerjakan bagian Aktivitas 3.1 Mengidentifikasi Sifat-Sifat Anggota Keluarga Hal:125

    Apa yang harus kamu lakukan?
1. Buatlah kelompok dengan anggota empat orang.
2. Perhatikanlah foto anggota keluargamu masing-masing.
3. Tulislah pada tabel yang disediakan ciri apa saja yang dapat
kamu temukan pada anggota keluargamu.
4. Kamu boleh bertanya kepada orang tuamu untuk melengkapi
data yang kamu perlukan.
5. Selanjutnya kamu dapat bertanya kepada anggota dalam
kelompokmu mengenai ciri keluarganya sesuai dengan
pertanyaan yang tersedia


E.   Latihan Soal

1. Di bawah ini kromosom yang menjadi penentu sifat selain dari jenis kelamin dinamakan …

A. Gonosom

B. Haploid

C. Autosom

D. Kromosom tubuh

 

2. Dibawah ini yang merupakan jenis kromosom yang menjadi penentu jenis kelamin suatu individu dinamakan dengan …

A. Aster

B. Autosom

C. Haploid

D. Gonosom

 

3. Buah dengan rasa yang manis serta warna ungu adalah dua contoh pewarisan sifat …

A.Persilangan

B. Genotype

C. Mutasi

D. Fenotipe

 

4. Gen menempati ruang-ruang tertentu di dalam kromosom. Ruang-ruang tersebut dinamakan …

A. Alel

B. Lokus

C. Aster

D. Sentromer

 

5. Dibawah ini yang merupakan suatu faktor pembawa sifat yang diwariskan dari induk terhadap keturunannya ialah …

A. Gen

B. Nukleus

C. Lokus

D. Alel

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas IPA Kelas 7 Tahun Pelajaran 2024/2025

Tugas IPA Kelas 8 Tahun Pelajaran 2024/2025

VIII. Sistem Ekskresi / Pembuangan Tanggal 1 September 2025