VII A. Wujud Zat dan Model Partikel
Materi BAB 1 Zat dan Perubahannya
(Wujud Zat dan Model Partikel)
Nama Guru : Anita Wulandari, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas : VII
Pertemuan : 8
Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase D, peserta didik memahami proses identifikasi makhluk hidup; sistem organisasi kehidupan; interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya; upaya mitigasi perubahan iklim; pewarisan sifat; dan bioteknologi di lingkungan sekitarnya. Peserta didik juga memahami pengukuran; gerak dan gaya; tekanan dan pesawat sederhana; konsepusaha dan energi; pengaruh kalor dan perubahan suhu; gelombang; gejala kemagnetan dan kelistrikan; posisi bulan-bumi-matahari, struktur lapisan bumi, sifat fisika dan kimia tanah, dan penggunaan zat aditif dalam penyelesaian masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.Konsep-konsep tersebut memungkinkan peserta didik untuk menerapkan dan mengembangkan keterampilan inkuiri sains mereka.
Elemen Pembelajaran IPA Terpadu
Tujuan Pembelajaran
• Menjelaskan perbedaan keadaan partikel dalam zat padat, cair dan gas.
• Mendeskripsikan peristiwa difusi dalam zat cair dan gas dalam keseharian.
Materi : Pengambilan Nilai Materi BAB II Zat dan Perubahannya
(Wujud Zat dan Model Partikel)
Langkah-langkah Pembelejaran :
1. Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al-Azhar dan Lagu Indonesia Raya pada jam ke 1)
2. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi
3. Guru menyempaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan
4. Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya
5. Guru membagi peserta menjadi 2 kelompok ganjil dan genap
6. Guru memberikan pembahasan peraturan ujian blok
Materi Yang Harus Dipelajari
A. KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan kalian dapat:
• Peserta didik mampu menjelaskan perbedaan keadaan partikel dalam zat padat, cair dan gas.
• Peserta didik mampu mendeskripsikan peristiwa difusi dalam zat cair dan gas dalam
keseharian.
B. Uraian Materi
Bab mengenai Zat dan Perubahannya menjadi dasar pembelajaran Sains. Pelajar akan mempelajari pergerakan partikel sebagai penyusun zat yang akan menjelaskan perbedaan sifat-sifat zat dalam tiga wujud yang berbeda. Mempelajari partikel di awal pembelajaran Sains sangat penting untuk menjelaskan perilaku berbagai materi/ zat pada bab-bab selanjutnya. Selanjutnya juga dibahas tentang perubahan wujud zat akibat adanya energi panas yang diberikan atau dilepaskan dari materi tersebut.
Selain mempelajari wujud zat dan perubahannya, dalam bab ini juga dibahas perubahan isika dan kimia, termasuk di dalamnya perubahan wujud zat sebagai bagian dari perubahan isika. Bagian akhir dari bab ini membahas mengenai konsep kerapatan dan aplikasinya pada berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan.
A. Wujud Zat dan Model
Partikel Amatilah gambar beberapa benda yang sering kita temukan dalam keseharian kita di bawah ini (Gambar 2.1). Kelompokkanlah benda-benda tersebut. Bandingkanlah pengelompokan yang kalian buat dengan teman kalian.
Apa dasar yang kalian gunakan untuk pengelompokan benda-benda pada Gambar 2.1 di
atas? Masih ingatkah kalian mengenai penggolongan benda menjadi benda padat, cair, gas saat kalian di SD? Pembagian benda tersebut adalah berdasarkan wujudnya. Di tingkatan SMP, semua benda kita kenal sebagai materi. Apa itu materi? Mari lakukan kegiatan Aktivitas 2.1 berikut untuk mengetahuinya.
Setelah mengetahui apa itu materi, kita akan gunakan istilah materi untuk menunjukkan bendabenda. Menurut wujudnya, materi dibedakan atas zat padat, zat cair dan gas. Kalian telah mempelajari topik ini saat SD. Pasti kalian masih ingat keunikan air karena kita dapat melihat dalam tiga wujud yang berbeda, yaitu es sebagai zat padat, air sebagai zat cair dan uap air sebagai wujud gas. Apakah kalian juga ingat apa saja sifat-sifat zat menurut wujudnya? Bersama dengan teman-teman kalian dalam kelompok yang ditetapkan oleh guru
kalian, lakukanlah percobaan berikut (Aktivitas 2.2) di laboratorium IPA untuk mencari tahu.
Jangan lupa menaati peraturan di laboratorium yang telah kita pelajari pada bab sebelumnya.
Kalian telah mengetahui sifat-sifat zat padat, zat cair dan gas dari percobaan. Namun tahukah kalian mengapa zat padat umumnya keras, sulit berubah bentuk dan tidak mudah ditekan? Atau mengapa zat cair dapat berubah bentuk sesuai wadahnya? Dan mengapa gas adalah materi yang paling mudah ditekan?
Perbedaan sifat antara tiga wujud zat ini dapat dijelaskan melalui model partikel. Model biasanya digunakan oleh ilmuwan untuk menjelaskan mengenai sesuatu yang sangat kecil, yang tidak dapat dilihat agar dapat dipahami cara kerjanya. Sementara partikel adalah bagian terkecil yang ada dalam materi. Partikel-partikel yang ada dalam materi ini, selalu bergerak dan ada tarikan antara partikel yang satu dengan partikel lainnya. Nah, ternyata keadaan
partikel-partikel dalam zat padat, zat cair dan gas berbeda-beda. Lakukanlah Aktivitas 2.3 di bawah ini untuk menirukan model keadaan partikel pada ketiga wujud zat yang berbeda-beda.
Aroma kopi, aroma masakan, parfum dan bau-bauan lainnya, dibawa oleh udara, yang
merupakan partikel gas untuk sampai pada indera penciuman kalian. Ingatlah bahwa partikel gas bergerak secara acak, dapat bertabrakan (atau bertumbukan) dan sangat cepat sehingga baubau tersebut dapat kalian rasakan walaupun jarak kalian cukup jauh dengan sumber bau. Proses ini disebut difusi.
Difusi adalah pergerakan partikel dari daerah yang partikelnya lebih banyak ke tempat yang lebih sedikit sampai keadaaannya seimbang. Ketika partikel saling bertumbukan maka bau menjadi menyebar karena bercampur dengan partikel lainnya. Difusi juga terjadi pada zat cair karena partikel-partikel dalam zat cair dapat bergerak.
C. Rangkuman
Mari kita melihat kembali, bagaimana tahapan dalam merancang suatu percobaan.
Makhluk dengan Indera Pencium Paling Tajam Kalian mungkin sudah mengetahui bahwa anjing sering dilatih oleh polisi untuk membantu menemukan obat-obatan terlarang atau seorang buronan. Anjing-anjing pelacak ini disebut K9. Hal ini karena anjing memiliki sel
penciuman yang banyaknya ribuan kali manusia. Sementara manusia memiliki 5 juta sel reseptor indera pembau, anjing memiliki 220 juta sel reseptor penciuman. Namun anjing bukan binatang yang memiliki indera penciuman paling tajam. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa gajah Afrika adalah makhluk dengan gen penciuman terbanyak, yaitu 2000 gen. Bandingkan dengan manusia yang memiliki 350 gen dan anjing 1100 gen. Namun dapatkah kalian membayangkan polisi menuntun gajah untuk melacak obat-obatan
terlarang atau buronan suatu kejahatan?.
D. Penugasan
Siswa mengerjakan bagian “Ayo Lakukan Aktivitas 2.3" Subbab A. Hal: 49
Kalian dan teman kalian akan menjadi model partikel dalam zat padat, cair
dan gas.
1. Zat Padat
Sebanyak enam siswa perempuan akan menirukan partikel dalam zat padat. Kalian (semua anak perempuan) membentuk tiga baris dan berdiri sangat rapat, tidak ada jarak satu dengan yang lain. Namun ingatlah bahwa partikel selalu bergerak. Karena tidak ada ruang untuk bergerak, maka partikel dalam zat padat hanya bergetar. Jadi kalian harus menggetarkan tubuh kalian. Dengan mempertahankan jarak yang sangat dekat ini, cobalah bergerak. Agak sulit bukan? Apakah kalian dapat menghubungkan keadaan partikel dalam zat padat dengan sifat zat padat yang sulit berubah bentuk dan tidak bisa ditekan?
2. Zat Cair
Guru kalian akan memilih siswa-siswa untuk menirukan partikel dalam zat cair dengan cara membentuk tiga barisan yang teratur dengan ada sedikit jarak antara siswa. Kalian dapat melakukan lencang depan untuk mengatur jarak ini. Lalu berpasanganlah dan berpegang Gambar 2.4 Ilustrasi partikel zat cair. satu tangan. Sekarang bergeraklah dengan terus mempertahankan jarak yang sama satu sama lain. Kemudian tetaplah bergerak untuk membuat satu barisan panjang. Lalu kembali bentuk barisan seperti semula. Dapatkan kalian bergerak?
Nah, keadaan ini menunjukkan partikel-partikel dalam zat cair memiliki jarak sehingga partikel-partikel ini dapat bergerak. Sehingga cairan memiliki volume yang tetap, bisa mengalir dan berubah bentuk sesuai wadahnya.
3. Gas
Sebanyak enam siswa laki-laki dapat menjadi partikel dalam gas. Berdirilah berjauhan satu sama lain, kira-kira berjarak 1 meter. Lalu bergeraklah dengan bebas secara cepat ke segala arah. Hati-hatilah agar tidak bertubrukan dengan teman kalian. Partikel-partikel dalam gas memiliki jarak yang sangat jauh sehingga sangat mudah bergerak. Juga dapat kalian perhatikan bahwa volume gas dapat berubah-ubah, demikian pula bentuknya. Sekarang kalian dapat memberikan alasan mengapa gas paling mudah ditekan, bukan?
E. Latihan Soal
1. Jelaskanlah peristiwa-peristiwa di bawah ini dari segi keadaan partikelpartikelnya.
a.Kalian tidak dapat menghancurkan baja dengan tangan kalian.
b. Susu dapat mengalir dan mengikuti bentuk gelas atau cangkir atau
termos.
c. Kalian dapat merasakan hembusan angin di wajah kalian.
2. Apakah difusi terjadi lebih cepat dalam cairan atau gas? Jelaskan.
3. Apabila gula pasir dipindahkan dari satu wadah ke wadah yang lain,
apa yang terjadi? Apakah gula pasir termasuk zat padat atau zat cair?
Jelaskan alasan kalian.
4. Bayangkanlah kalian dan teman-teman kalian adalah partikel air. Buatlah
cerita tentang diri kalian, mulailah dengan wujud air sebagai zat padat
atau es, uraikanlah perubahan yang terjadi pada diri kalian saat kalian
berubah menjadi cair dan kemudian kalian berubah wujud menjadi gas.
5. Ketika Dewi baru pulang sekolah dan hendak memasuki rumahnya,
ia sudah dapat merasakan wangi melati padahal sumber pengharum
ruangan tersebut diletakkan di ruangan keluarga, yang berada di bagian
belakang rumah. Jelaskan mengapa hal ini bisa terjadi.
6. Buatlah model partikel dengan menggunakan barang-barang bekas
pakai yang ada di sekitar kalian. Model kalian memiliki tiga lapisan,
yaitu padat pada lapisan paling bawah, di tengah adalah lapisan partikel
zat cair dan bagian paling atas adalah partikel-partikel dalam gas.
Komentar
Posting Komentar