Tugas IPA Kelas VII dan VIII

TUGAS TERSTRUKTUR 

MATA PELAJARAN 

ILMU PENGETAHUAN ALAM

KELAS VII & VIII

 

Kelas VII 

Tata Surya

Tujuan Pembelajaran :

Membandingkan planet-planet yang berada dalam sistem tata surya berdasarkanciri
planet, satelit dan kekhasan setiap planet.
Mendeskripsikan posisi relatif bumi, bulan dan matahari pada fenomena gerhana.
Menjelaskan peranan matahari dalam kehidupan.
Mendeskripsikan struktur lapisan bumi.

Kata Kunci :

- benda langit 
- satelit
 - posisi relatif
- bumi
- matahari
- tata surya
- lapisan bumi
- fenomena alam di bumi

Matahari adalah pusat dari tata surya, sehingga semua benda langit yang merupakan
bagian dari tata surya bergerak mengelilingi matahari pada orbit dan periode masing-
masing. Anggota tata surya antara lain yaitu planet, komet, asteroid, dan meteoroid
seperti yang nampak pada gambar berikut ini. Agar dapat memahami tata surya secara menyeluruh, peserta didik sebaiknya
mengetahui dan mengetahui anggota-anggota tata surya tesebut. Dengan mempelajari
tata surya, peserta didik dapat memperkirakan perubahan musim, membantu
penanggalan, dan membantu penemuan beberapa unsur kimia.

Bumi adalah planet dan merupakan bagian dari tata surya. Teori bahwa bumi adalah
pusat dari tata surya disebut dengan teori geosentris. Bumi memiliki beberapa satelit
buatan yang diluncurkan beberapa negara. Satelit ini memiliki fungsi masing-masing
antara lain satelit komunikasi, satelit navigasi, satelit pemantau cuaca, dan satelit militer.

Matahari adalah sebuah bintang. Namun, matahari jauh lebih bersinar daripada
bintang yang kita lihat di malam hari karena jaraknya ke bumi jauh lebih dekat daripada
bintang-bintang di langit. Matahari dikatakan sebagai sebuah bintang karena dapat
menghasilkan cahaya sendiri.

Gerhana matahari terjadi jika posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari.
Gerhana matahari hanya terjadi pada saat bulan baru. Karena bayangan yang dibentuk
oleh bulan hanya kecil, maka sebagian kecil saja wilayahdi bumi yang mengalami gerhana
matahari. Oleh sebab itu, ada tiga macam gerhana matahari, yaitu gerhana matahari total,
gerhana matahari parsial, dan gerhana matahari cincin.

Sistem tata surya telah menempatkan matahari sebagai pusat orbit. Banyak benda luar angkasa mengitarinya sebagai salah satu efek dari kuatnya gravitasi matahari. Bagi penduduk Bumi, matahari turut menjadi sumber kehidupan bagi makhluk hidup di dalamnya.
 


 

Susunan Tata Surya

Tata surya merupakan susunan benda langit yang meliputi matahari, planet-planet, komet, hingga asteroid. Matahari adalah pusat tata surya dan benda-benda langit lainnya bergerak mengelilingi matahari.

Planet merupakan benda langit yang tidak bisa memancarkan cahaya sendiri. Hanya saja, planet bisa memantulkan cahaya yang diperoleh dari bintang. Dalam sistem tata surya, pantulan cahaya dari planet didapat dari pancaran sinar matahari.

Sementara itu, saat ini ditemukan dalam siste tata surya terdapat memiliki 9 planet yang mengelilingi matahari. Nama-nama planet tersebut dari jarak terdekat dengan matahari, terdiri atas:

1. Merkurius

2. Venus

3. Bumi

4. Mars

5. Jupiter

6. Saturnus

7. Uranus

8. Neptunus

9. Pluto

Dari deretan planet ini, planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars disebut planet dalam. Planet dalam adalah planet yang orbitnya dekat matahari.

Sisanya, disebut planet luar, karena mempunyai orbit jauh dari matahari. Planet luar meliputi Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. 

Rotasi dan Revolusi Bumi

Semua benda planet yang mengorbit pusat tata surya, akan bergerak mengelilingi matahari. Bumi termasuk planet yang melakukan hal tersebut. Di samping mengelilingi matahari, Bumi juga turut memutarkan dirinya sendiri, aktivitas Bumi mengelilingi matahari disebut dengan revolusi Bumi. Satu kali periode revolusi Bumi diperlukan waktu sekira 365 1/4 hari atau satu tahun. Hal ini pula yang menjadi dasar dalam penanggalan masehi.

Revolusi Bumi memiliki dampak pada kehidupan di dalamnya. Di antaranya yaitu terjadinya gerak semu tahunan dari matahari, perbedaan lama siang dan malam, lalu adanya pergantian musim.

Di sisi lain, saat Bumi bergerak pada porosnya maka dinamakan dengan rotasi Bumi. Sekali periode berotasi diperlukan waktu 24 jam atau 1 hari. Dampak langsung rotasi Bumi adalah pergantian siang dan malam.

Poros atau sumbu merupakan garis khayal yang menjadi tempat Bumi berputar. Kemiringan Bumi diperkirakan mencapai 23,5 derajat. Gerakan Bumi berotasi menuju arah berlawanan dengan jarum jam.

untuk memahami lebih lanjut materi hari ini silahkan simak video pembelajaran berikut ini:

Selanjutnyaa kalian diminta kerjakan soal essay dibawah ini ditulis dibuku latihan IPA kemudian fotokan hasil tugas kalian dan kumpulkan ke grup whatsapp  terimakasihh😍 SEMANGAAT✊

 1. Pusat tata surya adalah ....

2. Benda langit yang mengeliling matahari adalah ....

3. Planet yang letaknya paling jauh dari matahari adalah ....

4. Benda langit yang terlihat berkelip memancarkan cahaya pada malam hari adalah…

5. Planet yang memiliki ukuran paling besar adalah ....

6. Berikut ini adalah planet-planet yang termasuk anggota planet dalam adalah ....

7. Peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah..

8. Di Bulan tidak ada atmosfer sehingga menyebabkan hal-hal berikut, kecuali..

9. Satelit planet kita dinamakan . . . .

10. Revolusi bumi merupakan perputaran Bumi mengelilingi Matahari. Akibat dari terjadinya revolusi Bumi adalah ….

 

Kelas VIII

Getaran, Gelombang, dan Cahaya

Definisi Getaran 

Secara sederhana, getaran adalah pergerakan bolak-balik suatu benda secara stabil dan tetap.Kalau kamu pernah melihat bandul jam dinding yang bergerak bolak-balik dari kanan ke kiri, berarti kamu sudah memahami getaran. Bandul di jam yang bergerak bolak-balik itu merupakan salah satu contoh getaran.

Definisi Gelombang

Secara sederhana, gelombang merupakan getaran yang merambat dan menghasilkan energi.Sama dengan getaran, gelombang juga bergerak dari satu arah ke arah lain. Bedanya, gelombang tidak bergerak bolak-balik dan gelombang menghasilkan energi.

Pernahkah kamu melempar batu ke dalam kolam air? Kamu bisa melihat bahwa batu yang dilemparkan membuat riak pada air kan?Nah, riak tersebut dikenal juga sebagai gelombang. Bedanya dengan getaran, riak tersebut tidak bergerak bolak balik secara stabil kan? Sebaliknya, riak itu malah bergerak di teratur sebelum akhirnya air tenang kembali. Itulah contoh dari gelombang.

Istilah Dalam Getaran

Yang pertama, ada istilah simpangan. Simpangan merupakan jarak antara titik keseimbangan dan benda yang bergerak.

Contohnya seperti gambar di bawah. Jarak antara A dan B kemudian A dan C adalah simpangan

Materi Getaran dan Gelombang Kelas 8 

Istilah selanjutnya dalam materi getaran dan gelombang kelas 8 adalah amplitudo. Amplitudo merupakan simpangan yang paling jauh dari titik keseimbangan.

Jika kita menggunakan contoh di atas, maka amplitudo untuk bandul tersebut adalah titik B dan C. Jika masih ada titik D atau E, maka kedua itulah yang menjadi amplitudo-nya.

Dan istilah yang terakhir adalah frekuensi.Frekuensi adalah total getaran dari suatu benda dalam hitungan per sekon (detik) atau hertz.

Selain frekuensi, ada juga periode yang merupakan waktu bagi getaran tersebut untuk terjadi.

Istilah Dalam Gelombang

Beberapa istilah dalam gelombang sama dengan getaran, seperti simpangan, amplitudo, frekuensi dan periode. Tapi, dalam gelombang ada juga istilah panjang gelombang dan cepat rambat gelombang. Untuk panjang gelombang biasanya menggunakan satuan meter, sementara untuk cepat rambat gelombang menggunakan satuan waktu.

Jenis-jenis Gelombang

Jenis-jenis gelombang tersebut dibedakan berdasarkan media rambat dan arah rambatnya.
1. Gelombang Mekanik
Yang pertama, ada gelombang mekanik yang merupakan jenis gelombang berdasarkan media rambatnya. Gelombang ini membutuhkan medium untuk perambatannya, seperti zat padat, cair, gas, udara, dan sebagainya. Contoh gelombang jenis ini adalah gelombang suara yang dihasilkan oleh alat-alat musik, dan suara derum kendaraan bermotor.
 
2. Gelombang Elektromagnetik
Selanjutnya, ada gelombang elektromagnetik yang termasuk dalam jenis gelombang berdasarkan media rambatnya. Jenis ini berkebalikan dengan jenis yang pertama. Jadi, gelombang jenis ini tidak membutuhkan medium untuk perambatannya. Contoh gelombang jenis ini adalah cahaya matahari yang menyinari bumi, cahaya dari lampu sorot, dan gelombang radiasi.
 
3. Gelombang Longitudinal
Yang ketiga, ada jenis gelombang longitudinal yang termasuk dalam jenis gelombang berdasarkan arah rambatnya. Arah rambat gelombang ini adalah sejajar atau berimpit. Regangan dan rapatannya masing-masing berjumlah satu. Contoh gelombang ini adalah gelombang suara di udara.
 
4. Gelombang Transversal
Dan yang terakhir dari jenis gelombang berdasarkan arah rambatnya adalah gelombang transversal.Arah rambat gelombang ini adalah tegak lurus. Contohnya seperti tali yang bergoyang dari atas ke bawah, atau senar gitar yang dipetik.

Sifat Gelombang

Hal yang membedakan getaran dengan gelombang selanjutnya adalah sifat-sifat yang dimiliki oleh gelombang.

1. Refleksi

Sifat gelombang yang pertama adalah refleksi, alias dapat dipantulkan. Nah, pantulan yang dihasilkan oleh gelombang ini terbagi dua, yaitu:

Pantulan ujung tetap yang getaran rambatnya akan dipantulkan saat mencapai ujung medium. Jadi, pulse (pulsa) gelombang berubah saat dipantulkan kembali.

Pantulan ujung bebas yang tidak ada perubahan pulse saat terjadi pantulan gelombang.

2. Superposisi

Sifat gelombang yang kedua adalah superposisi, atau dapat dipadukan. Maksudnya adalah, suatu gelombang dapat terdiri dari dua atau lebih gelombang yang pada akhirnya menghasilkan amplitudo yang besar atau kecil.

3. Refraksi

Selanjutnya adalah sifat refraksi, alias dapat dibiaskan. Contohnya seperti ombak di laut. Ketika terjadi pembiasan, ombak yang memecah pantai akan melambat tapi kemudian berbalik dan semakin tinggi saat di tengah laut.

4. Gelombang dapat dilenturkan (Difraksi)

Dan sifat gelombang yang terakhir adalah difraksi atau dapat dilenturkan. Jadi, gelombang dapat melewati atau berbelok ketika mencapai penghalang. Setelah itu, gelombang bisa berbalik kembali dan menjadi seperti semula.

Rumus Getaran
 
1. Rumus Frekuensi Getaran
Untuk mengetahui frekuensi getaran, rumus yang digunakan adalah:

f = n/t

Dengan keterangan sebagai berikut:

  • f = frekuensi (Hertz)
  • n = jumlah getaran
  • t = selang waktu (detik)
2. Rumus Periode Getaran
Untuk mengetahui periode getaran, rumus yang digunakan adalah:

T = t/n

Dengan keterangan sebagai berikut:

  • T = periode (detik)
  • n = jumlah getaran
  • t = selang waktu (detik)
3. Rumus Hubungan Periode dengan Frekuensi
Dan yang terakhir, untuk mengetahui hubungan periode dengan frekuensi getaran, rumus yang digunakan adalah:

f = 1/T

Dengan keterangan sebagai berikut:

  • f = frekuensi (Hertz)
  • T = periode (detik)

Rumus Gelombang

Untuk mengetahui cepat rambat gelombang, maka rumus yang bisa kamu gunakan adalah:

v = λ/T

Kamu bisa juga menggunakan rumus seperti ini:

v = λ x f

Dan rumus ini juga:

v = s/t

Dengan keterangan sebagai berikut:

  • v = cepat rambat gelombang (m/s2)
  • λ = panjang gelombang (meter)
  • f = frekuensi (Hertz)
  • s = jarak (meter)
  • t = waktu (detik)

Untuk memahami lebih lanjut materi hari ini silahkan simak video pembelajaran berikut ini:

Selanjutnyaa kalian diminta kerjakan soal essay dibawah ini ditulis dibuku latihan IPA kemudian fotokan hasil tugas kalian dan kumpulkan ke grup whatsapp  terimakasihh😍 SEMANGAAT✊

1. Dalam dua menit terjadi 960 getaran pada suatu partikel. Tentukan

a) periode getaran

b) frekuensi getaran


2. Periode suatu getaran adalah 12 detik. Tentukan

a) frekuensi getaran

b) jumlah getaran dalam 5 menit


3. Suatu sumbu getar memancarkan gelombang dengan cepat rambat 340 ms, jika frekuensi gelombang tersebut 85 Hz, maka panjang gelombang tersebut adalah....

A.1/4 meter

B.4 meter 

C.255 meter 

D.425 meter

4. Perhatikan gambar berikut

 Tentukan:

a) berapa jumlah gelombang pada gambar di atas


 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas IPA Kelas 7 Tahun Pelajaran 2024/2025

Tugas IPA Kelas 8 Tahun Pelajaran 2024/2025

VIII. Sistem Ekskresi / Pembuangan Tanggal 1 September 2025