Pertemuan tanggal 6 November 2023 Materi kelas IX (Semester I) Bab 4 Listrik Statis dalam Kehidupan Sehari-hari

 Pertemuan tanggal 30 Oktober 2023 Materi kelas IX (Semester I) Bab 4

 

Judul                                                  : Listrik Statis dalam Kehidupan Sehari-hari

MATA PELAJARAN                      : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

KELAS                                              : IX

GURU MATA PELAJARAN         : Anita Wulandari, S.Pd

WAKTU PEMBELAJARAN          : 30 Oktober 2023

Subbab                                               : Penerapan Listrik Statis dalam Kehidupan Sehari-hari

 

Kompetensi Inti (KI) Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan 

rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

 

Kompetensi Dasar (KD) Menjelaskan konsep listrik statis dan gejalanya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kelistrikan pada sistem saraf dan hewan yang mengandung listrik.

 

Tujuan :

1. Menjelaskan fungsi saraf.

2. Menyebutkan komponen-komponen sistem saraf

3. Menjelaskan bagian-bagian saraf dan fungsinya 

4. Membedakan jenis saraf berdasarkan struktur dan fungsinya.

5. Membedakan jalannya penghantaran impuls pada gerak sadar dan tidak sadar.

 

Materi

Kalian pasti bertanya-tanya, bagaimana caranya saraf kita ini bisa menghantarkan impuls listrik? Atau bagian saraf mana yang akan saling tarik-menarik atau tolak menolak? Okey, Miss akan jelasin pelan-pelan ya biar kalian paham.

Sama seperti arus listrik pada umumnya, muatan yang ada pada sistem saraf baik itu berada pada bagian luar atau dalam sel tentu tidak bisa bergerak sendiri, harus ada rangsangan yang berasal dari neutrotransmitter. Bagian saraf yang mempunyai peran paling penting dalam proses kelistrikan ini adalah sel saraf atau neuron. Sel neuron ini terbentuk karena adanya suatu stimulus atau rangsangan dan mempunyai fungsi menghantarkan impuls listrik.

Perlu kamu ketahui, salah satu dari peristiwa fisiologi yang menggunakan gejala kelistrikan pada sel saraf dalam tubuh adalah proses menghantarkan impuls saraf. Selain neuron, ada beberapa sel saraf lain yang juga membantu proses kelistrikan ini.

 

Struktur dan Fungsi Penyusun Sel Saraf

Sebelum masuk ke pembahasan proses kelistrikan pada sistem saraf, kamu harus mengetahui struktur dari sel saraf atau neuron terlebih dahulu, yaitu:

 

1. Badan sel saraf → tempat terdapatnya inti sel (nukleus) dan sitoplasma.

2. Dendrit → juluran pendek sitoplasma, berfungsi untuk menyalurkan rangsang (impuls) dari akson neuron lain menuju badan sel saraf.

3. Akson (neurit) → juluran panjang sitoplasma, berfungsi untuk menyalurkan impuls dari badan sel saraf ke neuron lainnya.

4. Neurofibril → benang-benang halus di dalam akson.

5. Selubung mielin → pembungkus neurofibril.

6. Sel Schwann → sel-sel yang dibungkus oleh selubung mielin, berfungsi untuk mempercepat jalannya impuls, menutrisi akson, dan membantu regenerasi akson.

7. Nodus Ranvier → bagian dari akson yang tidak dilindungi oleh selubung mielin, berfungsi untuk mempercepat jalannya impuls.

8. Sinapsis → pertemuan antara ujung akson neuron pertama dengan dendrit neuron kedua

 

Tipe-tipe Neuron

Secara umum, neuron terbagi menjadi tiga tipe berdasarkan fungsinya, yaitu:

1. Neuron sensorik (aferen) → berfungsi menghantarkan impuls dari reseptor (alat indera) ke saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang).

2. Neuron motorik (eferen) → berfungsi menghantarkan impuls dari saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) ke efektor (otot).

Neuron konektor (interneuron) → berfungsi menghubungkan neusensorik dan neuron motorik.

 

Proses Kelistrikan pada Sel Saraf

Setiap tubuh manusia mengandung ion positif (Ca2+ dan Na+) dan ion negatif (Cl–). Ketika sel saraf atau neuron tidak sedang menghantarkan impuls, maka muatan positif dari Na+ akan melingkupi bagian paling luar dari memban sel. Hal ini akan membuat membran sel saraf bagian luar menjadi bermuatan listrik positif, sedangkan membran sel dalam bermuatan negatif (Cl–).

Ketika neurotransmitter terlepas dari sel saraf yang lain, maka kelistrikan pada sel saraf yang mana impuls atau rangsangan akan lanjut pada sel saraf yang selanjutnya. Kemudian, neurotransmitter akan mengakibatkan muatan listrik positif Na+ untuk masuk ke sel saraf. Selanjutnya, muatan ion positif Na+ akan masuk ke sel saraf melalui membran sel. Rangsangan listrik akan mengalir menuju ke ujung paling akhir dari sel saraf. Kemudian, ketika rangsangan sudah mencapai ujung sel saraf tersebut, neurotransmitter akan terlepas kembali ke sel saraf yang lain atau menuju ke sel saraf tujuan.

 

Sistem Saraf Manusia

Perlu kamu ketahui, sistem saraf manusia terbagi menjadi dua bagian yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Berikut penjelasannya:

1. Sistem Saraf Pusat → Sebagai pusat koordinasi yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang.

2. Sistem Saraf Tepi → Berfungsi sebagai penghubung antara saraf pusat dengan organ-organ tubuh. Pada saraf tepi ini terdiri dari sistem saraf somatik (sadar) dan otonom (tidak sadar).

 

Gerak Sadar dan Gerak Refleks

Terdapat dua gerakan yang dihasilkan sistem saraf manusia, yaitu:

1. Gerak sadar

Gerakan yang dilakukan secara sadar. Misalnya gerakan berjalan, berlari, mengambil benda yang jatuh.

Skema gerak sadar: reseptor → saraf sensorik → otak → saraf motorik → efektor

 

2. Gerak refleks

Gerakan spontan (tanpa disadari) yang dilakukan karena adanya impuls yang menimbulkan efek kejutan pada reseptor. Misalnya gerakan spontan menjauhkan tangan ketika terkena api.

Skema gerak refleks: reseptor → saraf sensorik → sumsum tulang belakang → saraf motorik → efektor

 

Tubuh kita dapat menunjukkan adanya gejala kelistrikan, khususnya pada saraf yang disebabkan adanya impuls (sinyal pada sel saraf). Tahukah kamu mengapa kita dapat merasakan sakit ketika dicubit? Ternyata, rasa sakit tersebut muncul karena kulit kita menerima rangsangan berupa cubitan. Rangsangan ini selanjutnya diubah oleh sel saraf dalam kulit menjadi impuls. Kajian yang khusus mempelajari tentang aliran impuls pada tubuh manusia disebut biolistrik 

Tegangan (beda potensial) pada tubuh berbeda dengan yang kita bayangkan seperti listrik rumah tangga. Kelistrikan pada tubuh hanya berkaitan dengan komposisi ion yang terdapat dalam tubuh, bukan listrik yang mengalir seperti pada kabel listrik di rumah-rumah. 

Sel saraf menghantarkan impuls karena terjadi pertukaran ion-ion di dalam dan di luar membran sel saraf. Pertukaran ion tersebut tidak dapat terjadi begitu saja tanpa adanya rangsangan. Rangsangan yang cukup kuat dapat mengaktifkan pompa ion, sehingga menyebabkan terjadinya pertukaran ion. Saat sel saraf tidak menghantarkan impuls, muatan positif Na+ melingkupi bagian luar membran sel. Pada kondisi demikian, membran sel saraf bagian luar bermuatan listrik positif dan membran sel bagian dalam bermuatan listrik negatif (Cl-)

Setiap manusia memiliki sistem saraf yang dapat mengontrol seluruh aktivitas tubuh, contohnya gerak otot. Sistem saraf terdiri atas sel-sel saraf berfungsi untuk menerima, mengolah, dan mengirim rangsangan yang diterima panca indra. Setiap sel saraf terdiri atas tiga bagian, yaitu badan sel saraf, dendrit, dan akson atau neurit. Selain ketiga bagian tersebut, pada sel saraf juga terdapat selubung myelin. 

Berdasarkan ada dan tidaknya myelin, terdapat dua macam neuron, yaitu neuron yang berselubung myelin dan neuron yang tidak berselubung myelin. 

 

Untuk lebih jelasnya, mari anak-anak sholeh dan sholeha menyimak video dibawah ini: 

 

Tugas 

Aktivitas 4.3 Identifikasi Bagian Sel Saraf hal : 181

Tulislah bagian tabel dan kemudian isilah Gambar 4.11 Sel Saraf yang Bermyelin 


Untuk evaluasi hari ini:

1. Silahkan kalian pahami materi dan video di atas

2. Kerjakan 1 pertanyaan diatas

3. Silahkan komen diBlogger sebagai daftar hadir, dan jangan lupa dikumpulkan tugasnya

 

Terimakasih, tetap semangat nak dan jangan lupa sholat 5 waktu

 

Wassalamualaikum, Wr. Wb

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas IPA Kelas 7 Tahun Pelajaran 2024/2025

Tugas IPA Kelas 8 Tahun Pelajaran 2024/2025

VIII. Sistem Ekskresi / Pembuangan Tanggal 1 September 2025